Tragedi Kebakaran di Tanjung Barat: Mengenang Sosok Haerul Saleh, Anggota BPK RI yang Berpulang Terlalu Cepat

Rizky Ramadhan | Totonews
08 Mei 2026, 10:43 WIB
Tragedi Kebakaran di Tanjung Barat: Mengenang Sosok Haerul Saleh, Anggota BPK RI yang Berpulang Terlalu Cepat

TotoNews — Sebuah berita duka menyelimuti tanah air, khususnya bagi keluarga besar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Musibah kebakaran yang terjadi di kawasan pemukiman padat Jakarta Selatan pada Jumat pagi, 8 Mei 2026, telah merenggut nyawa salah satu putra terbaik bangsa, Haerul Saleh. Sosok yang dikenal berintegritas tinggi dalam mengawal keuangan negara tersebut mengembuskan napas terakhirnya di tengah kobaran api yang melahap kediamannya di Tanjung Barat.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit tentang betapa cepatnya maut menjemput dan betapa krusialnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan rumah. Publik dikejutkan dengan kabar bahwa api muncul dari area lantai atas rumah yang sedang dalam proses perbaikan, meninggalkan duka yang mendalam bagi kerabat dan rekan kerja almarhum di institusi negara.

Baca Juga

Tragedi di Balai Desa: Menguak Detik-Detik Terakhir Kades Buncitan Melalui Rekaman CCTV

Tragedi di Balai Desa: Menguak Detik-Detik Terakhir Kades Buncitan Melalui Rekaman CCTV

Kronologi Kejadian: Kepulan Asap Hitam dari Lantai Tiga

Pagi yang tenang di Jalan Teratai Blok G8, RT 03 RW 02, Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, mendadak berubah menjadi kepanikan masal. Warga sekitar pertama kali menyadari ada yang tidak beres ketika melihat kepulan asap hitam yang pekat membumbung tinggi dari atap sebuah rumah mewah di kawasan tersebut sekitar pukul 07.50 WIB. Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh tim redaksi, titik api diketahui berasal dari lantai tiga bangunan.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat pada pukul 07.53 WIB. Warga dan pengurus RT setempat bergerak cepat menghubungi petugas pemadam kebakaran setelah melihat api mulai membesar dan menyelimuti bagian atap. Upaya penyelamatan segera dilakukan, namun sayangnya, kecepatan api yang dipicu bahan kimia membuat situasi sulit dikendalikan dalam waktu singkat.

Baca Juga

Menepis Isu Kemarau Terparah 2026, BMKG Ungkap Fakta Iklim yang Sebenarnya

Menepis Isu Kemarau Terparah 2026, BMKG Ungkap Fakta Iklim yang Sebenarnya

Anda dapat memantau perkembangan terkini mengenai operasional penyelamatan di ibu kota melalui pencarian kebakaran Jakarta Selatan untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai titik-titik rawan lainnya.

Dugaan Penyebab: Sisa Bahan Kimia Renovasi yang Mematikan

Penyelidikan awal yang dilakukan oleh tim teknis di lapangan mengarah pada dugaan yang cukup kuat mengenai asal muasal api. Menurut Asril Rizal, kebakaran ini tidak disebabkan oleh korsleting listrik biasa, melainkan dipicu oleh bahan-bahan yang mudah terbakar yang tertinggal di lokasi renovasi. “Diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah,” jelasnya dalam keterangan resmi kepada media.

Tiner merupakan cairan kimiawi yang sangat fluktuatif dan memiliki titik nyala yang rendah. Keberadaannya di lantai tiga, yang kemungkinan besar memiliki sirkulasi udara tertentu atau terpapar suhu panas, diduga memicu reaksi berantai yang mengakibatkan kebakaran hebat. Dalam hitungan menit, cairan tersebut mengubah area renovasi menjadi tungku api yang menjebak korban di dalamnya.

Baca Juga

Netanyahu Ungkap Upaya Sabotase Hizbullah di Tengah Ambisi Perdamaian Israel-Lebanon

Netanyahu Ungkap Upaya Sabotase Hizbullah di Tengah Ambisi Perdamaian Israel-Lebanon

Kasus ini menambah daftar panjang penyebab kebakaran rumah yang diakibatkan oleh kelalaian dalam penyimpanan bahan material konstruksi. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan sisa-sisa bahan kimia seperti cat, tiner, atau bensin disimpan dalam wadah tertutup rapat dan dijauhkan dari area yang berpotensi menimbulkan percikan api.

Upaya Pemadaman dan Evakuasi Korban

Merespons laporan darurat tersebut, Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan tidak main-main dalam mengerahkan kekuatan. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi, didukung oleh 48 personel yang terlatih. Medan jalan yang cukup menantang tidak menyurutkan semangat petugas untuk segera menjinakkan si jago merah. Operasi pemadaman secara resmi dimulai pada pukul 08.07 WIB.

Petugas berjibaku melawan asap tebal untuk menembus titik api di lantai tiga. Setelah sekitar 40 menit berjuang, operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 08.49 WIB. Namun, proses pendinginan membawa kabar duka ketika petugas menemukan jenazah Haerul Saleh yang sudah tidak bernyawa. Jenazah almarhum kemudian segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Pasar Minggu untuk menjalani prosedur medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga

Pangkalan Militer AS di Uni Emirat Arab: Dulu Pelindung, Kini Dinilai Jadi Beban Strategis

Pangkalan Militer AS di Uni Emirat Arab: Dulu Pelindung, Kini Dinilai Jadi Beban Strategis

Informasi mengenai kinerja petugas di lapangan dapat Anda temukan lebih lanjut melalui Gulkarmat Jaksel yang terus bersiaga 24 jam dalam menangani berbagai musibah di wilayah tersebut.

Profil Haerul Saleh: Sosok Cerdas dan Sahabat Setia

Haerul Saleh bukan sekadar pejabat negara; ia adalah sosok yang memiliki rekam jejak panjang di dunia politik dan pengabdian publik. Sebelum menjabat sebagai Anggota anggota BPK RI, ia dikenal sebagai politisi muda yang energik dan cerdas. Wafat di usia yang masih sangat produktif, yakni 43 tahun, Haerul Saleh meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang pernah mengenalnya.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang merupakan sahabat dekat almarhum, mengekspresikan rasa duka yang sangat mendalam. Ia mengenang masa-masa perjuangan mereka saat mengikuti pelatihan kaderisasi di Partai Gerindra sebelum Pemilu 2014. “Beliau salah satu sahabat saya. Dulu kami satu kamar saat pelatihan. Beliau sangat baik, selalu menawarkan bantuan, dan merupakan anak muda yang sangat cerdas,” kenang Habiburokhman dengan nada getir.

Kehilangan ini bukan hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh institusi BPK RI yang kehilangan salah satu pilar pengawas keuangan negara. Dedikasi almarhum dalam menjalankan tugas-tugas audit dan pengawasan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus di lembaga tersebut.

Pelajaran Berharga dari Musibah Jagakarsa

Tragedi yang menimpa Haerul Saleh di Jagakarsa ini memberikan pelajaran berharga mengenai keselamatan bangunan. Seringkali, saat melakukan renovasi rumah, pemilik rumah atau kontraktor mengabaikan standar keselamatan kerja dan penyimpanan material berbahaya. Penggunaan tiner, cat minyak, dan bahan kimia lainnya memerlukan protokol keamanan yang ketat.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa diambil masyarakat antara lain:

  • Selalu membersihkan area kerja dari kain lap yang terkena tiner, karena bisa memicu spontaneous combustion (pembakaran spontan).
  • Menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap lantai rumah, terutama di area yang sedang direnovasi.
  • Memastikan adanya ventilasi yang cukup agar uap kimia tidak terkonsentrasi di dalam ruangan.
  • Melakukan edukasi rutin kepada penghuni rumah mengenai jalur evakuasi darurat.

Untuk panduan lebih lengkap mengenai keselamatan rumah tangga, Anda bisa mencari referensi melalui tips mencegah kebakaran agar rumah Anda tetap menjadi tempat yang aman bagi keluarga.

Penutup dan Doa untuk Almarhum

Saat ini, kediaman almarhum masih dalam pengawasan pihak kepolisian untuk dilakukan olah TKP guna memastikan tidak ada faktor lain di balik kebakaran tersebut. Kepergian Haerul Saleh yang mendadak ini menjadi duka nasional, mengingat peran strategisnya di pemerintahan. Doa-doa terbaik terus mengalir dari rekan sejawat, tokoh politik, hingga masyarakat umum yang mengenal sosoknya.

“Kita doakan beliau husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkas Habiburokhman menutup pernyataannya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan yang berat ini. Selamat jalan, Haerul Saleh, dedikasimu untuk negeri akan selalu dikenang.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *