Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sentil ‘Ordal’ Kemenkeu Soal Rumor APBN Hanya Bertahan Dua Minggu
TotoNews — Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara mengejutkan membongkar adanya fenomena “duri dalam daging” di internal kementeriannya sendiri. Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Purbaya mengungkapkan kegeramannya terhadap isu miring yang menyebut bahwa anggaran belanja negara (APBN) hanya sanggup bertahan selama dua pekan ke depan.
Isu Liar dari Kalangan Internal
Isu sensitif ini mencuat dalam rapat yang awalnya dijadwalkan untuk membahas kinerja penerimaan negara pada triwulan I tahun anggaran 2026. Purbaya mengaku heran bagaimana kabar tidak berdasar tersebut bisa beredar luas, terlebih sumbernya diduga kuat berasal dari oknum di dalam Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Ketegasan Bobby Nasution di Tapteng: Semprot Camat Tukka Akibat Lambannya Distribusi Bantuan
“Kalau APBN tidak kuat, apakah kita bisa bertahan sepanjang tahun? Saya mendengar ada kabar yang menyebut uang kita tinggal sisa dua minggu saja. Mirisnya, informasi ini bukan datang dari luar, melainkan disebarkan oleh orang-orang di Kementerian Keuangan sendiri. Padahal menterinya saya, tentu saya merasa bingung dengan narasi tersebut,” ujar Purbaya dengan nada tegas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Strategi Hadapi Krisis Minyak Dunia
Purbaya tidak menampik bahwa kondisi ekonomi global sedang penuh tekanan, terutama dipicu oleh gejolak harga minyak dunia. Namun, ia memastikan bahwa Kemenkeu telah melakukan berbagai simulasi atau stress test untuk memitigasi risiko tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga meskipun harga energi melonjak drastis.
Operasi Militer Nigeria Berhasil Lumpuhkan 65 Bandit Terkait Penculikan Massal di Zamfara
“Begitu harga minyak mulai merangkak naik, kami langsung melakukan latihan kalkulasi. Kami menghitung bagaimana dampaknya jika harga mencapai 80 dolar, 90 dolar, hingga skenario terburuk di angka 100 dolar per barel. Semua mitigasinya sudah kami siapkan dengan matang,” tambahnya menjelaskan langkah antisipatif pemerintah.
Defisit Terjaga, Anggaran Tetap Aman
Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh jajaran kabinet telah diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan krisis energi global. Purbaya menegaskan bahwa meskipun harga minyak dunia mencapai rata-rata 100 dolar per barel sepanjang tahun 2026, kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam batas aman.
Berdasarkan hitungan terbaru, pemerintah optimis dapat menekan defisit anggaran di level 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih jauh di bawah batas aman yang ditetapkan undang-undang, yakni di bawah 4%. Dengan landasan kalkulasi yang kuat tersebut, Purbaya meminta masyarakat dan pasar untuk tidak termakan spekulasi negatif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Menuju Era Baru Korps Bhayangkara: Presiden Prabowo Terima 10 Buku Masterplan Reformasi Polri dari Tim KPRP
“Jadi, untuk sepanjang tahun 2026 ini, meski dengan asumsi harga minyak rata-rata 100 dolar sekalipun, posisi kita masih aman. Seluruh langkah strategis telah dipertimbangkan dengan matang oleh Bapak Presiden dan anggota kabinet lainnya,” pungkasnya menutup pernyataan.