Skandal Foto AI di Aplikasi JAKI: PSI Kecam Manipulasi Laporan yang Cederai Kepercayaan Publik
TotoNews — Integritas pelayanan publik di Jakarta tengah berada di titik nadir setelah terungkapnya skandal penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi laporan warga. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, memberikan sorotan tajam terkait penggunaan foto rekayasa dalam merespons aduan parkir liar melalui aplikasi JAKI. Menurutnya, tindakan ini bukan sekadar kekeliruan administratif, melainkan sebuah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat.
Kevin Wu menegaskan bahwa aplikasi JAKI dibangun sebagai kanal komunikasi resmi yang menjembatani warga dengan pemerintah. Oleh karena itu, setiap jawaban yang diberikan oleh aparat harus berpijak pada fakta di lapangan, bukan sekadar polesan teknologi untuk menggugurkan kewajiban. “Ini menyangkut integritas pelayanan publik. Respon pemerintah harus faktual dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Kevin kepada awak media, Selasa (7/4/2026).
Aksi Sadis Begal Cilodong Depok: Korban Ditusuk Gunting, Tim Resmob Berhasil Ringkus Tiga Pelaku di Persembunyian
Manipulasi yang Menyesatkan Publik
Politikus dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menilai penggunaan foto berbasis AI yang tidak mencerminkan kondisi riil adalah tindakan yang sangat menyesatkan atau misleading. Ia mengkhawatirkan jika praktik semacam ini dibiarkan, masyarakat akan menjadi apatis dan kehilangan kepercayaan pada kanal aduan resmi milik Pemprov Jakarta.
“Memberikan kesan bahwa masalah sudah ditangani padahal kenyataannya belum adalah bentuk pembohongan publik. Kepercayaan adalah fondasi utama antara pemerintah dan warga. Jika fondasi ini rusak, maka sistem yang sudah dibangun akan sia-sia,” lanjut Kevin. Ia mendesak agar pihak inspektorat segera turun tangan melakukan pemeriksaan objektif. Sanksi tegas, mulai dari teguran tertulis hingga pencopotan jabatan, harus diberikan kepada oknum yang terbukti melakukan manipulasi data demi menjaga marwah ASN.
Netanyahu Ungkap Upaya Sabotase Hizbullah di Tengah Ambisi Perdamaian Israel-Lebanon
Pelajaran Berharga bagi Pemprov DKI
Tragedi foto AI ini menjadi momentum penting bagi Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan laporan. Kevin mendorong adanya audit berkala terhadap setiap respons yang diberikan di aplikasi JAKI. Ia mengingatkan bahwa teknologi AI seharusnya digunakan untuk mempermudah pekerjaan, bukan untuk menutupi ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah di lapangan.
“Warga butuh solusi nyata, bukan jawaban manipulatif yang hanya terlihat bagus di atas kertas atau layar aplikasi. Audit respons harus dilakukan agar laporan benar-benar ditindaklanjuti secara fisik, bukan sekadar administratif,” tambahnya.
Oknum PPSU Dijatuhi Sanksi
Belakangan terungkap bahwa pelaku di balik pengunggahan foto rekayasa tersebut adalah seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Siti, Lurah Kalisari di Jakarta Timur, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah diperiksa oleh Inspektorat terkait insiden ini. Petugas yang bersangkutan kini telah dijatuhi sanksi berupa Surat Peringatan 1 (SP1) dan diwajibkan membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Ketegasan Bobby Nasution di Tapteng: Semprot Camat Tukka Akibat Lambannya Distribusi Bantuan
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Ini adalah pelajaran pahit bagi kami. Petugas tersebut bermaksud menindaklanjuti laporan warga terkait parkir liar, namun justru mengambil jalan pintas dengan mengunggah foto rekayasa seolah-olah lokasi sudah steril,” ujar Siti dalam keterangan resminya. Ia berjanji akan memperketat koordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan agar penanganan masalah di wilayahnya dilakukan secara transparan dan nyata.