Wajah Baru Transportasi Jakarta: Progres LRT Fase 1B Tembus 92,76%, Hubungkan Velodrome ke Jantung Kota

Siti Aminah | Totonews
20 Mei 2026, 16:43 WIB
Wajah Baru Transportasi Jakarta: Progres LRT Fase 1B Tembus 92,76%, Hubungkan Velodrome ke Jantung Kota

TotoNews — Langit Jakarta kini tidak hanya dihiasi oleh gedung pencakar langit, tetapi juga oleh struktur beton megah yang merepresentasikan masa depan mobilitas perkotaan. Proyek LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome menuju Manggarai kini memasuki babak krusial. PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dilaporkan telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) untuk memastikan seluruh sistem perkeretaapian berjalan sempurna sebelum menyapa publik secara resmi.

Uji coba ini bukan sekadar formalitas teknis, melainkan pembuktian dari sebuah kerja keras lintas sektor. Fokus utama dalam tahap ini adalah pengujian jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang membentang dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka. Dengan nilai investasi mencapai Rp 4,1 triliun, proyek ini diharapkan menjadi tulang punggung baru bagi warga Jakarta dalam memangkas waktu tempuh dan menghindari kemacetan yang kian mencekik.

Baca Juga

IHSG Parkir di Zona Hijau: Mengulas Tipisnya Penguatan di Level 6.971 dan Dinamika Pasar Modal Terkini

IHSG Parkir di Zona Hijau: Mengulas Tipisnya Penguatan di Level 6.971 dan Dinamika Pasar Modal Terkini

Detail Ketat dalam Tahapan Testing and Commissioning

Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, menekankan bahwa tahapan T&C dilakukan dengan standar ketelitian yang sangat tinggi. Menurutnya, setiap detail kecil mulai dari persinyalan hingga integrasi operasional harus dipastikan tanpa celah. Hal ini krusial mengingat aspek keselamatan adalah harga mati dalam industri transportasi publik berskala besar.

“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah wujud tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang nantinya akan mengandalkan moda ini setiap harinya. Oleh karena itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan dengan sangat matang dan terstruktur,” ungkap Iwan dalam keterangannya yang diterima oleh TotoNews. Proses pengujian mencakup verifikasi sistem kelistrikan, komunikasi antar-kereta, hingga sinkronisasi otomatis yang akan mengatur jadwal keberangkatan kereta secara presisi.

Baca Juga

OJK Permudah Akses Hunian: SLIK Bukan ‘Daftar Hitam’ dan Proses KPR Kini Lebih Kilat

OJK Permudah Akses Hunian: SLIK Bukan ‘Daftar Hitam’ dan Proses KPR Kini Lebih Kilat

Inovasi Waskita Karya di Tengah Kendala Urban

Keterlibatan Waskita Karya dalam proyek ini bukan hanya soal urusan konstruksi fisik. Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, menyatakan bahwa LRT Fase 1B merupakan panggung untuk memamerkan kapabilitas teknis (showcase capability) perseroan. Mengingat proyek ini berada di area dengan visibilitas tinggi di tengah ibu kota, kualitas pengerjaan secara langsung akan mempertaruhkan reputasi jangka panjang perusahaan.

Hingga saat ini, realisasi pembangunan telah mencapai angka 92,76 persen. Angka ini mencerminkan kecepatan kerja yang luar biasa, mengingat tantangan besar atau urban constraints yang dihadapi di lapangan. Jakarta, dengan lalu lintasnya yang padat dan keterbatasan ruang kerja, menuntut kreativitas tinggi dari para insinyur di lapangan.

Baca Juga

Dolar AS Kian Perkasa: Menakar Peluang Rupiah Kembali ke Bawah Rp 17.000 di Tengah Badai Geopolitik

Dolar AS Kian Perkasa: Menakar Peluang Rupiah Kembali ke Bawah Rp 17.000 di Tengah Badai Geopolitik

“Tantangan utama kami adalah mengelola ritme kerja di tengah padatnya lalu lintas Jakarta. Solusinya, kami mengoptimalkan waktu kerja pada malam hari. Ini menuntut fokus ekstra dan inovasi pada sistem keselamatan kerja. Kami memandang kendala ini sebagai sesuatu yang harus dikelola dengan cerdas, bukan dihindari,” jelas Paulus. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga progres tetap on track tanpa melumpuhkan aktivitas warga di sekitar lokasi proyek.

Menaklukkan Jalur Aktif Tol Wiyoto-Wiyono

Salah satu pencapaian teknis paling mengesankan dalam pembangunan pembangunan infrastruktur ini adalah saat tim harus membangun jalur di atas Tol Wiyoto-Wiyono yang sangat sibuk, tepatnya pada kilometer 1+700 hingga 2+100. Untuk memastikan arus lalu lintas di bawahnya tidak terganggu, Waskita Karya menggunakan metode inovatif bernama balanced cantilever dengan bentang mencapai 120 meter.

Baca Juga

Langit Global Meredup: Krisis Avtur Akibat Perang AS-Iran Ancam Operasional Maskapai Dunia

Langit Global Meredup: Krisis Avtur Akibat Perang AS-Iran Ancam Operasional Maskapai Dunia

Metode ini memungkinkan pembangunan jembatan dilakukan dari kedua sisi secara seimbang tanpa memerlukan penyangga di tengah jalan tol yang aktif. “Keselamatan konstruksi, baik bagi pekerja maupun pengguna jalan di bawahnya, adalah prioritas tertinggi kami,” tambah Paulus. Berkat pengawasan ketat dan pemasangan safety net di sekeliling segmen girder, proyek ini berhasil mencatatkan rekor zero accident atau nihil kecelakaan kerja.

Konektivitas Manggarai: Hub Transportasi Masa Depan

Kehadiran LRT Jakarta Fase 1B ini diprediksi akan mengubah peta perjalanan warga Jakarta Timur dan Selatan. Dengan target integrasi di Stasiun Manggarai, penumpang nantinya dapat dengan mudah berpindah moda ke KRL Commuter Line maupun Kereta Bandara. Transportasi publik yang terintegrasi secara fisik dan sistem pembayaran adalah kunci utama dalam mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri menargetkan perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai hanya akan memakan waktu sekitar 27 menit. Kecepatan ini jauh lebih efisien dibandingkan menggunakan kendaraan roda empat di jam sibuk. Keberhasilan train run atau uji coba kereta yang dilakukan sebanyak dua kali menunjukkan hasil yang memuaskan, di mana kereta mampu melaju mulus dari Velodrome hingga Pasar Pramuka menggunakan daya listrik penuh.

Mendukung Target Net Zero Emission (NZE)

Selain aspek mobilitas, proyek LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari langkah besar Indonesia menuju udara yang lebih bersih. Sebagai moda transportasi berbasis listrik, LRT menawarkan solusi transportasi ramah lingkungan yang minim emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen global untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) di masa depan.

“Kami sangat optimis bahwa kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan memberikan pilihan moda transportasi modern bagi warga. Ini adalah langkah konkret untuk memudahkan mobilitas sekaligus menjaga kualitas udara kota kita agar lebih sehat bagi generasi mendatang,” tutup Paulus. Dengan progres yang sudah mendekati 100 persen, Jakarta kini tinggal menunggu waktu untuk merayakan kehadiran jalur transportasi baru yang aman, nyaman, dan berkelas dunia.

Dengan selesainya Fase 1B ini, harapan besar tertumpu pada kelanjutan fase-fase berikutnya guna menciptakan jaringan transportasi massal yang merata di seluruh pelosok Jakarta. Keberhasilan kolaborasi antara Jakpro dan Waskita Karya ini diharapkan menjadi standar baru bagi pembangunan proyek strategis nasional di masa depan, yang tidak hanya mengutamakan kecepatan tetapi juga presisi dan keselamatan tingkat tinggi.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *