Lonjakan Harga Pangan Jelang Idul Adha 2026: Cabai Rawit Meroket hingga Rp 73.000, Daging Sapi Ikut Memanas

Siti Aminah | Totonews
24 Mei 2026, 18:42 WIB
Lonjakan Harga Pangan Jelang Idul Adha 2026: Cabai Rawit Meroket hingga Rp 73.000, Daging Sapi Ikut Memanas

TotoNews — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada akhir Mei 2026, masyarakat Indonesia mulai merasakan tekanan ekonomi akibat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan utama secara nasional. Berdasarkan pantauan terbaru, pergerakan harga pangan menunjukkan tren pendakian yang cukup signifikan, mulai dari kelompok bumbu dapur, minyak goreng, hingga protein hewani seperti daging sapi. Fenomena tahunan ini kembali menjadi sorotan tajam karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Sengatan Harga Cabai yang Semakin Tak Terkendali

Salah satu komoditas yang paling memberikan kejutan di pasar adalah kelompok cabai. Bagi ibu rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner, kenaikan harga cabai kali ini terasa sangat menyengat. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Minggu (24/5/2026), harga cabai rawit merah telah menembus angka psikologis Rp 73.500 per kilogram. Lonjakan ini mencerminkan kenaikan sebesar 7,93% hanya dalam waktu singkat.

Baca Juga

Diplomasi Ekonomi Memanas: Purbaya Yudhi Sadewa Tangkis Protes Keras Pengusaha China Terkait Kebijakan DHE SDA

Diplomasi Ekonomi Memanas: Purbaya Yudhi Sadewa Tangkis Protes Keras Pengusaha China Terkait Kebijakan DHE SDA

Tidak berhenti di situ, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan sebesar 6,09%, kini dibanderol di kisaran Rp 54.900 per kilogram. Bahkan, cabai rawit hijau yang biasanya menjadi alternatif lebih murah, ikut terkerek naik 7,44% menjadi Rp 54.150 per kilogram. Kenaikan yang serempak di seluruh jenis cabai ini disinyalir terjadi akibat kombinasi antara meningkatnya permintaan menjelang hari besar serta dinamika stok di tingkat petani yang mungkin terganggu oleh faktor cuaca atau distribusi.

Dilema Daging Sapi Menjelang Hari Raya Kurban

Selain bumbu dapur, komoditas yang menjadi primadona menjelang Idul Adha tentu saja adalah daging sapi. Sebagai bahan utama berbagai hidangan khas hari raya, permintaan daging sapi dipastikan melonjak tajam. TotoNews mencatat bahwa harga daging sapi kualitas I kini berada di angka Rp 148.300 per kilogram, mengalami kenaikan sekitar 0,41%. Sementara itu, daging sapi kualitas II dibanderol Rp 139.450 per kilogram dengan kenaikan 0,22%.

Baca Juga

Memutus Rantai Pengangguran Vokasi: Kisah Sukses Pemuda Pulau Obi Bertransformasi Jadi Mekanik Industri

Memutus Rantai Pengangguran Vokasi: Kisah Sukses Pemuda Pulau Obi Bertransformasi Jadi Mekanik Industri

Kenaikan ini, meskipun terlihat kecil secara persentase, memberikan dampak kumulatif yang berat bagi konsumen yang membeli dalam jumlah besar. Para pedagang di pasar tradisional memprediksi bahwa harga ini masih berpotensi merangkak naik seiring semakin dekatnya hari H perayaan kurban. Kenaikan harga daging sapi ini seringkali dipicu oleh biaya logistik yang meningkat serta tingginya permintaan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga dan katering selama musim libur panjang.

Stabilitas Beras dan Gejolak Minyak Goreng

Di tengah badai kenaikan harga komoditas lain, harga beras medium dilaporkan masih relatif stabil. Beras Medium I bertahan di angka Rp 16.150 per kilogram. Namun, kondisi berbeda terlihat pada beras kualitas super I yang justru naik 0,29% menjadi Rp 17.450 per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat yang memilih produk pangan kualitas premium mulai harus merogoh kocek lebih dalam.

Baca Juga

Wacana Potong Gaji Menteri Mencuat, Seskab Teddy Indra Wijaya: Belum Ada Keputusan Final

Wacana Potong Gaji Menteri Mencuat, Seskab Teddy Indra Wijaya: Belum Ada Keputusan Final

Sektor minyak goreng juga tidak luput dari tren kenaikan. Minyak goreng curah yang banyak digunakan oleh pelaku UMKM dan rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 0,24%, sehingga kini dijual dengan harga rata-rata Rp 20.600 per kilogram. Sementara itu, untuk minyak goreng kemasan bermerek, harganya masih bertengger di angka yang cukup tinggi, yakni berkisar antara Rp 23.100 hingga Rp 23.900 per kilogram tergantung pada merek dan kualitasnya.

Analisis Faktor Penyebab Kenaikan Harga Secara Nasional

Kenaikan harga pangan menjelang hari besar keagamaan di Indonesia seolah menjadi pola yang berulang setiap tahun. TotoNews mencermati adanya beberapa faktor fundamental yang menggerakkan kurva harga ini. Pertama adalah faktor musiman (seasonal effect) di mana sisi permintaan (demand) meningkat drastis sementara pasokan (supply) cenderung tetap atau terhambat oleh masalah logistik. Inflasi pangan musiman ini seringkali sulit dihindari tanpa intervensi pemerintah yang agresif melalui operasi pasar.

Baca Juga

Sinyal Damai dari Gedung Putih: Trump Sebut Perang Iran Usai, Harga Minyak Dunia Siap Normal Kembali

Sinyal Damai dari Gedung Putih: Trump Sebut Perang Iran Usai, Harga Minyak Dunia Siap Normal Kembali

Kedua, rantai distribusi yang panjang dari ladang hingga ke meja makan konsumen seringkali menjadi celah terjadinya margin keuntungan yang tidak proporsional di tingkat perantara. Bank Indonesia sebenarnya terus berupaya mengawal harga dari hulu ke hilir, namun tantangan geografis dan spekulasi pasar di tingkat pedagang besar tetap menjadi kendala nyata di lapangan. Hal ini diperparah dengan biaya transportasi yang cenderung naik saat periode libur nasional.

Rincian Daftar Harga Pangan Hari Ini (24 Mei 2026)

Agar para pembaca setia TotoNews dapat merencanakan anggaran belanja dengan lebih bijak, berikut adalah daftar lengkap rata-rata harga pangan nasional per hari ini:

  • Beras Medium I: Rp 16.150/kg (Stabil)
  • Beras Medium II: Rp 16.000/kg (Stabil)
  • Beras Kualitas Super I: Rp 17.450/kg (Naik 0,29%)
  • Beras Kualitas Super II: Rp 16.950/kg (Stabil)
  • Gula Pasir Kualitas Premium: Rp 20.200/kg (Turun 0,25%)
  • Gula Pasir Lokal: Rp 19.150/kg (Turun 0,26%)
  • Minyak Goreng Curah: Rp 20.600/kg (Naik 0,24%)
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 1: Rp 23.900/kg
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 2: Rp 23.100/kg
  • Telur Ayam Ras Segar: Rp 30.500/kg (Turun 1,45%)
  • Cabai Merah Besar: Rp 57.550/kg (Naik 5,02%)
  • Cabai Merah Keriting: Rp 54.900/kg (Naik 6,09%)
  • Cabai Rawit Hijau: Rp 54.150/kg (Naik 7,44%)
  • Cabai Rawit Merah: Rp 73.500/kg (Naik 7,93%)
  • Daging Ayam Ras Segar: Rp 38.500/kg (Turun 0,65%)
  • Daging Sapi Kualitas 1: Rp 148.300/kg (Naik 0,41%)
  • Daging Sapi Kualitas 2: Rp 139.450/kg (Naik 0,22%)
  • Bawang Merah Sedang: Rp 48.350/kg (Naik 2%)
  • Bawang Putih Sedang: Rp 38.650/kg (Turun 0,39%)

Upaya Stabilisasi dan Harapan Konsumen

Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti telur ayam dan gula pasir, namun secara keseluruhan beban belanja dapur tetap meningkat karena didominasi oleh kenaikan bahan pokok esensial. Masyarakat berharap agar pemerintah melalui instansi terkait segera melakukan tindakan nyata untuk meredam lonjakan harga yang lebih liar menjelang hari raya.

Operasi pasar murah dan pengawasan distribusi stok pangan menjadi kunci utama agar masyarakat tetap dapat merayakan Idul Adha dengan tenang tanpa harus terbebani oleh harga pangan yang menjulang tinggi. Pantauan TotoNews di beberapa daerah menunjukkan bahwa ketersediaan barang sebenarnya mencukupi, namun harga di tingkat pengecer seringkali tidak seragam, mencerminkan adanya ketimpangan informasi pasar. Tetap waspada dan cerdas dalam mengatur keuangan keluarga adalah langkah terbaik menghadapi fluktuasi harga pangan saat ini.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *