Warisan Hijau di Masa Purna Bakti: Tradisi Unik Polda Riau Beri Kado Bibit Pohon Sebagai Simbol Dedikasi Abadi

Rizky Ramadhan | Totonews
25 Mei 2026, 14:42 WIB
Warisan Hijau di Masa Purna Bakti: Tradisi Unik Polda Riau Beri Kado Bibit Pohon Sebagai Simbol Dedikasi Abadi

TotoNews — Suasana haru sekaligus penuh makna menyelimuti Aula Mapolda Riau di Pekanbaru pada Senin, 25 Mei 2026. Dalam sebuah prosesi yang jauh dari kesan kaku, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menunjukkan cara yang sangat manusiawi dan visioner untuk melepas para personelnya yang memasuki masa purna bakti. Alih-alih memberikan cinderamata konvensional, institusi ini memilih memberikan kado berupa bibit pohon—sebuah simbol kehidupan yang diharapkan akan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi bumi, selaras dengan semangat pengabdian kepolisian yang tak pernah padam.

Filosofi di Balik Sebatang Pohon: Lebih dari Sekadar Kado

Pemberian bibit pohon ini bukanlah tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan yang progresif, Polda Riau ingin menanamkan nilai-nilai ekologis dalam setiap sendi kehidupan anggotanya. Pohon dipilih sebagai metafora dari seorang prajurit Bhayangkara; akarnya melambangkan prinsip yang kuat, batangnya adalah integritas, dan dedaunannya adalah perlindungan serta pengayoman yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga

Jerit Hati Ibrahim Arief, Eks Konsultan Kemendikbudristek yang Terjerat Kasus Chromebook: Saya Hanya Tumbal!

Jerit Hati Ibrahim Arief, Eks Konsultan Kemendikbudristek yang Terjerat Kasus Chromebook: Saya Hanya Tumbal!

Dalam acara yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, prosesi ini menjadi pengingat bahwa purnatugas bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Justru, ini adalah babak baru di mana para purnawirawan diajak untuk tetap memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan hidup di sekitar tempat tinggal mereka. Kado sederhana namun istimewa ini menjadi pesan kuat bahwa warisan terbaik yang bisa ditinggalkan manusia bukanlah harta, melainkan kelestarian alam untuk generasi mendatang.

Pesan Mendalam Wakapolda Riau: Melanjutkan Kebaikan

Brigjen Pol Hengki Haryadi, yang mewakili Kapolda Riau, menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati para hadirin. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya bagi setiap personel—baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun—untuk terus menjadi sosok yang bermanfaat. “Teruslah memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, sebagaimana pohon yang hidup akan memberikan manfaat bagi kelangsungan generasi mendatang,” ujar Hengki dengan penuh wibawa.

Baca Juga

Penghormatan Terakhir untuk Sang Bhayangkara: Kakorlantas Kenang Dedikasi Bripka Anumerta Fajar Permana di Operasi Ketupat 2026

Penghormatan Terakhir untuk Sang Bhayangkara: Kakorlantas Kenang Dedikasi Bripka Anumerta Fajar Permana di Operasi Ketupat 2026

Beliau juga menambahkan bahwa merawat bibit pohon tersebut hingga tumbuh besar merupakan cerminan dari disiplin dan kesabaran yang selama ini dipraktikkan dalam tugas kepolisian. Wakapolda berharap agar setiap helai daun yang tumbuh dari bibit tersebut menjadi saksi bisu atas dedikasi para perwira tersebut selama puluhan tahun mengabdi di korps baju cokelat. Kehadiran pohon tersebut di rumah mereka kelak akan menjadi memori hidup tentang kebanggaan menjadi bagian dari Polri.

Visi Green Policing Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan

Inisiatif pemberian kado pohon ini merupakan gagasan orisinal dari Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Di bawah komandonya, Kapolda Riau ingin menciptakan budaya baru yang lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan. Irjen Herry percaya bahwa seorang polisi yang baik tidak hanya harus adil dalam menegakkan hukum antarmanusia, tetapi juga harus memiliki keadilan ekologis.

Baca Juga

Trump Klaim Menang Diplomasi: Xi Jinping Janji Setop Pasokan Senjata ke Iran

Trump Klaim Menang Diplomasi: Xi Jinping Janji Setop Pasokan Senjata ke Iran

“Selama ini kita mungkin sudah bersikap adil kepada manusia, namun sering lupa adil kepada alam. Melalui pemberian pohon ini, saya ingin menanamkan nilai bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tugas suci kita menjaga marwah institusi,” tegas Irjen Herry dalam sebuah kesempatan terpisah. Konsep Green Policing ini menjadi sangat relevan mengingat tantangan perubahan iklim global yang kian nyata, di mana sektor keamanan juga harus berperan aktif dalam mitigasi kerusakan alam.

Sosok Penerima Warisan Hijau: Kompol Juniasti dan AKP Suherman Simanjuntak

Dua perwira yang mendapatkan kehormatan dalam seremoni purna bakti kali ini adalah Kompol Juniasti dan AKP Suherman Simanjuntak. Keduanya telah mengabdikan sebagian besar hidup mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Riau. Pemberian bibit pohon ini menjadi simbol pelepasan yang manis, menandai transisi mereka dari penjaga hukum menjadi penjaga alam di lingkungan masyarakat.

Baca Juga

SBY Beri Peringatan Keras: Eskalasi Perang di Timur Tengah Bisa Menghantam Ekonomi Dunia Hingga Berantakan

SBY Beri Peringatan Keras: Eskalasi Perang di Timur Tengah Bisa Menghantam Ekonomi Dunia Hingga Berantakan

Selain kedua perwira purnatugas tersebut, kado serupa juga diberikan kepada Bripka Chandra P Sitinjak yang kebetulan merayakan hari ulang tahunnya pada hari yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi memberikan bibit pohon mulai diintegrasikan dalam berbagai momen penting di lingkungan Mapolda Riau, baik itu momen perpisahan maupun momen perayaan kebahagiaan personel.

Melindungi Tuah, Menjaga Marwah: Sebuah Komitmen Ekologis

Slogan “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah” yang diusung Polda Riau kini mendapatkan dimensi baru. Melindungi tuah tidak hanya berarti menjaga keamanan fisik, tetapi juga melindungi kekayaan alam bumi lancang kuning. Riau yang kaya akan sumber daya alam namun rentan terhadap isu lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, memerlukan institusi Polri yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian hutan.

Dengan menjadikan pemberian pohon sebagai tradisi, Polda Riau secara tidak langsung mengedukasi seluruh jajarannya untuk menjadi pelopor dalam gerakan ramah lingkungan. Ini adalah langkah kecil namun konsisten yang jika dilakukan secara masif akan memberikan dampak besar bagi ekosistem lokal. Kepedulian ekologis ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas melalui teladan yang diberikan oleh para anggota Polri.

Inovasi Pelayanan: Dari JALUR Hingga Klinik Terapung

Langkah progresif Polda Riau dalam isu sosial dan lingkungan sebenarnya sudah terlihat dari berbagai program sebelumnya. Salah satunya adalah program JALUR yang menyentuh hingga pelosok wilayah Pelalawan untuk menyalurkan bantuan sosial. Selain itu, ada pula inovasi berupa Klinik Terapung dan Kapal Baca yang beroperasi di sepanjang Sungai Siak untuk memberikan pelayanan kesehatan dan literasi bagi masyarakat perairan.

Semua inovasi ini, termasuk tradisi pemberian kado pohon, menunjukkan bahwa Polda Riau sedang bertransformasi menjadi institusi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Kehadiran polisi tidak lagi hanya dirasakan saat terjadi konflik atau tindak kriminal, tetapi juga dalam upaya-upaya kemanusiaan dan penyelamatan lingkungan. Pelayanan publik yang dilakukan kini menyentuh aspek-aspek yang lebih fundamental dalam kehidupan bermasyarakat.

Menanam Harapan untuk Masa Depan Riau

Sebagai penutup, pemberian bibit pohon ini menjadi simbol harapan. Setiap pohon yang ditanam oleh para purnawirawan di halaman rumah mereka akan menjadi oksigen bagi orang lain, menjadi peneduh di saat panas, dan menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa tidak mengenal kata berhenti. Provinsi Riau di masa depan membutuhkan lebih banyak inisiatif hijau seperti ini untuk memastikan bahwa pembangunan yang berjalan selaras dengan kelestarian alam.

Dengan tradisi baru ini, Polda Riau telah menetapkan standar tinggi bagi instansi lain dalam hal menghargai jasa personel sekaligus menjaga bumi. Semoga setiap bibit yang diberikan tumbuh menjadi pohon yang kokoh, sekuat dedikasi yang telah diberikan oleh Kompol Juniasti, AKP Suherman Simanjuntak, dan seluruh personel Polri lainnya demi kejayaan Indonesia.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *