Strategi Humas Polda Bali 2026: Mengawal Program Asta Cita di Tengah Arus Digitalisasi dan Tantangan Kecerdasan Buatan

Rizky Ramadhan | Totonews
26 Mei 2026, 16:42 WIB
Strategi Humas Polda Bali 2026: Mengawal Program Asta Cita di Tengah Arus Digitalisasi dan Tantangan Kecerdasan Buatan

TotoNews — Di tengah riuh rendah transformasi digital yang kian tak terbendung, institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus bersolek dan memperkuat lini komunikasinya. Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Bali secara resmi menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) untuk Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah konkret dalam menyelaraskan visi besar pemerintah dengan realitas di lapangan. Acara yang berlangsung di Gedung Presisi Mapolda Bali ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan sebuah manifesto transformasi humas menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) tersebut menjadi wadah strategis bagi para pengampu fungsi humas di seluruh wilayah hukum Bali. Kehadiran seluruh Kasi Humas Polres dan Polresta se-Bali, bersama personel Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), menandakan betapa krusialnya manajemen komunikasi yang terintegrasi di era modern ini. Rakernis ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pencapaian tahun sebelumnya sekaligus merancang peta jalan yang lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.

Baca Juga

Rel Terendam Banjir 27 Cm, Perjalanan KA Siliwangi Rute Cianjur-Sukabumi Tertahan

Rel Terendam Banjir 27 Cm, Perjalanan KA Siliwangi Rute Cianjur-Sukabumi Tertahan

Transformasi Humas: Dari Fungsi Pendukung Menjadi Fungsi Utama

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, menegaskan bahwa paradigma lama yang menempatkan humas hanya sebagai fungsi pendukung (supporting function) sudah tidak relevan lagi. Di bawah kepemimpinan Polri saat ini, Humas telah bertransformasi menjadi fungsi utama operasional. Artinya, setiap gerak langkah kepolisian harus mampu dikomunikasikan dengan baik kepada publik guna menciptakan kepercayaan dan ketenangan di tengah masyarakat.

“Dunia hari ini tidak lagi hanya bergerak di ruang fisik. Kita berada di era di mana kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan tsunami informasi bisa mengubah persepsi publik dalam hitungan detik. Oleh karena itu, Humas Polda Bali dituntut untuk bergerak lebih cepat, responsif, dan yang terpenting, tetap humanis,” ujar Ariasandy di hadapan para peserta Rakernis. Ia menekankan bahwa kecepatan dalam memberikan klarifikasi dan informasi yang akurat adalah kunci untuk membentengi ruang digital dari serangan hoaks yang bersifat destruktif.

Baca Juga

Aksi Bahaya ‘Superman’ Pengangkut Es Batu di Bogor Viral, TotoNews Soroti Risiko Nyawa di Jalanan

Aksi Bahaya ‘Superman’ Pengangkut Es Batu di Bogor Viral, TotoNews Soroti Risiko Nyawa di Jalanan

Mengawal Asta Cita Presiden Melalui Stabilitas Keamanan

Fokus utama dari Rakernis 2026 ini adalah penyelarasan strategi komunikasi dengan program strategis pemerintah pusat, yakni Asta Cita. Sebagai visi besar Presiden dalam membawa Indonesia menuju kemajuan, Asta Cita memerlukan fondasi keamanan yang kokoh agar setiap poinnya dapat terlaksana dengan optimal. Humas Polda Bali mengambil peran krusial dalam menyosialisasikan upaya-upaya kepolisian dalam menjaga ketahanan pangan, kemandirian energi, serta pertumbuhan ekonomi yang menjadi pilar utama program tersebut.

Kombes Ariasandy menjelaskan bahwa narasi yang dibangun oleh kepolisian harus mampu memberikan rasa aman bagi para pelaku ekonomi dan masyarakat umum. Stabilitas keamanan di Bali, sebagai jendela pariwisata dunia, memiliki dampak domino terhadap citra Indonesia di mata internasional. Dengan mengawal Program Asta Cita, Humas Polda Bali berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat melalui pemahaman informasi yang jernih dan tidak terdistorsi.

Baca Juga

Tragedi Kebakaran di Tanjung Barat: Mengenang Sosok Haerul Saleh, Anggota BPK RI yang Berpulang Terlalu Cepat

Tragedi Kebakaran di Tanjung Barat: Mengenang Sosok Haerul Saleh, Anggota BPK RI yang Berpulang Terlalu Cepat

Menghadapi Ancaman Disinformasi dan Tantangan AI

Salah satu topik hangat yang dibahas dalam Rakernis kali ini adalah ancaman disinformasi yang semakin canggih berkat bantuan teknologi AI. Potensi gangguan kamtibmas kini seringkali bermula dari narasi-narasi negatif di media sosial yang jika tidak segera ditangani, dapat memicu gesekan fisik di dunia nyata. Humas Polda Bali menyadari bahwa mereka harus memiliki literasi teknologi yang lebih maju daripada para penyebar hoaks.

“Manajemen media yang optimal bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kita harus mampu menyajikan informasi yang edukatif, transparan, dan menyejukkan. Tujuannya adalah untuk mengkanalisasi setiap potensi gangguan di dunia maya sebelum mereka memiliki kesempatan untuk meledak menjadi konflik di dunia nyata,” tambah Ariasandy. Dalam sesi teknis, para personel dibekali dengan kemampuan deteksi dini konten manipulatif serta teknik narasi tandingan yang efektif namun tetap beretika.

Baca Juga

Trump Guncang Stabilitas Timur Tengah: Ancaman Militer Terhadap Oman dan Respons Tegas Teheran

Trump Guncang Stabilitas Timur Tengah: Ancaman Militer Terhadap Oman dan Respons Tegas Teheran

Peningkatan Kapasitas Teknis dan Manajemen Krisis

Tidak hanya sekadar teori, Rakernis 2026 ini juga diisi dengan simulasi manajemen krisis media. Para personel PPID dan Kasi Humas diajak untuk menghadapi skenario krisis informasi yang mungkin terjadi, mulai dari kasus kriminalitas yang menarik perhatian publik hingga isu-isu sensitif lainnya. Simulasi ini bertujuan untuk melatih ketenangan dan ketepatan para pengambil keputusan dalam merilis pernyataan resmi di bawah tekanan waktu yang sempit.

Selain itu, penguatan kemitraan dengan insan pers menjadi poin yang tak kalah penting. Humas Polda Bali menyadari bahwa jurnalis profesional adalah mitra strategis dalam menjaga arus informasi yang sehat. Kolaborasi antara kepolisian dan awak media di Bali diharapkan terus terjalin harmonis, di mana transparansi menjadi jembatan utama dalam membangun kepercayaan publik. Media bukan sekadar saluran informasi, melainkan pengontrol sosial yang memastikan Polri tetap berjalan sesuai dengan koridor hukum dan semangat melayani.

Komitmen Masa Depan: Humas yang Melayani dan Mengedukasi

Menutup rangkaian acara Rakernis, semangat yang dibawa pulang oleh para peserta adalah semangat untuk menjadi agen perubahan di satuan kerja masing-masing. Humas Polda Bali di tahun 2026 diproyeksikan menjadi lembaga yang tidak hanya sekadar memberikan data, tetapi juga menjadi sumber edukasi bagi masyarakat Bali. Literasi digital masyarakat akan terus didorong melalui konten-konten kreatif yang dihasilkan oleh tim kreatif humas.

Dengan dukungan infrastruktur teknologi di Gedung Presisi, Polda Bali optimis mampu menghalau segala bentuk gangguan informasi yang dapat merusak tenun kebangsaan. Ke depannya, Humas Polri akan terus mengedepankan pendekatan yang persuasif, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan Bali demi kelancaran program-program pembangunan nasional. Keberhasilan Rakernis ini menjadi simbol kesiapan Polda Bali dalam menyongsong masa depan yang penuh dinamika dengan optimisme dan strategi yang matang.

Melalui strategi komunikasi yang kuat, Humas Polda Bali memastikan bahwa setiap kebijakan kepolisian tidak hanya dirasakan manfaatnya secara fisik, tetapi juga dipahami secara mendalam oleh setiap lapisan masyarakat. Langkah ini adalah bagian dari janji Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik di dunia nyata maupun di jagat maya, sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang senantiasa beradaptasi dengan zaman.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *