Bareskrim Polri Libas Mafia BBM dan LPG Bersubsidi, 672 Tersangka Berhasil Diringkus
TotoNews — Langkah tegas diambil oleh jajaran Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri dalam menjaga ketahanan energi nasional. Sepanjang periode tahun 2025 hingga April 2026, kepolisian berhasil membongkar jaringan besar penyalahgunaan BBM dan gas elpiji bersubsidi yang merugikan negara. Tidak main-main, sebanyak 672 orang tersangka dari 655 kasus berbeda kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.
Brigjen Mohammad Irhamni, Dirtipidter Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa operasi besar-besaran ini merupakan langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan serta gejolak harga bahan bakar di pasar. Kesenjangan harga antara produk subsidi dan nonsubsidi sering kali menjadi celah bagi para spekulan untuk mencari keuntungan ilegal di lapangan.
Skala Masif di 33 Provinsi
Sepanjang tahun 2025, intensitas penindakan mencapai puncaknya. Bareskrim bersama jajaran Polda di seluruh Indonesia berhasil memetakan 568 Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tersebar di 33 provinsi. Dari rangkaian penggerebekan tersebut, sebanyak 583 orang ditangkap karena terbukti terlibat dalam praktik mafia migas.
Misteri Surat Kaleng di Pusaran Kasus Pemerasan K3 Kemnaker: Pengakuan Mengejutkan Fahrurozi di Persidangan
“Ini adalah bukti betapa masifnya penyimpangan distribusi BBM dan elpiji, baik yang terjadi di pelosok Pulau Jawa maupun di luar Jawa,” ujar Irhamni dalam konferensi pers yang digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Barang Bukti Jutaan Liter BBM Disita
Keberhasilan Polri dalam mengamankan aset negara ini terlihat dari deretan barang bukti yang disita. Dalam kurun waktu satu tahun penuh di 2025, petugas berhasil mengamankan:
- 1.182.388 liter solar ilegal
- 127.019 liter Pertalite
- 17.516 tabung gas elpiji melon (3 kg)
- 516 tabung gas ukuran 5,5 kg
- 4.945 tabung gas 12 kg
- 422 tabung gas industri ukuran 50 kg
- 353 unit kendaraan operasional (roda empat dan roda enam)
Tren di Awal Tahun 2026
Memasuki kuartal pertama tahun 2026, tren kriminalitas di sektor elpiji bersubsidi dan BBM menunjukkan sedikit penurunan, namun tetap diwaspadai secara ketat. Sejak Januari hingga April 2026, polisi telah menindak 97 lokasi baru dengan total 89 tersangka yang diringkus.
Guncangan di Beirut: Komandan Senior Pasukan Elit Radwan Hizbullah Tewas dalam Serangan Udara Israel
Barang bukti tambahan yang berhasil diselamatkan pada awal 2026 mencakup lebih dari 112 ribu liter solar serta ribuan tabung gas berbagai ukuran. Irhamni menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku yang mencoba mengganggu distribusi energi untuk rakyat kecil.
Komitmen Pelayanan dan Laporan Masyarakat
Guna mempersempit ruang gerak para pelaku, Bareskrim Polri kini memperkuat koordinasi dengan seluruh Polda jajaran dan memperluas akses pengaduan. Masyarakat diajak untuk lebih proaktif dalam melaporkan segala bentuk kecurigaan terkait penyelewengan distribusi energi di lingkungan mereka.
“Kami telah membuka hotline khusus bagi masyarakat Indonesia. Setiap laporan yang masuk akan segera kami respons dengan tindakan hukum yang cepat dan terukur. Harapan kami, di tahun 2026 ini angka kriminalitas di sektor migas bisa ditekan seminimal mungkin,” tutup Irhamni dengan optimis.
Tragedi Lebanon: Serangan Udara Israel Sasar Pemukiman Warga dan Rumah Sakit, Korban Jiwa Berjatuhan