CFD Bundaran HI Ditiadakan, Antusiasme Warga Tetap Memuncak Meski Tanpa Jalur Bebas Kendaraan

Rizky Ramadhan | Totonews
31 Mei 2026, 08:42 WIB
CFD Bundaran HI Ditiadakan, Antusiasme Warga Tetap Memuncak Meski Tanpa Jalur Bebas Kendaraan

TotoNews — Suasana pagi di jantung Ibu Kota biasanya riuh dengan deru mesin kendaraan yang berpacu di atas aspal. Namun, setiap hari Minggu, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) bertransformasi menjadi oase bagi para penggiat kebugaran melalui program Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Namun, ada yang berbeda pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. Alih-alih mendapati jalanan yang lengang dari polusi, warga Jakarta justru disambut dengan lalu lintas yang tetap beroperasi normal seperti hari kerja biasanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi memutuskan untuk meniadakan agenda Car Free Day (CFD) pada hari tersebut. Meski pengumuman telah disebarkan melalui berbagai kanal komunikasi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa magnet Bundaran HI sebagai pusat interaksi sosial dan olahraga masih terlalu kuat untuk dibendung. Pantauan tim di lokasi sejak pukul 07.50 WIB memperlihatkan pemandangan yang cukup kontras: kendaraan bermotor yang melaju berdampingan dengan warga yang tetap memaksakan diri untuk berolahraga.

Baca Juga

Strategi Baru KP2MI dan Pemprov Sulut: Memutus Rantai Pengiriman Pekerja Migran Ilegal

Strategi Baru KP2MI dan Pemprov Sulut: Memutus Rantai Pengiriman Pekerja Migran Ilegal

Antara Kebiasaan dan Ketidaktahuan Warga

Ribuan warga tampak memadati area trotoar hingga merembet ke bahu jalan. Tidak adanya pembatas jalan berupa traffic cone yang biasanya menandai jalur steril bagi pejalan kaki tidak menyurutkan langkah mereka. Para pelari santai (jogger) terlihat lincah meliuk-liuk di sela-sela kepadatan, sementara para pesepeda harus ekstra waspada mengayuh pedal mereka di tengah arus mobil dan bus TransJakarta yang melintas.

Fenomena ini menciptakan dinamika yang cukup berisiko di jalan raya. Kecepatan kendaraan yang melewati kawasan Bundaran HI terpaksa melambat secara signifikan. Para pengemudi tampaknya harus berbagi ruang dengan warga yang memanfaatkan lajur paling kiri untuk tetap menjalankan rutinitas kebugaran mingguan mereka. Meski tidak ada insiden serius yang dilaporkan, ketegangan kecil antara pengguna jalan dan masyarakat yang berolahraga sesekali terlihat di titik-titik penyempitan jalan.

Baca Juga

Tragedi di Balik Reruntuhan Puncak: Detik-Detik Tembok Penahan Tanah di Cianjur Merenggut Nyawa Buruh Harian

Tragedi di Balik Reruntuhan Puncak: Detik-Detik Tembok Penahan Tanah di Cianjur Merenggut Nyawa Buruh Harian

Kesaksian Warga yang ‘Kecele’ di Lapangan

Bagi sebagian warga, hari Minggu tanpa ke Bundaran HI terasa seperti ada yang kurang. Salah satu warga yang ditemui, Izan (20), mengaku tidak mengetahui informasi mengenai peniadaan Car Free Day kali ini. Datang dengan pakaian olahraga lengkap, ia sempat terkejut melihat bus dan mobil masih bebas berlalu-lalang di jalur yang biasanya ia gunakan untuk berlari tanpa beban.

“Sejujurnya saya tidak tahu kalau hari ini CFD ditiadakan. Saya datang ke sini ya seperti biasa saja, rutinitas setiap Minggu pagi. Ternyata ramai juga yang lain, jadi saya pikir ya sudahlah, tetap lanjut olahraga saja meski harus lebih hati-hati karena banyak mobil,” ujar Izan saat berbincang dengan tim kami di sela-sela waktu istirahatnya. Pernyataan Izan mencerminkan kondisi banyak warga lainnya yang menjadikan Bundaran HI sebagai titik temu sosial, terlepas dari ada atau tidaknya kebijakan HBKB.

Baca Juga

Menyongsong Indonesia Emas 2045: HNW Ajak Gen Z Yogyakarta Gali Nilai Sejarah Lewat LCC Empat Pilar

Menyongsong Indonesia Emas 2045: HNW Ajak Gen Z Yogyakarta Gali Nilai Sejarah Lewat LCC Empat Pilar

Mengapa CFD Ditiadakan? Simak Alasannya

Keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan sementara aktivitas HBKB pada 31 Mei 2026 bukanlah tanpa alasan yang kuat. Kebijakan ini diambil dalam rangka menghormati peringatan hari besar keagamaan, yakni Hari Raya Waisak. Penyesuaian jadwal ini merupakan praktik standar yang dilakukan pemerintah kota untuk memastikan kelancaran perayaan hari besar serta memberikan ruang bagi mobilitas masyarakat yang merayakannya.

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta sebenarnya telah merilis pengumuman ini jauh-jauh hari melalui akun media sosial resmi mereka. Dalam unggahan di akun Instagram @dishubdkijakarta pada Kamis, 28 Mei, otoritas terkait secara eksplisit menyatakan bahwa “HBKB Minggu 31 Mei 2026 ditiadakan”. Langkah ini diambil demi menjaga kondusivitas kota dan memberikan fleksibilitas bagi arus transportasi di jalur-jalur protokol.

Baca Juga

KPK Usul Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, PAN: Jangan Intervensi Kebebasan Berserikat

KPK Usul Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, PAN: Jangan Intervensi Kebebasan Berserikat

Landasan Hukum dan Regulasi HBKB di Jakarta

Peniadaan HBKB atau CFD ini bukanlah sebuah keputusan mendadak yang tanpa dasar hukum. Secara konstitusional, pelaksanaan maupun penghentian sementara hari bebas kendaraan bermotor mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan bertahun-tahun lalu. Dasar utamanya adalah Pasal 5 ayat (1) Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.

Dalam aturan tersebut, dijelaskan bahwa pelaksanaan HBKB dapat dibatalkan jika pada waktu yang bersamaan terdapat kegiatan atau acara yang bersifat khusus, baik itu skala nasional maupun internasional, yang memerlukan penggunaan jalur jalan tersebut untuk kepentingan yang lebih luas. Peringatan hari besar keagamaan seperti Waisak masuk dalam kategori agenda yang memungkinkan dilakukannya diskresi terhadap jadwal rutin CFD.

Pentingnya Literasi Digital bagi Masyarakat Urban

Banyaknya warga yang tetap datang ke lokasi menunjukkan masih adanya celah dalam penyampaian informasi publik. Meski era digital memudahkan akses berita, kecepatan arus informasi terkadang membuat pengumuman penting seperti jadwal olahraga mingguan ini terlewatkan. Pihak Dishub DKI terus mengimbau agar masyarakat lebih proaktif dalam memantau kanal komunikasi resmi pemerintah daerah sebelum memutuskan untuk menuju kawasan-kawasan tertentu pada hari libur.

Selain itu, fenomena warga yang tetap berolahraga di bahu jalan saat lalu lintas normal juga menjadi catatan penting terkait keselamatan publik. Ruang terbuka hijau dan fasilitas olahraga alternatif di Jakarta sebenarnya cukup banyak, namun sentralitas Bundaran HI sebagai simbol gaya hidup sehat di Jakarta sulit untuk digantikan oleh taman-taman kota lainnya.

Himbauan Keselamatan dan Alternatif Lokasi Olahraga

Bagi warga yang ingin tetap berolahraga di hari-hari di mana CFD ditiadakan, para ahli keselamatan jalan menyarankan untuk tetap berada di area trotoar yang telah direvitalisasi secara luas oleh Pemprov DKI. Menggunakan bahu jalan sangat berisiko, terutama saat volume kendaraan meningkat. Keamanan harus menjadi prioritas utama di atas semangat membakar kalori.

Beberapa alternatif lokasi yang bisa dikunjungi saat CFD ditiadakan antara lain Taman Suropati, Taman Menteng, atau kawasan Gelora Bung Karno (GBK) yang memiliki fasilitas jalur lari mandiri yang terpisah dari jalur kendaraan bermotor. Edukasi mengenai jadwal Dishub dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan di masa mendatang.

Meskipun pagi ini ribuan warga sempat merasa ‘kecele’, semangat untuk menjaga kebugaran tetap terasa kental di udara Jakarta. CFD direncanakan akan kembali digelar secara normal pada hari Minggu berikutnya, dengan catatan tidak ada agenda besar nasional yang mengharuskan penggunaan jalur protokol tersebut secara penuh. Mari kita tetap jaga kesehatan dan keselamatan, serta selalu update dengan informasi terkini demi kenyamanan bersama di ruang publik.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *