Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi: Ambisi Rp 12 Triliun Demi Pangkas Waktu Tempuh Bali Jadi Separuh

Siti Aminah | Totonews
08 Apr 2026, 14:24 WIB
Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi: Ambisi Rp 12 Triliun Demi Pangkas Waktu Tempuh Bali Jadi Separuh

TotoNews — Wajah infrastruktur di Pulau Dewata bersiap mengalami transformasi besar. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini tengah memacu akselerasi pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi, sebuah proyek ambisius yang digadang-gadang menjadi jalur bebas hambatan terpanjang di Bali. Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas tantangan kemacetan yang kian krusial sekaligus upaya memperkuat konektivitas bali sebagai jantung pariwisata nasional.

Revolusi Waktu Tempuh: Dari 6 Jam Menjadi 3 Jam

Bagi para pelancong maupun masyarakat lokal, perjalanan melintasi Bali dari ujung barat ke wilayah tengah seringkali memakan waktu yang melelahkan akibat kepadatan lalu lintas. Namun, masa depan menjanjikan perubahan signifikan. Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, mengungkapkan bahwa kehadiran jalan tol ini dirancang secara khusus untuk memangkas durasi perjalanan secara drastis. Jika biasanya rute Gilimanuk menuju Mengwi menghabiskan waktu sekitar enam jam, nantinya perjalanan tersebut dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang lebih tiga jam saja.

Baca Juga

Antisipasi Gejolak Timur Tengah, Indonesia Alihkan Bidikan Impor Minyak ke Nigeria dan Gabon

Antisipasi Gejolak Timur Tengah, Indonesia Alihkan Bidikan Impor Minyak ke Nigeria dan Gabon

Proyek sepanjang 96,84 kilometer ini bukan sekadar pembangunan jalan biasa, melainkan sebuah investasi masa depan dengan estimasi nilai mencapai Rp 12,7 triliun. Melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), proyek infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Diana merincikan bahwa dari total kebutuhan investasi tersebut, biaya konstruksi dianggarkan sebesar Rp 8,52 triliun, dengan dukungan konstruksi tambahan yang mencapai angka Rp 9 triliun sebagai bagian dari perencanaan teknis yang komprehensif.

Target Operasional dan Tahapan Pengembangan

Meskipun urgensi proyek ini sangat tinggi, pemerintah tetap mengedepankan aspek keberlanjutan dan legalitas yang matang. Saat ini, pihak kementerian sedang merampungkan berbagai dokumen krusial, mulai dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), analisis dampak lalu lintas, hingga perencanaan pengadaan lahan yang presisi. Segala persiapan administratif ini ditargetkan rampung agar proses lelang atau pengadaan badan usaha dapat dimulai pada tahun 2027 mendatang.

Baca Juga

Kritik Tajam Menkeu Purbaya: Sebut Bank Dunia Salah Hitung dan Tebar Sentimen Negatif Ekonomi RI

Kritik Tajam Menkeu Purbaya: Sebut Bank Dunia Salah Hitung dan Tebar Sentimen Negatif Ekonomi RI

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jalan tol kebanggaan warga Bali ini diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada tahun 2031. “Kami berharap proses pengadaan badan usaha bisa dimulai pada 2027, sehingga pada tahun 2031 tol ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat,” jelas Diana dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta beberapa waktu lalu.

Penyesuaian Strategis: Fokus pada Seksi II dan III

Dinamika pembangunan infrastruktur berskala besar seringkali memerlukan penyesuaian di lapangan. Sebelumnya, proyek ini sempat melalui fase evaluasi kelayakan yang cukup panjang. Berdasarkan perkembangan terbaru di awal 2026, terdapat perubahan peta pembangunan. Pemerintah memutuskan untuk tetap melanjutkan pengerjaan pada Seksi II (Pekutatan-Soka) dan Seksi III (Soka-Mengwi).

Baca Juga

Strategi Cerdik Kemendag: Bidik Pasar Asia dan Afrika di Tengah Bara Geopolitik Timur Tengah

Strategi Cerdik Kemendag: Bidik Pasar Asia dan Afrika di Tengah Bara Geopolitik Timur Tengah

Di sisi lain, pembangunan Seksi I yang menghubungkan Gilimanuk ke Pekutatan diputuskan untuk tidak dilanjutkan dengan pertimbangan teknis dan kepadatan penduduk. Kepala Dinas PUPRP Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengonfirmasi perubahan rencana tersebut berdasarkan arahan dari otoritas pusat. Kendati ada penyesuaian pada salah satu seksi, komitmen untuk menghadirkan solusi transportasi modern di Bali tetap menjadi prioritas utama guna menyokong ekosistem pariwisata yang lebih efisien dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *