Viral ASN DKI ‘Sulap’ Pelat Merah Jadi Putih ke Puncak, Pramono Anung Beri Teguran Keras
TotoNews — Integritas seorang aparatur sipil negara (ASN) kembali menjadi sorotan tajam setelah sebuah insiden di jalur Puncak, Bogor, memicu reaksi keras dari pucuk pimpinan Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas menyatakan tidak akan memberikan ruang toleransi bagi oknum anak buahnya yang kedapatan memanipulasi identitas kendaraan operasional milik negara.
Kabar mengenai mobil dinas (mobdin) berpelat merah yang mendadak berubah identitas menjadi pelat putih demi menghindari perhatian publik saat melintas di kawasan wisata Puncak telah viral di berbagai platform media sosial. Pramono Anung mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi identitas oknum tersebut dan langkah disiplin segera diambil.
Teguran Keras dari Balai Kota
Ditemui di Balai Kota Jakarta pada Selasa (7/4/2026), Pramono mengungkapkan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa fasilitas negara seharusnya digunakan sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa perlu ada upaya kamuflase yang merusak citra instansi.
Ketegangan Pagi Hari di Sudirman: Viral Penumpang KRL Terlibat Adu Jotos, KAI Commuter Buka Suara
“Saya melihat sendiri videonya dan Pak Sekda juga sudah melaporkan hal ini. Kami pastikan ada teguran keras untuk itu. Tindakan seperti ini jelas tidak diperbolehkan,” ujar Pramono dengan nada serius. Ia menambahkan bahwa ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta harus menjadi teladan bagi masyarakat, bukan justru mengakali aturan untuk kepentingan pribadi atau kenyamanan sesaat.
Menurut Pramono, perbedaan antara kendaraan dinas dan pribadi harus tetap dijaga. Mengubah pelat nomor hanya akan menciptakan kesan negatif di mata publik. “Kalau memang harus menggunakan kendaraan dinas, ya gunakanlah sebagaimana mestinya. Jangan dirubah-rubah, itu terlihat sekali perbedaannya dan justru memancing kecurigaan,” imbuhnya.
Dalih Pembuatan Konten Promosi Aset
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, memberikan penjelasan lebih rinci terkait latar belakang keberadaan ASN tersebut di wilayah Bogor. Diketahui, oknum tersebut bertugas di salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).
SBY Beri Peringatan Keras: Eskalasi Perang di Timur Tengah Bisa Menghantam Ekonomi Dunia Hingga Berantakan
Uus menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari Kepala BPAD, ASN yang bersangkutan saat itu sedang berada di kawasan Cimacan untuk menjalankan tugas kedinasan, yakni memproduksi konten promosi untuk salah satu aset milik Pemprov DKI Jakarta di hari libur. Namun, yang menjadi persoalan mendasar bukanlah tugasnya, melainkan keputusan untuk mengubah pelat nomor kendaraan dinas tersebut.
“Permasalahan utamanya adalah kendaraannya diubah menjadi pelat putih. Saat ini proses pemeriksaan sedang berjalan dan yang bersangkutan sudah diberikan teguran agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” jelas Uus.
Terjaring Patroli Rutin Satlantas Polres Bogor
Aksi nekat pemobil tersebut terungkap saat personel Satlantas Polres Bogor melakukan patroli rutin di jalur Puncak pada Minggu (5/4). Saat itu, polisi tengah memberlakukan sistem satu arah (one way) untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Kecam Keras Maraknya Kasus Pelecehan Seksual di Kampus: Tidak Ada Toleransi!
Kecurigaan polisi muncul ketika melihat sebuah mobil dengan pelat nomor sipil berwarna putih yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen, barulah terungkap fakta mengejutkan bahwa kendaraan tersebut aslinya memiliki pelat nomor merah atau kendaraan dinas operasional.
Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, menyatakan bahwa tindakan manipulasi pelat nomor ini adalah pelanggaran hukum. “Saat petugas melakukan pengecekan data kendaraan di lapangan, ditemukan ketidaksesuaian antara pelat yang terpasang dengan STNK. Pelat aslinya berwarna merah, namun diganti dengan pelat putih palsu,” pungkasnya.