Gema Perdamaian Paskah 2026: Pesan Persaudaraan Global dari Pemimpin Bangsa dan Dunia

Rizky Ramadhan | Totonews
10 Apr 2026, 15:50 WIB
Gema Perdamaian Paskah 2026: Pesan Persaudaraan Global dari Pemimpin Bangsa dan Dunia

TotoNews — Perayaan Paskah 2026 kali ini hadir sebagai momentum refleksi mendalam bagi umat manusia di seluruh penjuru bumi. Di tengah bayang-bayang ketegangan global yang belum mereda, sejumlah tokoh nasional hingga pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia serempak menyuarakan pesan serupa: perdamaian harus menjadi prioritas di atas segala kepentingan politik dan kekuasaan.

Harapan Kedamaian dari Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto turut memberikan atensi khusus pada perayaan suci ini. Melalui pernyataan resminya, ia menitipkan harapan agar semangat Paskah dapat menyentuh setiap sanubari rakyat Indonesia, khususnya umat Nasrani, untuk terus merawat kebaikan bersama.

“Selamat Hari Paskah kepada saudara-saudara umat Nasrani,” ungkap Prabowo sebagaimana dikutip dari akun media sosial resminya pada Minggu (5/4/2026). Dalam pesan yang disertai visual penuh makna tersebut, Presiden menekankan bahwa kedamaian bangsa adalah fondasi utama bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

Baca Juga

Diplomasi Tegas Donald Trump: Klaim Persatuan Uni Eropa Melawan Ambisi Nuklir Iran dan Ultimatum Perdagangan

Diplomasi Tegas Donald Trump: Klaim Persatuan Uni Eropa Melawan Ambisi Nuklir Iran dan Ultimatum Perdagangan

Megawati Soekarnoputri: Paskah Sebagai Jalan Pembebasan

Nada reflektif juga datang dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Baginya, Paskah merupakan simbol transformasi besar dari kegelapan menuju cahaya terang. Ia mengajak masyarakat untuk melihat makna pengorbanan Yesus Kristus di Jalan Salib sebagai bentuk kasih tanpa batas yang melampaui sekat-sekat kemanusiaan.

“Paskah adalah jalan pembebasan yang memerdekakan manusia dari kegelapan, menjadi terang dan kasih,” tutur Megawati. Ia juga menyelipkan doa agar rahmat Tuhan senantiasa menyertai langkah bangsa Indonesia menuju tatanan hidup yang lebih harmonis dan penuh persaudaraan.

Ketegasan Gereja terhadap Konflik Global

Di Jakarta, suasana khidmat menyelimuti Gereja Katedral saat Kardinal Ignatius Suharyo memimpin Misa Paskah Pontifikal. Dalam khotbahnya, Kardinal menegaskan posisi Gereja Katolik yang berdiri teguh di garis depan perjuangan perdamaian dunia. Ia menyoroti bagaimana arah kepemimpinan Paus saat ini sangat vokal menentang segala bentuk kekerasan bersenjata.

Baca Juga

Tragedi Kereta Bekasi Memasuki Babak Baru: 31 Saksi Diperiksa, Polisi Telisik Potensi Kelalaian

Tragedi Kereta Bekasi Memasuki Babak Baru: 31 Saksi Diperiksa, Polisi Telisik Potensi Kelalaian

Kardinal Suharyo bahkan mengutip pernyataan keras dari Takhta Suci yang menyebut bahwa doa para pemimpin yang memicu perang tidak akan didengarkan oleh Tuhan. “Perang hanya menyisakan luka yang dalam, bukan hanya bagi dunia secara fisik, tetapi bagi martabat umat manusia itu sendiri,” tegasnya.

Visi Dunia Baru dari Paus Leo XIV

Dari pusat Katolik dunia di Vatikan, Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian dalam perayaan Paskah pertamanya sebagai Paus. Dalam pidato Malam Paskah yang emosional, ia menyerukan terbentuknya sebuah “dunia baru” yang bebas dari isolasi antarnegara dan ketidakadilan sistemik.

Paus mengecam keras konflik yang masih berkecamuk di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berdampak langsung pada kehidupan umat di Yerusalem dan Lebanon. Di tengah suasana yang lebih suram akibat perang, ia mendesak para pemimpin dunia untuk segera menemukan solusi diplomatik guna mengakhiri pertumpahan darah. Baginya, persatuan global adalah satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan peradaban dari kehancuran.

Baca Juga

Dampak KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 8 Perjalanan Kereta Api Terpaksa Dibatalkan

Dampak KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 8 Perjalanan Kereta Api Terpaksa Dibatalkan
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *