Skandal Foto AI di Aplikasi JAKI: Kelurahan Kalisari Kena Semprot Pemprov DKI

Rizky Ramadhan | Totonews
10 Apr 2026, 09:50 WIB
Skandal Foto AI di Aplikasi JAKI: Kelurahan Kalisari Kena Semprot Pemprov DKI

TotoNews — Integritas sistem pelayanan publik digital di Jakarta tengah menjadi sorotan tajam setelah sebuah laporan warga di aplikasi JAKI diduga ditindaklanjuti dengan menggunakan bukti foto hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Insiden yang sempat viral di media sosial ini memicu reaksi keras dari jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang segera melakukan investigasi mendalam terhadap oknum di tingkat kelurahan.

Kejadian ini bermula saat seorang warga melaporkan adanya praktik parkir liar yang mengganggu di sebuah kawasan perumahan di Jakarta Timur. Dalam laporan awalnya, warga menyertakan foto yang menunjukkan deretan mobil terparkir di bahu jalan dengan seorang petugas berpaju oranye berdiri di lokasi. Namun, kejutan muncul saat status laporan dinyatakan selesai. Foto bukti tindak lanjut yang diunggah justru memperlihatkan jalanan yang sudah bersih dari kendaraan, tetapi dengan sudut pandang (angle) yang identik secara presisi, hanya saja detail pakaian petugas tampak sedikit tidak wajar—sebuah ciri khas manipulasi visual berbasis teknologi.

Baca Juga

Waspada Puncak Kemarau Agustus 2026: BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrem di Wilayah Selatan

Waspada Puncak Kemarau Agustus 2026: BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrem di Wilayah Selatan

Konfirmasi dan Langkah Tegas Pemprov DKI

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, membenarkan adanya temuan penggunaan teknologi AI untuk memalsukan bukti kinerja tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) bersama Biro Pemerintahan, memang ditemukan indikasi kuat adanya manipulasi gambar.

“Sejauh ini setelah dicek memang demikian (benar memakai foto AI). Hal ini selaras dengan temuan di lapangan oleh tim terkait,” ujar Prastowo saat dikonfirmasi oleh tim TotoNews pada Minggu (5/4/2026). Ia menegaskan bahwa saat ini oknum yang terlibat tengah menjalani proses pemeriksaan sesuai dengan regulasi kepegawaian yang berlaku. Sanksi tegas menanti setelah tahapan pemeriksaan rampung.

Baca Juga

Siasat Licin PT TSL Terbongkar: Bareskrim Ungkap Gurita Perusahaan Cangkang di Balik Penyelundupan HP Ilegal China

Siasat Licin PT TSL Terbongkar: Bareskrim Ungkap Gurita Perusahaan Cangkang di Balik Penyelundupan HP Ilegal China

Kelurahan Kalisari Mendapat Teguran Keras

Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengungkapkan rasa sesalnya atas insiden yang mencoreng dedikasi ribuan petugas lapangan lainnya. Sebagai langkah awal, pihak pemerintah DKI telah menjatuhkan surat teguran tertulis kepada pihak Kelurahan Kalisari yang terindikasi kuat melakukan pemalsuan dokumen tindak lanjut.

Tak hanya sekadar teguran, Budi memaparkan lima langkah strategis yang akan diambil Pemprov DKI untuk menjaga marwah pelayanan publik:

  • Memberikan teguran tertulis resmi kepada Kelurahan Kalisari atas dugaan pemalsuan bukti.
  • Mengalihkan kembali aduan tersebut kepada Dinas Perhubungan sebagai instansi yang berwenang menangani urusan perparkiran.
  • Menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Daerah yang secara eksplisit melarang penggunaan AI dalam penyampaian bukti tindak lanjut pengaduan.
  • Memberikan pengarahan khusus dalam forum Townhall Meeting guna memperbaiki mekanisme penanganan keluhan warga.
  • Berkoordinasi dengan Inspektorat untuk merumuskan sanksi berat bagi OPD atau BUMD yang terbukti melakukan praktik serupa di masa depan.

Komitmen Menjaga Kepercayaan Publik

Budi menambahkan bahwa integritas adalah harga mati dalam proses verifikasi aduan masyarakat. Selama periode Januari hingga Maret 2026, tercatat ada sekitar 62.571 aduan yang masuk melalui berbagai kanal, termasuk sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM). Dengan rata-rata 20 ribu lebih laporan per bulan, beban kerja memang tinggi, namun hal itu bukan alasan untuk melakukan jalan pintas yang tidak jujur.

Baca Juga

Langkah Diplomasi Myanmar: Aung San Suu Kyi Resmi Dipindahkan ke Tahanan Rumah

Langkah Diplomasi Myanmar: Aung San Suu Kyi Resmi Dipindahkan ke Tahanan Rumah

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang tidak hanya aktif melapor, tetapi juga kritis mengecek kembali hasil tindak lanjut kami. Partisipasi publik seperti inilah yang membantu kami mengidentifikasi celah dalam sistem pengawasan,” tutup Budi. Kedepannya, Diskominfotik akan memperkuat sistem verifikasi gambar menggunakan algoritma pendeteksi rekayasa digital agar kejadian memalukan ini tidak terulang kembali di masa depan.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *