Mendes Yandri Susanto Pacu Potensi Ekonomi Luwuk Utara Lewat Pengembangan Desa Tematik Buah Naga
TotoNews — Langkah nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi di tingkat akar rumput terus digencarkan oleh pemerintah pusat. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menunjukkan komitmen kuatnya dengan turun langsung menemui warga di Desa Lenyek, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah misi untuk memastikan program desa tematik berjalan optimal di seluruh pelosok Indonesia.
Menilik Potensi Buah Naga dan Wisata Desa Lenyek
Dalam dialog hangat bersama masyarakat setempat, Yandri mengungkapkan kekagumannya terhadap pilihan Desa Lenyek yang menetapkan buah naga sebagai komoditas unggulan. Transformasi desa menjadi pusat produksi buah naga ini dinilai sebagai langkah cerdas dalam membangun kemandirian ekonomi. Tidak hanya soal pertanian, potensi desa wisata di wilayah tersebut juga dianggap sangat menjanjikan dan layak untuk dipoles lebih serius.
Perayaan Paskah Nasional Golkar 2026: Simbol Inklusivitas dan Kepedulian Sosial bagi Bangsa
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemendes PDT berjanji akan mengucurkan bantuan strategis bagi Desa Lenyek. Bantuan ini nantinya akan dialokasikan untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), optimalisasi perkebunan buah naga, hingga pengembangan infrastruktur pendukung wisata. “Insya Allah, akan ada bantuan khusus dari kementerian. Kami memiliki berbagai program unggulan mulai dari desa ekspor hingga pasar desa. Saya akan berkoordinasi langsung dengan Pak Bupati untuk menentukan skala prioritas yang paling dibutuhkan masyarakat di sini,” ujar Yandri.
Merespons Aspirasi: Pendidikan dan Gizi Jadi Prioritas
Kunjungan kerja ini juga menjadi ajang bagi warga untuk menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Masalah akses infrastruktur, minimnya ruang kelas, hingga belum meratanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi poin utama yang dikeluhkan warga kepada Menteri Yandri.
Misi Besar Satgas Haji Polri: Memutus Mata Rantai Penipuan dan Praktik Haji Ilegal
Mendengar keluhan tersebut, Yandri Susanto bertindak cepat dengan berjanji melakukan koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia secara khusus menyoroti kondisi SD Lenyek di mana para siswa terpaksa belajar di luar kelas karena keterbatasan fasilitas.
“Tadi saya mendengar kabar bahwa anak-anak di SD Lenyek harus belajar di luar karena tidak ada ruang kelas. Saya akan berbicara dengan Bapak Abdul Mu’ti (Mendikdasmen) agar sekolah ini segera dibantu. Kita ingin anak-anak di desa ini tumbuh menjadi orang-orang hebat,” tegasnya penuh empati.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pembangunan Desa
Terkait program gizi, Yandri juga akan berkomunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan program MBG bisa segera dirasakan oleh siswa-siswi di pelosok Banggai. Ia berharap kehadiran negara melalui kunjungannya ini dapat membedah kebuntuan masalah yang ada dan memaksimalkan potensi desa yang selama ini belum tergarap dengan baik.
Wapres Gibran Rakabuming Kecam Keras Predator Seksual di Pati: Tak Ada Ruang Bagi Pelaku Kekerasan Anak
Kunjungan strategis ini turut dihadiri oleh Bupati Banggai, Amirudin, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Banggai, serta didampingi oleh Kepala BPI Kemendes PDT, Mulyadin Malik. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Luwuk Utara.