Kado Terindah Setengah Abad, Pabrik Bridgestone Indonesia Sabet Penghargaan PROPER Emas

Bagus Setiawan | Totonews
14 Apr 2026, 20:43 WIB
Kado Terindah Setengah Abad, Pabrik Bridgestone Indonesia Sabet Penghargaan PROPER Emas

TotoNews — Perjalanan lima dekade PT Bridgestone Tire Indonesia di kancah industri otomotif tanah air mencapai puncaknya dengan raihan prestasi gemilang di bidang lingkungan. Dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), raksasa ban ini berhasil memboyong predikat Peringkat Emas untuk pabriknya di Karawang (Karawang Plant) serta Peringkat Hijau untuk fasilitas produksi di Bekasi (Bekasi Plant).

Pencapaian ini terasa sangat istimewa karena menjadi kali pertama bagi Bridgestone Indonesia menyabet predikat ‘Emas’. Momen bersejarah ini pun seolah menjadi kado ulang tahun paling berkesan, mengingat perusahaan baru saja merayakan eksistensinya yang ke-50 tahun di Indonesia. Tak hanya itu, Bridgestone juga mengukuhkan posisinya sebagai satu-satunya produsen industri ban di tanah air yang mampu menembus standar tertinggi dalam penilaian lingkungan tersebut.

Baca Juga

Ekspansi Agresif BYD di Jepang: Penjualan Naik Dua Kali Lipat di Tengah Tantangan Subsidi

Ekspansi Agresif BYD di Jepang: Penjualan Naik Dua Kali Lipat di Tengah Tantangan Subsidi

Wujud Nyata Bridgestone E8 Commitment

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyatakan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata dari pilar keberlanjutan yang mereka usung. “PROPER Peringkat Emas ini menjadi kado paling indah karena bertepatan dengan ulang tahun emas atau 50 tahun Bridgestone hadir di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di masa depan,” tegasnya.

Langkah ini selaras dengan Bridgestone E8 Commitment, sebuah kerangka kerja global yang mengedepankan nilai-nilai sustainability dalam operasional perusahaan. KLH menilai Bridgestone telah menunjukkan konsistensi dalam memitigasi dampak lingkungan, mulai dari pengelolaan limbah produksi yang presisi, pengurangan polusi, hingga pemanfaatan energi terbarukan dan upaya konservasi sumber daya yang terukur.

Baca Juga

Sengketa Merek Berakhir, Denza Siap Bersalin Nama Menjadi Danza di Pasar Indonesia

Sengketa Merek Berakhir, Denza Siap Bersalin Nama Menjadi Danza di Pasar Indonesia

Transformasi Industri Melalui PROPER

Pada periode penilaian 2024-2025, persaingan untuk mendapatkan predikat ini semakin ketat. Sebanyak 5.476 perusahaan dari beragam sektor turut berpartisipasi, angka yang melonjak 22 persen dibandingkan tahun lalu. Tren positif ini menandakan bahwa sektor industri kini semakin sadar akan pentingnya akuntabilitas terhadap ekosistem alam.

Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan bahwa PROPER kini telah bertransformasi. Bukan lagi sekadar alat administrasi untuk memeriksa kepatuhan, melainkan penggerak perubahan besar. “PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Hanif.

Dari ribuan peserta, tercatat 282 perusahaan yang berhasil masuk dalam kategori beyond compliance (melampaui kepatuhan). Di antaranya adalah 39 perusahaan berperingkat Emas, termasuk Bridgestone, dan 243 perusahaan berperingkat Hijau. Prestasi ini menegaskan bahwa kinerja lingkungan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan menuju arah yang lebih hijau.

Baca Juga

Buntut Persulit Warga Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama, Kepala Samsat Resmi Dinonaktifkan

Buntut Persulit Warga Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama, Kepala Samsat Resmi Dinonaktifkan
Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *