Indonesia Terpilih Sebagai Tamu Kehormatan di Pameran Buku Internasional Tunisia 2026, Diplomasi Literasi Kian Gemilang
TotoNews — Sorot lampu dunia literasi internasional kini tengah tertuju pada Indonesia. Kabar membanggakan datang dari Afrika Utara, di mana Indonesia secara resmi didapuk sebagai Tamu Kehormatan atau Guest of Honor dalam gelaran bergengsi Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 yang akan datang.
Pengumuman prestisius ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah global. Bertempat di kawasan strategis Elkram, Tunis, pameran literasi akbar tersebut dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 23 April hingga 3 Mei 2026 mendatang.
Apresiasi dan Kepercayaan Tinggi dari Tunisia
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah Tunisia atas mandat tersebut. Kepercayaan ini dinilai bukan sekadar undangan biasa, melainkan bentuk pengakuan dunia atas kekayaan intelektual dan tradisi literasi yang dimiliki bangsa Indonesia.
Misi Diplomasi di Kremlin: Prabowo Gandeng Putin Navigasi Geopolitik Dunia yang Kian Bergejolak
“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Presiden Kais Said dan Menteri Kebudayaan Tunisia. Menjadi Tamu Kehormatan di edisi ke-40 ini adalah sebuah kehormatan besar bagi kami semua,” ujar Zuhairi dalam sebuah jumpa pers resmi yang juga dihadiri oleh Direktur Pelaksana Pameran, Muhammad Shaleh al-Kadri, beserta jajaran pejabat tinggi kementerian setempat.
Momentum ini seolah membangkitkan memori indah pada tahun 2015, di mana Indonesia juga meraih posisi serupa di Frankfurt Book Fair, Jerman. Kehadiran Indonesia di Tunisia diprediksi akan semakin mempererat hubungan bilateral antara kedua negara melalui jembatan ilmu pengetahuan dan pertukaran gagasan.
Membawa Pemikiran Bung Karno hingga Gus Dur ke Panggung Dunia
Dalam partisipasi kali ini, Indonesia tidak hanya hadir sebagai tamu formalitas. Persiapan matang tengah dilakukan dengan rencana memboyong lebih dari 1.000 judul buku pilihan. Menariknya, koleksi literasi tersebut akan tersaji dalam berbagai bahasa dunia, mulai dari bahasa Indonesia, Arab, Inggris, hingga Prancis, guna memastikan pesan yang dibawa dapat tersampaikan dengan baik kepada audiens internasional.
Amien Rais Disentil Golkar Soal Isu Prabowo-Teddy: Sarmuji Sebut Kurang Kontrol Diri
Selain pameran fisik, TotoNews mencatat akan ada berbagai sesi diskusi mendalam yang membedah khazanah pemikiran tokoh-tokoh besar bangsa. Karya-karya monumental dari Bung Karno, Gus Dur, hingga Buya Syafii Maarif akan menjadi bahan dialog intelektual yang hangat di tengah masyarakat Tunisia.
“Kami bertekad mengenalkan wajah Nusantara yang kaya akan pemikiran moderat, toleran, dan progresif. Ini adalah kesempatan emas untuk mempromosikan kebudayaan serta identitas nasional kita kepada dunia,” tambah Zuhairi dengan nada optimis.
Skala Pameran yang Masif di Afrika Utara
Pameran Buku Internasional Tunisia edisi ke-40 ini dipastikan akan berlangsung sangat meriah. Muhammad Shaleh al-Kadri menyebutkan bahwa setidaknya terdapat 37 negara yang telah mengonfirmasi partisipasi mereka, dengan melibatkan lebih dari 400 penerbit dari berbagai belahan dunia.
Tragedi Maut di Pademangan: Pemotor Tewas Tergilas Truk Trailer di Jalan RE Martadinata
Dengan status sebagai bintang utama pameran, Indonesia diharapkan mampu memberikan warna unik dan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pengaruh intelektual Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional.