Menguak Siasat Licin ‘The Doctor’: Gurita Narkoba Internasional, Rekening Proksi, hingga Kedok Dana Amal
TotoNews — Tabir gelap jaringan narkotika internasional yang dikendalikan oleh sosok misterius berinisial Andre Fernando alias “The Doctor” kini mulai tersingkap. Bareskrim Polri terus melakukan pengejaran intensif, tidak hanya terhadap peredaran zat terlarang tersebut, tetapi juga melacak jejak kotor pencucian uang yang dilakukan secara sistematis melalui berbagai rekening penampungan.
Jejaring Internasional dan Keterlibatan Oknum
Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa Andre Fernando Tjhandra bukan sekadar pemain lokal. Ia memiliki jangkauan hingga ke Malaysia dan menjalin sinergi dengan Koh Erwin, seorang bandar besar di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Nama “The Doctor” sendiri mencuat sebagai buronan utama setelah pihak kepolisian berhasil membongkar skandal yang melibatkan oknum aparat di Polres Bima Kota.
Ekspansi Besar Sekolah Rakyat: Gus Ipul Usulkan Tambahan 5.000 Guru ke KemenPAN-RB
Kasus ini semakin memanas ketika diketahui adanya dugaan aliran dana perlindungan sebesar Rp 2,8 miliar yang mengalir kepada AKP Maulangi dan AKBP Didik Putra Kuncoro. Dana tersebut disinyalir berasal dari Erwin bin Iskandar alias Koko Erwin, salah satu pilar dalam sindikat ini. Meski sempat berupaya melarikan diri melalui jalur laut ilegal menuju Malaysia pada Februari 2026, pelarian Koko Erwin berakhir di tangan petugas.
Modus Rekening Proksi dan Jebakan Media Sosial
Untuk mengamankan hasil kejahatannya, Andre Fernando menggunakan kaki tangannya guna mencari “rekening proksi” atau rekening milik orang lain sebagai wadah penampungan uang. Berdasarkan penelusuran Bareskrim Polri, empat orang penyedia rekening telah diamankan, yakni DEH (47), L (45), TZR, dan M alias Bang Ja.
Grace Natalie Buka Suara Terkait Kontroversi Video Jusuf Kalla: Tidak Ada Masalah Pribadi, Itu Hanya Respons Warga Negara
Menariknya, salah satu tersangka mengaku terjerat melalui interaksi di media sosial. Bang Ja mengungkapkan bahwa dirinya mengenal sosok berinisial Muhammad HP melalui fitur live di TikTok. Berawal dari pemberian ‘gift’ yang royal, komunikasi berlanjut hingga Bang Ja diminta mencarikan rekening bank dengan imbalan jutaan rupiah. Strategi ini digunakan sindikat untuk memutus rantai identitas antara bandar dan pembeli sehingga sulit dilacak oleh otoritas keuangan.
Angka Fantastis di Balik Transaksi ‘Amal’
Skala bisnis haram ini tidak main-main. Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan bahwa total perputaran uang dalam empat rekening utama tersebut menyentuh angka Rp 124.052.487.704. Arus uang ini berasal dari 2.134 transaksi yang tercatat dalam periode Agustus 2024 hingga Maret 2026.
Kemenkes Perketat Aturan Vape: Disetarakan dengan Rokok Mulai Juli 2026, Apa Saja Poinnya?
Guna mengelabui sistem pengawasan perbankan, sindikat ini menggunakan metode layering dengan mencantumkan keterangan transaksi yang menipu. Beberapa di antaranya meliputi:
- Keterangan bertuliskan “Amal” untuk menyamarkan uang haram.
- Label “Cicilan Utang” agar terlihat seperti transaksi personal biasa.
- Keterangan jual beli kendaraan, seperti “DP BMW 2013” atau “DP unit Venturer”.
Distribusi Narkotika Jenis Baru
Sebagai distributor berskala internasional, jaringan narkoba “The Doctor” tidak hanya bermain di ranah sabu konvensional. Mereka diketahui memasok berbagai jenis narkotika modern, mulai dari happy water hingga cairan vape yang mengandung zat berbahaya etomidate dengan label merek mewah seperti Ferrari dan Lamborghini.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap Andre Fernando alias The Doctor yang masih dalam status buron. Pengungkapan rekening proksi ini menjadi pintu masuk penting untuk meruntuhkan kekaisaran bisnis haram yang telah merugikan negara dan merusak generasi muda tersebut.
Misi Damai Islamabad: Pakistan Apresiasi Langkah Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran