Menelisik Fenomena ‘Circle’ Koruptor: Peran Orang Dekat dalam Pusaran Arus Harta Haram

Rizky Ramadhan | Totonews
22 Apr 2026, 08:45 WIB
Menelisik Fenomena 'Circle' Koruptor: Peran Orang Dekat dalam Pusaran Arus Harta Haram

TotoNews — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini menyingkap sebuah realitas pahit di balik skandal rasuah yang kerap mengguncang tanah air. Lembaga antirasuah tersebut menyoroti munculnya fenomena ‘circle’ atau lingkaran orang-orang terdekat para koruptor yang kini menjadi tameng sekaligus mesin penggerak dalam menyembunyikan kekayaan hasil kejahatan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa keterlibatan lingkaran dalam ini bukan lagi sekadar kebetulan. Dalam berbagai kasus korupsi yang ditangani, pola keterlibatan pihak-pihak di sekitar pelaku utama semakin terlihat nyata. Mereka bertindak sebagai perantara yang sangat licin dalam proses layering atau pelapisan aliran dana.

Modus Operandi: Berlapis dan Terorganisir

Budi menjelaskan bahwa ‘circle’ ini memiliki peran yang krusial, mulai dari tahap perencanaan hingga upaya pengamanan aset. Mereka tidak hanya terlibat saat modus operandi korupsi dijalankan, tetapi juga menjadi benteng untuk menyamarkan asal-usul uang agar sulit dilacak oleh penegak hukum.

Baca Juga

Langkah Strategis BPJPH: Gandeng BPOM Guna Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional

Langkah Strategis BPJPH: Gandeng BPOM Guna Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional

“Lingkaran ini sering kali dimanfaatkan untuk menyamarkan dan mengalirkan uang yang diduga berasal dari tindak pidana. Mereka menjadi sarana penampung yang efektif,” ujar Budi dalam keterangan resminya. Pihak-pihak yang terlibat biasanya terdiri dari keluarga inti, orang kepercayaan, rekan kerja, hingga kolega dalam jaringan politik.

Peta Keterlibatan di Berbagai Daerah

Penelusuran KPK menemukan contoh nyata fenomena ini di beberapa wilayah, seperti Pemkab Pekalongan, Bekasi, dan Tulungagung. Di Pekalongan, misalnya, muncul dugaan manipulasi tender proyek yang sengaja dimenangkan oleh perusahaan milik keluarga sang bupati.

Kisah serupa terjadi di Bekasi, di mana ayah dari Bupati Ade Kuswara Kunang diduga berperan aktif dalam menampung uang suap ijon proyek dari pihak swasta. Sementara itu, di Tulungagung, skema ini melibatkan ajudan atau ADC yang dipercaya untuk menagih serta mengepul ‘jatah’ dari berbagai perangkat daerah.

Baca Juga

Abadikan Jejak Agresi, Iran Ubah Reruntuhan Universitas Isfahan Menjadi Museum Perang

Abadikan Jejak Agresi, Iran Ubah Reruntuhan Universitas Isfahan Menjadi Museum Perang

Tak berhenti di sana, fenomena serupa juga terdeteksi dalam pusaran kasus di Pemkab Cilacap, Ponorogo, Pemprov Riau, hingga skandal importasi di Ditjen Bea dan Cukai. Ini membuktikan bahwa tindak pidana pencucian uang kini telah berevolusi menjadi sebuah ekosistem yang terstruktur.

Korupsi sebagai Ekosistem yang Kompleks

Menurut Budi, korupsi saat ini bekerja layaknya sebuah ekosistem yang saling menguntungkan bagi para pelakunya. Ada pihak yang mengatur strategi, ada yang menjalankan instruksi di lapangan, dan ada pula yang bertugas menyimpan harta tersebut dengan aman. Jabatan publik yang seharusnya netral kini sering kali dijadikan alat balas jasa atau sumber pembiayaan politik.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa jabatan publik kerap menjadi titik temu berbagai kepentingan yang menyimpang,” tegasnya.

Baca Juga

Ribuan Buruh Kepung Gedung DPR RI Hari Ini, Suarakan Penghapusan Outsourcing dan Reformasi Upah

Ribuan Buruh Kepung Gedung DPR RI Hari Ini, Suarakan Penghapusan Outsourcing dan Reformasi Upah

Melacak Jejak Digital dan Aliran Dana

Untuk memutus rantai ini, KPK terus memperkuat deteksi aliran uang dengan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kolaborasi ini memungkinkan tim penyidik untuk memetakan pola pergerakan uang secara detail dan mengidentifikasi setiap individu yang terlibat dalam skema penyamaran tersebut.

Dukungan data dari PPATK menjadi kunci utama bagi KPK dalam mengungkap lapisan-lapisan transaksi yang sengaja dibuat rumit untuk mengelabui petugas. Dengan pemetaan ini, diharapkan tidak ada lagi celah bagi ‘circle’ koruptor untuk menikmati hasil jarahan mereka.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *