Tragedi Longsor Ambon: Talud TPU Galunggung Ambruk, 10 Kerangka Jenazah Tersapu ke Halaman Masjid
TotoNews — Cuaca ekstrem yang melanda Maluku kembali memicu duka mendalam. Akibat intensitas hujan yang tak kunjung reda, talud penahan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) kawasan Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dilaporkan ambruk diterjang longsor pada Selasa malam.
Kronologi Kejadian di Balik Hujan Deras
Bencana hidrometeorologi ini bermula saat hujan lebat mengguyur wilayah Kota Ambon tanpa henti. Kondisi tanah yang labil membuat dinding penahan makam yang berada tepat di sisi kiri Masjid Muhajirin tersebut tidak sanggup menahan beban material tanah, hingga akhirnya roboh dan menimbun area sekitarnya.
Natsir Rumra, pengurus Masjid Muhajirin, menceritakan detik-detik mencekam saat material tanah bercampur puing bangunan meluncur deras ke halaman tempat ibadah. Tak hanya tanah dan batu, longsoran tersebut membawa serta kerangka jenazah yang sebelumnya terkubur tenang di area pemakaman tersebut.
Drama Pembajakan MT Honour 25: Nasib 4 Pelaut Indonesia di Tangan Perompak Somalia
Evakuasi dan Temuan Kerangka yang Berserakan
Pemandangan memilukan terlihat pasca-kejadian. Sedikitnya terdapat 10 kerangka jenazah yang ditemukan dalam kondisi berserakan di tengah material tanah dan puing. “Longsor itu merusak makam hingga kerangka jenazah terlempar sampai ke halaman masjid,” ujar Natsir dengan nada prihatin.
Menyadari situasi tersebut, warga setempat bersama pengurus masjid segera melakukan aksi cepat tanggap untuk mengevakuasi bagian-bagian kerangka tersebut dari tumpukan bencana alam ini. Upaya pembersihan dilakukan secara gotong-royong demi menjaga martabat jenazah yang terdampak.
Status Identifikasi Korban
Hingga informasi terakhir dihimpun oleh tim redaksi, dari total 10 kerangka yang berhasil dikumpulkan, baru 5 di antaranya yang identitasnya dapat dipastikan. Berikut adalah poin-poin penanganan terkini:
Update Kasus Pembunuhan Nus Kei: Penyidikan Dimulai, Dua Tersangka Hadapi Ancaman Hukuman Mati
- Lima kerangka telah berhasil diidentifikasi berdasarkan catatan makam dan informasi pihak keluarga.
- Pihak pengelola makam bersama warga telah menyerahkan kerangka yang teridentifikasi kepada keluarga masing-masing untuk proses pemakaman kembali secara layak.
- Lima kerangka lainnya masih dalam proses pendataan lebih lanjut mengingat beberapa bagian tertimbun material longsor yang cukup berat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang sering kali memicu bencana tak terduga di wilayah perbukitan Ambon. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah preventif guna memperkuat struktur talud di lokasi-lokasi rawan longsor lainnya agar tragedi serupa tidak terulang kembali.