Tragedi di Santa Cruz: Hakim Senior Bolivia Victor Hugo Claure Tewas Diberondong Peluru

Rizky Ramadhan | Totonews
02 Mei 2026, 04:45 WIB
Tragedi di Santa Cruz: Hakim Senior Bolivia Victor Hugo Claure Tewas Diberondong Peluru

TotoNews — Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari ranah hukum Amerika Latin. Victor Hugo Claure, seorang hakim senior yang menjabat di pengadilan lingkungan hidup Bolivia, dilaporkan tewas mengenaskan setelah menjadi sasaran aksi penembakan brutal. Insiden maut ini terjadi saat sang hakim tengah menumpangi sebuah taksi di jalanan kota Santa Cruz.

Kronologi Penembakan di Malam Kelam

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Kamis malam, 30 April 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi, Claure sedang dalam perjalanan menggunakan layanan taksi ketika dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba memepet kendaraan korban. Tanpa ampun, pelaku melepaskan serentetan tembakan ke arah taksi tersebut.

Komandan Polisi Santa Cruz, David Gomez, mengonfirmasi kejadian tragis ini dalam sebuah konferensi pers resmi. Beliau menyebutkan bahwa Victor Hugo Claure menderita empat luka tembak yang sangat fatal. Meskipun sempat diupayakan untuk mendapatkan pertolongan medis, sang hakim menghembuskan napas terakhirnya sebelum berhasil mencapai rumah sakit terdekat.

Baca Juga

Membongkar Sindikat Ekspor Motor Curian: Polda Metro Jaya Sita 1.494 Unit dari Gudang Rahasia di Jaksel

Membongkar Sindikat Ekspor Motor Curian: Polda Metro Jaya Sita 1.494 Unit dari Gudang Rahasia di Jaksel

Dugaan Motif Sengketa Tanah

Hingga saat ini, pihak kepolisian Bolivia masih bekerja keras untuk mengungkap dalang di balik pembunuhan hakim ini. Penyelidikan awal mengarah pada dugaan kuat bahwa serangan ini berkaitan dengan profesi korban. Claure dikenal sebagai hakim paling senior di lembaga yang menangani kasus-kasus lingkungan hidup, sebuah posisi yang kerap bersentuhan dengan sengketa tanah yang sensitif di wilayah tersebut.

Jaksa Penuntut Umum, Alberto Zeballos, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi bukti-bukti penting guna mempercepat proses penyelidikan. “Kami memiliki rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menangkap detik-detik kejadian, serta keterangan dari para saksi mata yang saat itu berada di dalam taksi bersama korban,” ungkap Zeballos.

Baca Juga

Tragedi di Kedung Jaya: Ketika Hujan Deras dan Drainase Buruk Meruntuhkan Dinding Rumah Warga Bogor

Tragedi di Kedung Jaya: Ketika Hujan Deras dan Drainase Buruk Meruntuhkan Dinding Rumah Warga Bogor

Respon Pemerintah dan Pengamanan Ketat

Kejadian ini langsung memicu kekhawatiran mengenai keselamatan para pejabat hukum di Bolivia. Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang segera memperketat pengamanan bagi 13 hakim senior lainnya guna mencegah terjadinya serangan susulan. Isu mengenai keamanan pejabat tinggi kini menjadi prioritas utama pemerintah setempat.

Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, dalam pernyataan resminya menyampaikan rasa solidaritas yang mendalam kepada keluarga besar Victor Hugo Claure. Ia juga mengimbau publik agar tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada pihak kepolisian. Presiden menegaskan agar masyarakat tidak menyebarkan spekulasi liar yang dapat mengganggu jalannya investigasi kriminalitas internasional ini.

Kematian Victor Hugo Claure meninggalkan lubang besar dalam sistem peradilan lingkungan di Bolivia. Rekam jejaknya yang panjang sebagai hakim senior menjadikannya sosok yang disegani, namun sekaligus rentan terhadap ancaman dari pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh putusan pengadilan yang tegas.

Baca Juga

Babak Baru Kewenangan Audit: Baleg DPR Bakal Panggil BPK dan MA Bahas Putusan MK Terkait Kerugian Negara

Babak Baru Kewenangan Audit: Baleg DPR Bakal Panggil BPK dan MA Bahas Putusan MK Terkait Kerugian Negara
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *