Update Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta: Pramono Anung Segera Umumkan Harga Baru Pasca Evaluasi

Rizky Ramadhan | Totonews
08 Mei 2026, 12:43 WIB
Update Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta: Pramono Anung Segera Umumkan Harga Baru Pasca Evaluasi

TotoNews — Dinamika transportasi publik di Jakarta kembali memasuki babak baru. Setelah sukses menjalankan masa uji coba selama beberapa bulan terakhir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah bersiap untuk menetapkan kebijakan tarif permanen bagi layanan Transjabodetabek rute Blok M menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan sinyal kuat bahwa keputusan mengenai besaran ongkos perjalanan ini akan segera diketuk palu dalam waktu dekat.

Kepastian ini muncul seiring dengan berakhirnya periode evaluasi tiga bulanan yang sebelumnya telah dicanangkan sejak layanan ini resmi mengaspal. Dalam sebuah kesempatan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Pramono Anung menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru namun tetap bergerak pasti untuk menentukan angka yang proporsional bagi masyarakat dan keberlanjutan operasional armada bus tersebut.

Baca Juga

Prabowo Subianto dan Tito Karnavian Perkuat Sinergi Legislatif Daerah di Akmil Magelang Menuju Indonesia Emas 2045

Prabowo Subianto dan Tito Karnavian Perkuat Sinergi Legislatif Daerah di Akmil Magelang Menuju Indonesia Emas 2045

Menanti Hasil Evaluasi Tiga Bulan

Sebagaimana diketahui, saat pertama kali diluncurkan pada Maret lalu, layanan Transjabodetabek rute SH2 (Blok M-Bandara Soetta) ini menjadi primadona baru bagi para pelaju dan wisatawan. Pramono Anung menjelaskan bahwa masa promosi dengan tarif flat Rp 3.500 merupakan bagian dari strategi pengenalan sekaligus upaya memberikan kado spesial bagi warga selama masa libur Idul Fitri yang lalu.

“Tarif TJ pada waktu saya secara resmi mencanangkan, kan pada waktu itu dikasih periode untuk tiga bulan. Dan tiga bulan kan belum selesai, baru akan selesai, dan segera akan kita putuskan untuk itu,” ujar Pramono dengan nada optimis. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari volume penumpang, efisiensi bahan bakar, hingga respon pengguna terhadap waktu tempuh di rute tersebut.

Baca Juga

Ketegangan di Perbatasan: Israel Perintahkan Penghancuran Total Infrastruktur Hizbullah di Lebanon Selatan

Ketegangan di Perbatasan: Israel Perintahkan Penghancuran Total Infrastruktur Hizbullah di Lebanon Selatan

Mengapa Tarif Bandara Harus Berbeda?

Satu hal yang ditegaskan oleh orang nomor satu di Jakarta ini adalah kemungkinan adanya diferensiasi tarif. Berbeda dengan layanan Transjakarta reguler yang memiliki tarif seragam, rute menuju gerbang udara internasional ini memiliki karakteristik operasional yang jauh lebih kompleks. Pramono memaparkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menjaga standar layanan ke Bandara Soekarno-Hatta jauh lebih tinggi dibandingkan rute dalam kota biasa.

Ada beberapa variabel kunci yang menjadi pertimbangan utama Pemprov DKI dalam menggodok tarif baru ini:

  • Jarak Tempuh yang Signifikan: Rute dari Blok M menuju Tangerang melintasi jalur yang cukup panjang dengan beban mesin yang lebih berat.
  • Banyaknya Titik Pemberhentian: Meskipun bertujuan ke bandara, bus ini tetap berfungsi sebagai pengumpan di beberapa halte strategis, yang berarti ada biaya tambahan setiap kali bus melambat dan berakselerasi kembali.
  • Biaya Parkir dan Akses Bandara: Berbeda dengan terminal biasa, area parkir dan zonasi di Bandara Soetta memiliki skema biaya khusus yang harus ditanggung oleh operator.

“Kenapa yang Soekarno-Hatta berbeda? Karena yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga kosnya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain. Maka tentunya pengeluarannya juga tidak supaya subsidinya tidak terlalu tinggi,” urai Pramono kepada awak media.

Baca Juga

Wajah Baru Polsek Panipahan: Transformasi Pelayanan Humanis dan Komitmen Total Bebas Narkoba

Wajah Baru Polsek Panipahan: Transformasi Pelayanan Humanis dan Komitmen Total Bebas Narkoba

Keseimbangan Antara Subsidi dan Layanan

Isu subsidi transportasi memang menjadi topik hangat di meja pemerintahan. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk tetap memberikan subsidi agar transportasi publik tetap terjangkau, namun di sisi lain, kesehatan fiskal daerah juga harus dijaga. Jika tarif terus dipatok di angka Rp 3.500, maka beban subsidi yang harus ditanggung APBD akan membengkak, mengingat biaya operasional rute bandara yang mencapai berkali-kali lipat dari tarif tersebut.

Bocoran yang beredar di kalangan internal menyebutkan bahwa tarif baru kemungkinan besar akan berada di kisaran Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Angka ini dianggap sebagai titik tengah yang adil (win-win solution), di mana masyarakat tetap mendapatkan akses murah dibandingkan menggunakan taksi daring atau kendaraan pribadi, sementara pemerintah bisa mengalokasikan anggaran subsidi secara lebih efisien untuk pengembangan rute-rute lainnya.

Baca Juga

Buntut Kontroversi Tahanan Rumah Yaqut, Ketua KPK Setyo Budiyanto Masih Menunggu Panggilan Dewas

Buntut Kontroversi Tahanan Rumah Yaqut, Ketua KPK Setyo Budiyanto Masih Menunggu Panggilan Dewas

Apresiasi dari Wilayah Penyangga

Langkah berani Pramono Anung dalam membuka akses Transjabodetabek ke bandara ini juga mendapat apresiasi luas, termasuk dari Pemerintah Kota Tangerang. Kehadiran bus rute Blok M-Soetta dianggap mampu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi yang menuju bandara melalui jalan tol maupun jalan arteri. Integrasi moda transportasi antarwilayah ini menjadi kunci sukses dalam memecahkan masalah kemacetan kronis di wilayah Jabodetabek.

Pihak Transjakarta sendiri melaporkan bahwa selama masa uji coba, antusiasme warga sangat tinggi. Banyak pekerja bandara yang sebelumnya harus mengeluarkan biaya besar untuk transportasi harian, kini merasa sangat terbantu dengan adanya bus ini. Oleh karena itu, penetapan tarif baru diharapkan tidak menyurutkan minat warga untuk terus menggunakan moda transportasi massal.

Langkah Strategis Menuju Integrasi Total

Penyesuaian tarif ini bukan sekadar soal angka, melainkan bagian dari visi besar Jakarta untuk menciptakan sistem transportasi yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan tarif yang tepat, Pemprov DKI dapat terus melakukan peremajaan armada dan penambahan jumlah bus sehingga waktu tunggu atau headway bisa ditekan seminimal mungkin.

Masyarakat kini menantikan pengumuman resmi yang akan dikeluarkan setelah proses penghitungan di Dinas Perhubungan selesai. Pramono Anung berjanji bahwa transparansi akan menjadi prioritas, dan setiap kebijakan yang diambil pastinya sudah mempertimbangkan daya beli masyarakat luas. Bagi Anda pengguna setia rute Bandara Soekarno-Hatta, ada baiknya mulai bersiap dengan penyesuaian tarif yang akan segera diberlakukan ini.

Penetapan tarif ini juga diharapkan menjadi momentum bagi perbaikan fasilitas pendukung lainnya, seperti integrasi halte dengan area kedatangan bandara yang lebih nyaman dan sistem pembayaran non-tunai yang semakin praktis. Jakarta terus bersolek, dan transformasi transportasi publik adalah wajah utama dari perubahan tersebut.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *