Aksi Nyata Andre Rosiade: Melepas Kloter Terakhir Haji Sumbar dengan Bekal Tambahan 100 Riyal

Rizky Ramadhan | Totonews
09 Mei 2026, 12:42 WIB
Aksi Nyata Andre Rosiade: Melepas Kloter Terakhir Haji Sumbar dengan Bekal Tambahan 100 Riyal

TotoNews — Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti Bandara Internasional Minangkabau saat rombongan terakhir jamaah haji asal Sumatera Barat bersiap memulai perjalanan suci mereka. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, hadir langsung untuk melepas keberangkatan Kloter 14 Embarkasi Padang pada Sabtu (9/5/2026). Kehadiran tokoh nasional asal Minang ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah bentuk dukungan moril bagi para tamu Allah yang akan berangkat menuju Tanah Suci.

Sentuhan Kemanusiaan di Ambang Keberangkatan

Dalam momen pelepasan yang penuh khidmat tersebut, Andre Rosiade didampingi oleh Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumbar, M Rifki. Andre tampak membaur, berdialog, dan menyalami satu per satu jamaah yang telah lama menanti momen keberangkatan ini. Kloter 14 sendiri merupakan kelompok terbang penutup yang menandai berakhirnya rangkaian pemberangkatan jamaah haji dari Bumi Minangkabau untuk musim haji tahun 2026.

Baca Juga

Tragedi Berdarah di Kyiv: Pria Bersenjata Tewaskan 5 Orang dalam Aksi Penyanderaan Brutal

Tragedi Berdarah di Kyiv: Pria Bersenjata Tewaskan 5 Orang dalam Aksi Penyanderaan Brutal

Namun, ada pemandangan menarik yang mengundang decak kagum para jamaah. Sebagai bentuk perhatian pribadi dan apresiasi kepada warga Sumatera Barat, Andre Rosiade memberikan kejutan berupa tambahan uang saku sebesar 100 riyal untuk setiap jamaah. Langkah ini diambil Andre untuk memberikan sedikit keleluasaan finansial bagi para jamaah selama menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah.

“Kami ingin memberikan sedikit hadiah bagi bapak dan ibu sekalian. Uang saku tambahan sebesar 100 riyal per jamaah ini adalah bentuk dukungan kami sebagai wakil rakyat dari Sumatera Barat. Memang bantuan dari pemerintah sudah ada sebesar 750 riyal, namun tambahan ini semoga bisa bermanfaat untuk menambah kebutuhan harian atau ‘uang jajan’ di sana,” tutur Andre Rosiade di hadapan ratusan jamaah yang tampak sumringah menerima perhatian tersebut.

Baca Juga

Tragedi Pembunuhan Kacab Bank: Kesaksian Mertua Ungkap Detik-Detik Mencekam Penculikan oleh Oknum TNI

Tragedi Pembunuhan Kacab Bank: Kesaksian Mertua Ungkap Detik-Detik Mencekam Penculikan oleh Oknum TNI

Evaluasi Layanan Haji: Transformasi yang Terasa Nyata

Sebagai legislator yang duduk di Komisi VI, Andre Rosiade memiliki fokus tajam terhadap pelayanan publik. Dalam kunjungannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh stakeholder yang terlibat, mulai dari jajaran Kemenhaj, petugas embarkasi, hingga otoritas bandara. Menurut pengamatannya, kualitas pelayanan haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya melihat sendiri bagaimana pancaran kepuasan dari wajah jamaah kita. Transformasi layanan benar-benar terasa, mulai dari kenyamanan di asrama, transportasi bus yang memadai, hingga proses di bandara yang berjalan sangat cepat dan efisien. Ini adalah bukti bahwa pemerintah terus berbenah dan serius memberikan yang terbaik bagi tamu Allah,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut.

Baca Juga

Gencarkan Patroli Malam, Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Pesta Miras dan Amankan Remaja di Jakarta Timur

Gencarkan Patroli Malam, Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Pesta Miras dan Amankan Remaja di Jakarta Timur

Andre juga menekankan bahwa kecepatan layanan di bandara sangat krusial, mengingat banyak jamaah yang sudah berusia lanjut. Dengan sistem yang terintegrasi dan responsif, kelelahan fisik jamaah dapat diminimalisir sebelum mereka menempuh penerbangan panjang menuju Arab Saudi.

Visi Strategis: Menuju Kampung Haji Modern

Tidak hanya berbicara soal kondisi saat ini, Andre Rosiade juga menyinggung komitmen jangka panjang Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu proyek mercusuar yang sedang direncanakan adalah pembangunan ‘Kampung Haji’ di Tanah Suci. Proyek ini bertujuan untuk menyatukan fasilitas akomodasi jamaah Indonesia dalam satu kawasan modern yang dikelola secara profesional oleh pemerintah.

“Harapan kita ke depan, fasilitas asrama haji kita di tanah air terus di-upgrade. Dan yang paling penting, mudah-mudahan visi besar pemerintah untuk mewujudkan Kampung Haji bisa segera terealisasi. Dengan fasilitas modern yang terpusat, jamaah Indonesia akan mendapatkan pelayanan yang jauh lebih terjamin dan berkualitas tinggi,” tambah Andre optimis.

Baca Juga

Iran Ultimatum Amerika Serikat: Jalur Damai atau Eskalasi Militer di Selat Hormuz?

Iran Ultimatum Amerika Serikat: Jalur Damai atau Eskalasi Militer di Selat Hormuz?

Detail Kloter Terakhir dan Tantangan Kesehatan

Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M Rifki, memberikan rincian teknis mengenai Kloter 14 ini. Kelompok terbang terakhir ini terdiri dari 287 orang yang merupakan gabungan dari 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Uniknya, terdapat pula tujuh jamaah asal Bengkulu yang bergabung dalam kloter ini setelah sebelumnya sempat tertunda keberangkatannya karena alasan kesehatan.

“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pak Andre Rosiade. Secara keseluruhan, Embarkasi Padang tahun ini telah memberangkatkan total 5.402 jamaah. Kloter 14 ini adalah penutup perjuangan pemberangkatan kita di tahun ini,” jelas Rifki. Namun, ia juga memberikan catatan mengenai beberapa jamaah yang terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Terdapat dua jamaah yang hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Rifki menegaskan bahwa hak mereka untuk berangkat haji tidak akan hilang. “Jika tahun ini belum memungkinkan karena sakit, porsi mereka tetap aman untuk tahun depan. Bahkan jika kondisi fisik benar-benar tidak sanggup lagi, porsi tersebut bisa dilimpahkan kepada anggota keluarga sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Duka di Tanah Suci dan Fokus pada Jamaah Lansia

Di balik sukacita keberangkatan, terselip kabar duka yang menyentuh hati. Hingga berita ini diturunkan, tercatat dua jamaah asal Embarkasi Padang telah wafat saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Menanggapi hal ini, pemerintah memastikan bahwa seluruh hak jamaah yang meninggal akan ditunaikan, termasuk proses badal haji dan pengurusan asuransi bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tantangan utama penyelenggaraan haji tahun ini juga terletak pada demografi jamaah. Data menunjukkan bahwa sekitar 26 persen dari total jamaah Embarkasi Padang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti). “Ada sekitar 1.060 jamaah kita yang membutuhkan perhatian ekstra karena faktor usia dan kesehatan. Kami telah menyiagakan petugas medis dan pendamping untuk memastikan mereka dapat menjalankan rukun haji dengan aman dan nyaman,” tutup Rifki.

Dengan terbangnya Kloter 14, kini fokus utama dialihkan pada pemantauan jamaah selama di Arab Saudi hingga jadwal kepulangan nantinya. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk aksi nyata dari Andre Rosiade, diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para jamaah untuk fokus beribadah dan kembali ke tanah air sebagai Haji Mabrur.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *