Menembus Pelosok Trenggalek: Ibas Yudhoyono Pastikan Hak Listrik Warga Terpenuhi Demi Keadilan Sosial

Rizky Ramadhan | Totonews
10 Mei 2026, 12:42 WIB
Menembus Pelosok Trenggalek: Ibas Yudhoyono Pastikan Hak Listrik Warga Terpenuhi Demi Keadilan Sosial

TotoNews — Sinar harapan baru kini mulai berpendar di sudut-sudut tersembunyi Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Di balik perbukitan yang rimbun dan akses jalan yang menantang, sebuah langkah nyata untuk mewujudkan keadilan energi sedang berlangsung. Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, baru-baru ini melakukan peninjauan langsung terhadap program bantuan listrik di wilayah pelosok yang selama ini jarang tersentuh pembangunan maksimal.

Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremoni formal di atas kertas. Sebagai bagian dari rangkaian reses di Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, Ibas harus berhadapan langsung dengan realita medan yang ekstrem. Kabupaten Trenggalek yang dikenal dengan topografi pegunungannya memberikan tantangan tersendiri bagi rombongan. Akses jalan yang sempit, dipenuhi bebatuan tajam, serta kondisi permukaan yang licin akibat cuaca, membuat kendaraan dinas roda empat yang ditumpangi Ibas tak mampu melanjutkan perjalanan menuju Desa Salamwates.

Baca Juga

Harmoni Paskah 2026 di Bumi Sriwijaya: Sinergi Polda Sumsel dan TNI Raih Apresiasi Luas Tokoh Agama

Harmoni Paskah 2026 di Bumi Sriwijaya: Sinergi Polda Sumsel dan TNI Raih Apresiasi Luas Tokoh Agama

Perjuangan Menembus Batas: Mengendarai Motor Warga Demi Bertemu Rakyat

Tak mau menyerah oleh keadaan, Ibas menunjukkan dedikasinya dengan memilih melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor milik warga setempat. Di atas roda dua, ia membelah jalur setapak demi mencapai permukiman di jantung desa. Aksi ini menjadi simbol bahwa kehadiran negara tidak boleh terhenti oleh rintangan geografis. Peninjauan ini difokuskan pada pelayanan dasar masyarakat, terutama pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga yang menjadi urat nadi kehidupan modern.

Dalam agenda tersebut, Ibas memantau secara mendalam implementasi program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat ia mengunjungi kediaman Sukarni, seorang warga yang menjadi penerima manfaat program ini. Rumah sederhana milik Sukarni yang dulunya hanya mengandalkan penerangan seadanya, kini telah benderang. Cahaya lampu yang menyala bukan sekadar penerang ruangan, melainkan simbol hadirnya harapan baru bagi masa depan keluarga tersebut.

Baca Juga

Komitmen Keamanan Ibu Kota: Kapolda Metro Jaya Matangkan Strategi Lewat TFG Sispamkota 2026

Komitmen Keamanan Ibu Kota: Kapolda Metro Jaya Matangkan Strategi Lewat TFG Sispamkota 2026

Bukan Sekadar Lampu: Listrik Sebagai Instrumen Produktivitas

Ibas melangkah masuk ke dalam rumah warga untuk memastikan teknis bantuan berjalan sempurna. Ia mengecek secara detail tiga titik lampu yang kini telah terpasang rapi, lengkap dengan satu unit stop kontak yang mendapatkan daya sebesar 900 watt. Baginya, angka 900 watt bukan sekadar statistik teknis, melainkan daya yang cukup untuk memicu aktivitas ekonomi skala rumah tangga.

“Kita patut bersyukur, Pak. Saya titip agar instalasi listrik ini dijaga dan dirawat dengan baik. Bantuan tiga titik lampu dan satu stop kontak ini diharapkan mampu membuat rumah Bapak menjadi lebih nyaman. Lebih dari itu, saya ingin listrik ini membuat keluarga lebih produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Ibas dengan nada hangat saat berdialog dengan penerima manfaat pada Minggu (10/5/2026).

Baca Juga

Gebrakan Kemensos: Sentra Meohai Salurkan Rp1,4 Miliar Bantuan ATENSI ke Pelosok Sulawesi Tenggara

Gebrakan Kemensos: Sentra Meohai Salurkan Rp1,4 Miliar Bantuan ATENSI ke Pelosok Sulawesi Tenggara

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menegaskan filosofi di balik program ini. Menurutnya, akses terhadap energi listrik bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan hak fundamental setiap warga negara yang dilindungi oleh konstitusi. Ia berpendapat bahwa kemajuan sebuah bangsa diukur dari sejauh mana masyarakat di daerah terpencil bisa menikmati fasilitas yang sama dengan mereka yang tinggal di kota besar.

Komitmen Negara dan Sinergi Bersama PLN

Dalam pandangan Ibas, pemerataan akses listrik adalah wujud nyata dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa meskipun masyarakat tinggal di wilayah administratif yang sulit dijangkau, perhatian negara tidak boleh berkurang. Hal ini merupakan misi besar yang terus ia kawal di parlemen agar anggaran negara benar-benar menyentuh akar rumput.

Baca Juga

Niat Baik Berujung Petaka: Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Ibu yang Kasar ke Anak

Niat Baik Berujung Petaka: Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Ibu yang Kasar ke Anak

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN sebagai penyedia jasa listrik negara. Menurut Ibas, peran BUMN tersebut sangat vital dalam mengeksekusi visi besar pemerintah untuk menerangi nusantara hingga ke pelosok. “Terima kasih kepada PLN yang terus bekerja keras di lapangan. Ini adalah perusahaan negara yang menjadi kebanggaan kita semua. Tugas mengaliri listrik ke seluruh pelosok tanah air adalah bagian dari menjaga keadilan sosial agar listrik menyala di mana pun rakyat berada,” tambahnya.

Sorotan Terhadap Hunian Tak Layak dan Program Bedah Rumah

Meski kunjungan tersebut berfokus pada kelistrikan, naluri kemanusiaan Ibas terusik ketika ia melihat kondisi fisik beberapa rumah warga yang masih jauh dari kata layak. Di Desa Salamwates, ia menemukan fakta bahwa kebutuhan masyarakat melampaui sekadar masalah lampu. Masih banyak dinding yang rapuh dan atap yang bocor, yang menjadi pemandangan kontras di tengah upaya digitalisasi bangsa.

Ibas langsung memberikan instruksi kepada perangkat desa setempat untuk bertindak proaktif. Ia meminta adanya pembaruan data secara real-time mengenai kondisi kesejahteraan warga. Hal ini penting agar program seperti BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) atau program bedah rumah dapat disalurkan tepat sasaran.

“Hati saya sedih melihat masih ada warga yang tinggal di rumah yang belum layak. Kita harus mengawal ini bersama-sama. Mulai dari akses jalan yang harus diperbaiki hingga renovasi hunian. Satu per satu masalah ini harus kita selesaikan,” ungkap Ibas dengan penuh empati. Ia berkomitmen untuk terus mendorong anggaran renovasi rumah, mengingat pada tahun sebelumnya, ia telah berhasil mengawal bantuan renovasi bagi sekitar 200 unit rumah di Trenggalek.

Integrasi Data dan Harapan Masa Depan

Kehadiran Ibas di Trenggalek juga memastikan bahwa setiap warga miskin telah masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Seperti halnya Sukarni, Ibas memastikan status administratif warga agar mereka tidak luput dari berbagai bantuan sosial lainnya, baik itu bantuan pangan, kesehatan, maupun pendidikan. Integrasi data ini dianggap kunci utama efektivitas bantuan pemerintah.

Di Desa Salamwates sendiri, tercatat ada tujuh rumah lain yang juga menerima bantuan serupa dalam periode ini. Ibas berharap jumlah ini terus bertambah setiap tahunnya. Ia mendorong PLN untuk tetap lincah dalam memberikan pelayanan, mengingat anggaran negara telah disiapkan untuk pemerataan fasilitas publik.

Sebagai penutup, Ibas juga menyelipkan pesan visioner mengenai masa depan energi di Indonesia. Selain mengejar target rasio elektrifikasi 100 persen, ia berharap pemerintah dan penyedia layanan mulai memikirkan transisi ke energi terbarukan yang ramah lingkungan, agar generasi mendatang di pelosok Trenggalek tidak hanya mendapatkan listrik, tetapi juga lingkungan yang tetap lestari. Kunjungan ini pun berakhir dengan semangat optimisme, meninggalkan jejak cahaya di tengah sunyinya pegunungan Trenggalek.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *