Strategi Cerdas Mengemudi Pajero Sport: Tetap Irit Meski Harga BBM Diesel Meroket Hingga Rp 2 Juta per Tangki

Bagus Setiawan | Totonews
13 Mei 2026, 18:41 WIB
Strategi Cerdas Mengemudi Pajero Sport: Tetap Irit Meski Harga BBM Diesel Meroket Hingga Rp 2 Juta per Tangki

TotoNews — Fenomena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis diesel, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna otomotif tanah air. Bagaimana tidak, bagi para pemilik Pajero Sport, pemandangan angka di mesin SPBU yang menyentuh angka jutaan rupiah saat pengisian penuh (full tank) kini bukan lagi hal yang mengejutkan, melainkan sebuah realita pahit yang harus dihadapi. Dengan harga BBM diesel nonsubsidi yang melambung tinggi, biaya operasional kendaraan tangguh ini pun otomatis merangkak naik secara signifikan.

Bayangkan saja, jika Anda menggunakan produk bahan bakar berkualitas tinggi seperti Shell V-Power Diesel atau Vivo Primus yang harganya sempat bertengger di kisaran Rp 30.890 per liter, maka untuk mengisi tangki berkapasitas 68 liter milik Pajero Sport dari kondisi kosong, Anda harus menyiapkan dana sekitar Rp 2.100.520. Angka ini tentu cukup untuk membuat dahi berkerut. Namun, di balik tantangan finansial tersebut, TotoNews merangkum bahwa efisiensi konsumsi BBM sebenarnya bukan hanya soal apa yang diminum oleh mesin, melainkan juga tentang bagaimana sang pengemudi memperlakukan kendaraan tersebut di jalan raya.

Baca Juga

Efek Kenaikan Harga BBM Diesel: Isi Full Tank Toyota Fortuner Kini Tembus Rp 1,9 Juta, Innova Reborn Menyusul

Efek Kenaikan Harga BBM Diesel: Isi Full Tank Toyota Fortuner Kini Tembus Rp 1,9 Juta, Innova Reborn Menyusul

Memahami Karakter Mesin 4N15 MIVEC yang Legendaris

Pajero Sport dibekali dengan mesin berkode 4N15 berkapasitas 2.4L MIVEC dengan dukungan turbocharger. Di atas kertas, mesin ini adalah mahakarya engineering yang dirancang untuk menghasilkan tenaga besar namun tetap memperhatikan sisi efisiensi. Teknologi MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system) berfungsi untuk mengatur waktu bukaan katup agar mendapatkan performa optimal di setiap putaran mesin. Namun, secanggih apa pun teknologinya, hasil akhir di konsumsi bahan bakar tetap berada di ujung kaki pengemudi.

Mesin diesel modern ini sangat sensitif terhadap input pedal gas. Banyak pengemudi yang belum menyadari bahwa cara mereka menginjak pedal gas secara mendadak justru menjadi penyebab utama mengapa BBM Diesel cepat terkuras. Karakteristik mesin diesel yang memiliki torsi melimpah sejak putaran bawah seharusnya dimanfaatkan untuk gaya berkendara yang lebih santai namun tetap bertenaga, bukan dengan gaya mengemudi agresif yang tidak perlu.

Baca Juga

Membongkar Garasi dan Harta Kekayaan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama di Tengah Pusaran Skandal Suap Impor

Membongkar Garasi dan Harta Kekayaan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama di Tengah Pusaran Skandal Suap Impor

Seni Mengendalikan Pedal Gas: Teknik ‘Smooth Input’

Salah satu kunci utama yang ditekankan oleh para ahli dalam mengemudikan mobil SUV bongsor seperti Pajero Sport adalah kehalusan dalam menginjak pedal gas. Karena mesin diesel Pajero Sport sangat responsif, sedikit injakan saja sebenarnya sudah cukup untuk menggerakkan momentum mobil yang berat ini. TotoNews menyarankan teknik mengemudi seolah-olah ada telur di bawah pedal gas Anda; tekanlah secara perlahan dan progresif.

Hindari kebiasaan melakukan akselerasi mendadak atau hard acceleration hanya untuk sekadar menyalip jika kondisi tidak benar-benar mendesak. Setiap kali Anda menekan pedal gas secara dalam dalam waktu singkat, sistem injeksi bahan bakar akan menyemprotkan solar dalam volume besar ke ruang bakar untuk mengejar kebutuhan tenaga instan. Inilah yang membuat efisiensi menurun drastis. Dengan menjaga injakan pedal tetap konstan dan halus, aliran bahan bakar pun akan tetap stabil dan lebih terkontrol.

Baca Juga

Moge Inggris Murah Meriah! Triumph Tracker 400 Resmi Meluncur dengan Harga Rp 40 Jutaan

Moge Inggris Murah Meriah! Triumph Tracker 400 Resmi Meluncur dengan Harga Rp 40 Jutaan

Memaksimalkan Transmisi 8-Percepatan yang Efisien

Salah satu keunggulan mutlak dari Mitsubishi Pajero Sport adalah penggunaan transmisi otomatis 8-percepatan. Transmisi ini dirancang bukan tanpa alasan; jumlah gigi yang banyak memungkinkan mesin untuk selalu berada di zona nyaman atau RPM (Rotations Per Minute) yang rendah saat kendaraan sedang melaju konstan (cruising). Semakin rendah RPM mesin pada kecepatan tertentu, maka semakin sedikit siklus pembakaran yang terjadi, yang artinya konsumsi BBM pun lebih irit.

Pengemudi yang cerdas akan membiarkan transmisi berpindah ke gigi yang lebih tinggi secepat mungkin. Hindari sering melakukan kickdown (menekan pedal gas dalam-dalam hingga transmisi turun gigi) secara berlebihan. Pada kecepatan tinggi di jalan tol, manfaatkanlah fitur cruising dengan menjaga putaran mesin tetap stabil. Jika Anda merasa kendaraan sudah mencapai kecepatan yang diinginkan, angkat sedikit kaki Anda dari pedal gas agar transmisi berpindah ke gigi tertinggi, sehingga beban kerja mesin menjadi minimal.

Baca Juga

Polemik Harga Motor Listrik Makan Bergizi Gratis: EMMO JVX GT Diduga Mirip Produk Alibaba Senilai Rp 8 Juta

Polemik Harga Motor Listrik Makan Bergizi Gratis: EMMO JVX GT Diduga Mirip Produk Alibaba Senilai Rp 8 Juta

Manajemen Momentum dan Strategi Pengereman

Dalam fisika berkendara, menghentikan massa kendaraan yang berat seperti Pajero Sport memerlukan energi besar dari sistem rem, namun yang lebih mahal adalah energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan kembali mobil tersebut dari posisi diam atau lambat. Oleh karena itu, menjaga momentum adalah strategi vital dalam menghemat BBM irit.

Perhatikan kondisi jalan jauh ke depan. Jika Anda melihat lampu lalu lintas akan berubah menjadi merah atau ada kemacetan di depan, sebaiknya angkat kaki dari pedal gas lebih awal dan biarkan mobil meluncur dengan sisa momentumnya (engine braking). Menghindari pengereman mendadak berarti Anda tidak membuang energi gerak secara sia-sia. Dengan menjaga mobil tetap bergerak meskipun perlahan, mesin tidak perlu bekerja ekstra keras untuk mendapatkan kembali kecepatan awalnya dibandingkan jika Anda berhenti total.

Faktor Eksternal: Tekanan Ban dan Kebersihan Filter

Sering kali, faktor teknis di luar mesin diabaikan oleh para pemilik kendaraan. Salah satunya adalah tekanan angin pada ban. Ban yang kekurangan tekanan angin akan memiliki permukaan sentuh yang lebih lebar dengan aspal, yang meningkatkan rolling resistance atau hambatan gulung. Akibatnya, mesin harus mengeluarkan tenaga lebih besar hanya untuk membuat ban berputar. Pastikan tekanan angin ban Anda selalu berada di angka ideal sesuai rekomendasi pabrikan untuk memastikan mobil meluncur dengan hambatan seminimal mungkin.

Selain itu, aspek perawatan kendaraan secara berkala tidak bisa ditawar. Filter udara yang kotor akan menghambat pasokan oksigen ke ruang bakar, sehingga campuran bahan bakar dan udara menjadi tidak ideal. Begitu juga dengan filter solar yang tersumbat; beban pompa bahan bakar akan meningkat dan performa mesin menurun. Jangan lupakan penggantian oli mesin secara rutin dengan spesifikasi yang direkomendasikan, karena oli yang sudah jenuh akan meningkatkan gesekan internal di dalam mesin, yang lagi-lagi berujung pada pemborosan bahan bakar.

Kesimpulan: Gaya Hidup Berkendara di Era Diesel Mahal

Menghemat BBM saat harga melonjak hingga Rp 2 juta per tangki bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi pemilik Pajero Sport Dakar maupun varian lainnya. Dengan mengubah kebiasaan berkendara menjadi lebih halus, memahami karakter transmisi, menjaga momentum, serta memastikan kondisi teknis mobil tetap prima, Anda tetap bisa menikmati ketangguhan SUV ini tanpa harus terlalu sering merasa ‘sakit hati’ saat melihat struk tagihan di SPBU.

Pada akhirnya, teknologi canggih yang disematkan Mitsubishi pada Pajero Sport adalah alat, sementara efisiensi adalah hasil dari cara Anda menggunakan alat tersebut. Jadilah pengemudi yang bijak, yang tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga ketepatan dalam mengelola energi. Dengan begitu, perjalanan jauh bersama keluarga pun tetap terasa menyenangkan meskipun tantangan ekonomi terus membayangi dunia otomotif kita.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *