Langkah Strategis Kemensos dan BNN Banda Aceh: Memastikan Bantuan Eks Napza Tepat Sasaran dan Akuntabel

Rizky Ramadhan | Totonews
15 Apr 2026, 22:11 WIB
Langkah Strategis Kemensos dan BNN Banda Aceh: Memastikan Bantuan Eks Napza Tepat Sasaran dan Akuntabel

TotoNews — Upaya memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat pascarehabilitasi kini memasuki babak baru yang lebih selektif. Kementerian Sosial melalui Sentra Darussa’adah Aceh Besar secara resmi menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh untuk memastikan program bantuan bagi eks penyalahguna Napza benar-benar jatuh ke tangan yang tepat.

Langkah kolaboratif ini diwujudkan melalui sinkronisasi data penerima manfaat yang berlangsung di Kantor BNN Kota Banda Aceh pada Rabu (15/4). Fokus utamanya adalah menyaring data agar bantuan modal usaha maupun dukungan pemberdayaan lainnya tidak sekadar disalurkan, tetapi memiliki dampak nyata bagi proses pemulihan ekonomi para eks penyalahguna.

Validasi Data sebagai Kunci Akuntabilitas

Farhan Fathur, Kepala Pokja Eks Napza dan HIV Sentra Darussa’adah, menekankan bahwa integritas data adalah fondasi utama dalam menentukan kelayakan seorang penerima bantuan. Menurutnya, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tetap menjadi acuan primer, namun perlu diperkaya dengan data lapangan dari BNN mengenai rekam jejak rehabilitasi dan kesiapan mental calon penerima.

Baca Juga

Misi Damai di Islamabad: AS Bidik Kesepakatan Strategis dengan Iran Lewat Putaran Kedua

Misi Damai di Islamabad: AS Bidik Kesepakatan Strategis dengan Iran Lewat Putaran Kedua

“Penyelarasan ini sangat penting. Dengan data yang lebih komprehensif, kita bisa meminimalisir risiko bantuan salah sasaran. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang menerima bantuan adalah individu yang memang berkomitmen untuk mandiri secara ekonomi setelah menjalani masa pemulihan,” ujar Farhan dalam keterangannya kepada TotoNews.

Proses Seleksi yang Ketat dan Terukur

Menariknya, proses verifikasi yang dilakukan di lapangan tergolong sangat ketat. Farhan mengungkapkan sebuah fakta lapangan di mana dari lima calon penerima bantuan modal usaha yang diajukan, hanya satu orang yang akhirnya dinyatakan lolos kriteria setelah melalui penilaian mendalam. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme pengawasan berjalan secara objektif dan tidak asal bagi-bagi bantuan.

Baca Juga

Tegur Ibu yang Kasar pada Anak, Anggota TNI AD Justru Dikeroyok di Stasiun Depok Baru

Tegur Ibu yang Kasar pada Anak, Anggota TNI AD Justru Dikeroyok di Stasiun Depok Baru

Di sisi lain, Katim Pemberantasan BNN Kota Banda Aceh, Ridha Firdaus, menyambut positif inisiatif ini. Ia menilai program ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) dari Kemensos merupakan jembatan bagi para eks penyalahguna Napza untuk kembali berintegrasi ke masyarakat dengan cara yang produktif.

Sinergi Berkelanjutan di Masa Depan

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dan koordinasi ini. Ke depannya, BNN akan terus memantau eks penyalahguna yang telah kembali ke masyarakat, termasuk mereka yang saat ini tengah mengasah keterampilan di BLK Kemenaker Aceh. Sinergi data ini akan mempermudah kita dalam melakukan monitoring dan evaluasi bersama,” ungkap Ridha Firdaus.

Pertemuan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga menghasilkan kesepakatan konkret mengenai mekanisme pertukaran informasi secara berkala. Melalui komunikasi yang berkelanjutan, kedua instansi berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan yang lebih sehat dan transparan bagi masyarakat di wilayah Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Baca Juga

Skandal Perdagangan Satwa: Pencuri Komodo Asal Manggarai Timur Diringkus Polisi Usai Kabur ke Surabaya

Skandal Perdagangan Satwa: Pencuri Komodo Asal Manggarai Timur Diringkus Polisi Usai Kabur ke Surabaya
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *