Penghianatan Menantu Berujung Maut: Kronologi Pembunuhan Sadis Lansia di Pekanbaru yang Mengguncang Publik

Rizky Ramadhan | Totonews
03 Mei 2026, 08:42 WIB
Penghianatan Menantu Berujung Maut: Kronologi Pembunuhan Sadis Lansia di Pekanbaru yang Mengguncang Publik

TotoNews — Sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan baru saja mengoyak ketenangan warga di Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Pekanbaru, Riau. Seorang wanita lanjut usia, Dumaris Deniwati Boru Sitio (60), meregang nyawa dengan cara yang sangat brutal di kediamannya sendiri. Ironisnya, dalang di balik aksi pembunuhan sadis ini bukanlah orang asing, melainkan menantunya sendiri yang tega merencanakan aksi keji tersebut demi harta benda.

Awal Mula Penemuan Jasad Korban

Peristiwa berdarah ini terungkap pada Rabu, 29 April 2026, ketika suami korban, Salmon Meha (61), baru saja kembali ke rumah sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, Salmon sempat mengajak istrinya untuk mengurus pajak kendaraan, namun Dumaris memilih untuk tetap tinggal di rumah. Betapa hancurnya hati Salmon saat mendapati pintu rumah terbuka lebar dan kondisi kamar yang sudah acak-acakan.

Baca Juga

Tegur Ibu yang Kasar pada Anak, Anggota TNI AD Justru Dikeroyok di Stasiun Depok Baru

Tegur Ibu yang Kasar pada Anak, Anggota TNI AD Justru Dikeroyok di Stasiun Depok Baru

Setelah melakukan pencarian ke seluruh penjuru rumah, Salmon menemukan istrinya sudah tidak bernyawa di area dapur dengan luka parah akibat hantaman benda tumpul. Bercak darah yang tertinggal di kamar mandi menjadi saksi bisu betapa kerasnya pergumulan yang terjadi sebelum nyawa korban melayang. Salmon pun segera melaporkan kejadian kriminalitas Pekanbaru ini kepada pihak berwenang.

Rekaman CCTV: Sandiwara Menantu yang Terbongkar

Penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Riau membuahkan hasil cepat berkat bukti rekaman CCTV yang terpasang di lokasi kejadian. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah korban. Seorang wanita berinisial AF, yang merupakan menantu korban, terlihat masuk terlebih dahulu dengan mengenakan kaus hitam. Dengan berpura-pura bertamu, AF sempat menyalami mertuanya dengan ramah, sebuah gestur penghormatan yang ternyata hanyalah topeng untuk aksi perampokan.

Baca Juga

Revolusi Politik Hungaria: Peter Magyar Desak Presiden Mundur dan Bersihkan Sisa-Sisa Rezim Orban

Revolusi Politik Hungaria: Peter Magyar Desak Presiden Mundur dan Bersihkan Sisa-Sisa Rezim Orban

Tak lama setelah mereka berbincang, dua orang pria dan seorang wanita lain masuk menyusul. Di tengah percakapan, salah satu pelaku pria yang mengenakan masker secara tiba-tiba menghantam kepala korban menggunakan balok kayu berkali-kali hingga korban tidak berdaya. Sebelum melarikan diri, para pelaku sempat merusak kamera CCTV demi menghilangkan jejak, namun bukti awal sudah cukup bagi polisi untuk mengidentifikasi mereka.

Pengejaran Lintas Provinsi dan Penangkapan Para Pelaku

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari Resmob, Jatanras Polda Riau, dan Satreskrim Polresta Pekanbaru bergerak cepat melakukan pengejaran. Pelarian para pelaku berakhir di dua provinsi berbeda. “Alhamdulillah, sudah ada titik terang. Dua pelaku berhasil kami ringkus di Aceh Tengah, sementara dua lainnya, termasuk sang menantu, diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara,” ungkap Muharman.

Baca Juga

Iran Ultimatum Amerika Serikat: Jalur Damai atau Eskalasi Militer di Selat Hormuz?

Iran Ultimatum Amerika Serikat: Jalur Damai atau Eskalasi Militer di Selat Hormuz?

Motif utama dari perampokan maut ini diduga kuat adalah faktor ekonomi, di mana para pelaku membawa lari sejumlah perhiasan berharga dan uang valuta asing milik korban. Keempat pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum dengan ancaman hukuman yang sangat berat.

Atensi Khusus Kapolda Riau: Kewajiban Moral Polri

Kasus ini menarik perhatian serius dari Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Jenderal bintang dua tersebut menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini bukan sekadar menjalankan tugas penegakan hukum secara formal. Menurutnya, ada nilai kemanusiaan dan moralitas yang harus dijunjung tinggi oleh setiap personel kepolisian.

“Ini bukan sekadar tugas menegakkan hukum, tetapi merupakan kewajiban moral, sebuah imperatif kategoris yang harus tertanam dalam jiwa setiap personel bahwa kita adalah pelayan masyarakat,” tegas Irjen Herry. Beliau menekankan bahwa Polri berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan terhadap lansia dan memastikan keadilan bagi keluarga korban dapat ditegakkan seadil-adilnya.

Baca Juga

Dampak KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 8 Perjalanan Kereta Api Terpaksa Dibatalkan

Dampak KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 8 Perjalanan Kereta Api Terpaksa Dibatalkan
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *