Integritas Tanpa Kompromi: Mengenal AKP Samson Sitorus, Sosok Penyidik Bersahaja yang Tak Mempan Intervensi

Rizky Ramadhan | Totonews
05 Mei 2026, 10:42 WIB
Integritas Tanpa Kompromi: Mengenal AKP Samson Sitorus, Sosok Penyidik Bersahaja yang Tak Mempan Intervensi

TotoNews — Di tengah dinamika institusi kepolisian yang kerap mendapat sorotan publik, muncul sebuah figur yang memberikan secercah harapan tentang dedikasi dan kejujuran. Ia adalah AKP Samson Hasonangan Sitorus, seorang perwira menengah yang kini menjabat sebagai Kanit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Riau. Namanya mencuat ke permukaan setelah diusulkan oleh masyarakat untuk menerima penghargaan bergengsi Hoegeng Awards 2026, sebuah ajang apresiasi bagi anggota Polri yang menunjukkan integritas luar biasa dalam menjalankan tugasnya.

Sosok di Balik Kemudi Escudo Tua

Bagi sebagian orang, pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) mungkin identik dengan fasilitas yang memadai atau gaya hidup yang mapan. Namun, pemandangan berbeda akan Anda temukan jika melihat keseharian AKP Samson. Kendaraan operasional pribadinya bukanlah mobil keluaran terbaru, melainkan sebuah Suzuki Escudo tua yang telah menemaninya bertahun-tahun. Mobil lawas tersebut seolah menjadi simbol dari kesederhanaan hidup yang ia pilih di tengah godaan gaya hidup hedonisme.

Baca Juga

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Bongkar Keuntungan Ilegal dan Aliran Dana ke Pejabat Kemenag

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Bongkar Keuntungan Ilegal dan Aliran Dana ke Pejabat Kemenag

Kesaksian mengenai kesederhanaan ini datang dari Aprilia Gultom, seorang pengajar di Pekanbaru yang menominasikan AKP Samson. Menurut Aprilia, dedikasi Samson dalam pelayanan masyarakat tidak pernah diukur dari materi. “Beliau adalah polisi yang lurus dan sama sekali tidak berkompromi pada kesalahan. Meskipun rekan-rekan seangkatannya sudah banyak yang menjabat sebagai Kapolsek atau Kasat, ia tetap setia menjalankan perannya sebagai penyidik dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Aprilia.

Rekam Jejak Panjang dari Bintara hingga Perwira

Perjalanan karier AKP Samson bukanlah sesuatu yang instan. Ia memulai pengabdiannya dari korps Bintara pada tahun 1998. TotoNews mencatat bahwa rekam jejaknya terbentang luas, mulai dari penugasan di Polres Solok Kota, Polsek Paninggahan, Polsek Singkarak, hingga Polresta Padang di Sumatera Barat. Pengalaman panjang di lapangan inilah yang membentuk karakternya menjadi seorang penyidik profesional yang sangat memahami seluk-beluk perkara.

Baca Juga

Seruan Lantang Paus Leo XIV dari Basilika Santo Petrus: Hentikan Pamer Kekuasaan dan Mesin Perang!

Seruan Lantang Paus Leo XIV dari Basilika Santo Petrus: Hentikan Pamer Kekuasaan dan Mesin Perang!

Samson lahir dari keluarga yang sederhana sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara. Masa mudanya dihabiskan dengan mengikuti abangnya yang bertugas sebagai prajurit TNI di Sumatera Barat. Kegagalannya saat mencoba masuk menjadi anggota ABRI (sekarang TNI/Polri) beberapa kali tidak menyurutkan semangatnya, hingga akhirnya ia berhasil lulus di jalur Bintara. Kegigihan masa muda inilah yang terbawa hingga ia menjadi seorang perwira di Polda Riau saat ini.

Menjadi Tameng Bagi Anggota dari Intervensi Luar

Salah satu poin krusial yang membuat AKP Samson disegani adalah ketegasannya dalam menghadapi intervensi. Dalam dunia penyidikan, tekanan dari pihak luar atau tawaran sejumlah uang untuk membelokkan perkara bukanlah rahasia umum. Namun, Samson memiliki cara tersendiri untuk melindungi integritas unit yang dipimpinnya.

Baca Juga

Skandal Kampus Serang: Mahasiswa Nekat Rekam Dosen di Toilet, Polisi Segera Lakukan Pemeriksaan Intensif

Skandal Kampus Serang: Mahasiswa Nekat Rekam Dosen di Toilet, Polisi Segera Lakukan Pemeriksaan Intensif

Ia kerap berpesan kepada anggotanya agar tidak perlu takut terhadap ancaman atau tekanan dari pihak manapun. “Jika ada yang mencoba menekan atau melakukan intervensi, langsung arahkan kepada saya. Berikan nomor telepon saya. Biar saya yang bertanggung jawab penuh atas segala risiko yang muncul, yang penting fakta hukum harus tegak,” tegas Samson dalam sebuah kesempatan. Prinsip ini memastikan bahwa para penyidik di bawah komandonya bisa bekerja secara objektif tanpa dibayangi rasa takut terhadap intervensi perkara.

Ujian Integritas: Menghadapi Fitnah dan Laporan Propam

Ketegasan AKP Samson dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) bukan tanpa hambatan. Pernah suatu ketika, ia dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) oleh seorang tersangka yang merasa tidak puas dengan proses hukum yang berjalan. Laporan tersebut menuduh Samson melakukan diskriminasi dalam penanganan perkara.

Baca Juga

Tragedi Pilu di Grogol Petamburan: Satu Keluarga Tewas Terjebak Kebakaran Hebat

Tragedi Pilu di Grogol Petamburan: Satu Keluarga Tewas Terjebak Kebakaran Hebat

Namun, setelah melalui serangkaian pemeriksaan internal yang ketat, Samson terbukti bersih. Ia menjalankan tugasnya murni berdasarkan fakta hukum yang ada di lapangan. Pengalaman pahit difitnah justru menjadi pembuktian bahwa ia adalah sosok yang tidak bisa disetir oleh kepentingan manapun. Saksi lain berinisial P, yang pernah melaporkan kasus penelantaran keluarga, mengakui bagaimana Samson tetap objektif meskipun pihak terlapor mencoba melakukan berbagai manuver untuk menghambat penyidikan.

Filosofi Pelayanan: Kepastian Hukum adalah Kunci

Bagi AKP Samson, menjadi bagian dari institusi Polri berarti memegang amanah besar untuk memberikan keadilan. Ia memandang setiap laporan masyarakat bukan sekadar tumpukan berkas, melainkan harapan seseorang untuk mendapatkan haknya kembali. Ia dikenal sangat ramah dan tidak ragu memberikan nomor handphone pribadinya kepada pelapor agar komunikasi tetap berjalan transparan.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pelayanan terbaik dan kepastian hukum yang adil bagi pihak yang dirugikan. Semua harus berdasarkan fakta, bukan opini atau pesanan pihak tertentu,” jelas Samson. Pendekatannya yang humanis dan jauh dari kesan arogan membuat masyarakat merasa nyaman dan percaya kembali pada institusi penegakan hukum.

Inspirasi bagi Generasi Muda Polri

Kisah AKP Samson Sitorus memberikan pelajaran berharga bahwa jabatan dan pangkat bukanlah sarana untuk memperkaya diri, melainkan alat untuk mengabdi. Di tengah gempuran godaan materi, konsistensinya dalam mempertahankan kesederhanaan dan kejujuran patut menjadi teladan bagi polisi-polisi muda lainnya. Dukungan masyarakat yang menominasikannya dalam Hoegeng Awards merupakan bukti nyata bahwa integritas akan selalu menemukan jalannya untuk dihargai.

Hingga saat ini, AKP Samson tetap menjalankan tugasnya dengan tenang di belakang layar, tanpa haus akan sorotan kamera atau pengakuan publik. Baginya, kepuasan terbesar seorang penyidik adalah ketika keadilan berhasil ditegakkan dan masyarakat yang tertindas mendapatkan hak hukum mereka secara utuh.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *