Maut di Balik Pesta: Kisah Tragis Pemilik Hajatan Purwakarta yang Tewas Dianiaya Preman Demi Uang Miras

Rizky Ramadhan | Totonews
07 Apr 2026, 03:56 WIB
Maut di Balik Pesta: Kisah Tragis Pemilik Hajatan Purwakarta yang Tewas Dianiaya Preman Demi Uang Miras

TotoNews — Sebuah perhelatan yang seharusnya dipenuhi dengan suasana suka cita di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi duka yang menyayat hati. Seorang pria bernama Dadang (58) harus meregang nyawa di tangan seorang preman hanya karena perkara uang senilai Rp500 ribu yang diminta pelaku dengan dalih untuk membeli minuman keras.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Yogi Iskandar (37), atau yang akrab disapa Boneng, kini hanya bisa meringis kesakitan di atas brankar rumah sakit dengan kaki dibalut perban. Pelarian pria yang tega menghabisi nyawa pemilik hajatan ini berakhir di tangan pihak kepolisian setelah sempat mencoba bersembunyi di rimbunnya hutan Desa Cisaat dan berencana melarikan diri ke arah Cianjur melalui jalur alternatif Sagalaherang, Kabupaten Subang.

Baca Juga

Pangkalan Militer AS di Uni Emirat Arab: Dulu Pelindung, Kini Dinilai Jadi Beban Strategis

Pangkalan Militer AS di Uni Emirat Arab: Dulu Pelindung, Kini Dinilai Jadi Beban Strategis

Kronologi Penangkapan yang Dramatis

Kapolres Purwakarta, I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim Resmob yang terus memantau pergerakan pelaku sejak laporan penganiayaan maut tersebut diterima. Penangkapan dilakukan pada Senin, 6 April 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.

“Tim Resmob mendapatkan informasi akurat bahwa tersangka Yogi Iskandar alias Boneng tengah berusaha melarikan diri. Tim kemudian berpencar dan melakukan pengejaran hingga ke wilayah Sagalaherang, Subang. Pelaku berhasil kami amankan di jalan alternatif tanpa perlawanan berarti yang bisa meloloskannya kembali,” jelas Kapolres saat memimpin konferensi pers di Mapolres Purwakarta.

Motif Sepele Berujung Tragedi

Berdasarkan penyelidikan mendalam, peristiwa memilukan ini bermula ketika Yogi mendatangi korban yang tengah sibuk mengurus hajatan. Tanpa rasa malu, ia memalak korban sebesar Rp500 ribu. Ketika permintaan tersebut tidak dipenuhi sepenuhnya, emosi pelaku meledak. Ia kemudian menyerang Dadang secara brutal menggunakan sebilah bambu dan tangan kosong.

Baca Juga

Jejak Kelam Oknum Satpol PP Cilegon: Dari Pecandu Sejak 2004 Hingga Jadi Pengedar Sabu

Jejak Kelam Oknum Satpol PP Cilegon: Dari Pecandu Sejak 2004 Hingga Jadi Pengedar Sabu

Hasil penyidikan menunjukkan bahwa serangan tersebut berakibat fatal bagi kesehatan korban hingga akhirnya meninggal dunia. Pihak kepolisian menegaskan bahwa meskipun ada beberapa orang di lokasi kejadian saat itu, namun berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, hanya Yogi yang melakukan tindakan kekerasan langsung.

Penyelidikan Terus Berlanjut

Dalam kasus kriminal yang mengguncang warga Purwakarta ini, polisi telah memeriksa sedikitnya 12 orang saksi, termasuk pihak keluarga dan warga yang berada di lokasi kejadian. Polisi juga mendalami fakta bahwa saat kejadian, sekelompok orang memang tengah mengonsumsi minuman keras di sekitar area tersebut.

“Sejauh ini, alat bukti dan keterangan saksi mengarah kuat pada satu orang pelaku utama, yakni inisial Y. Kami memastikan proses hukum akan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban,” tutup Kapolres.

Baca Juga

Skandal “Gadai” SK Anggota Satpol PP Bogor oleh Oknum Atasan: Tunjangan Amblas, Cicilan Macet Berbulan-bulan

Skandal “Gadai” SK Anggota Satpol PP Bogor oleh Oknum Atasan: Tunjangan Amblas, Cicilan Macet Berbulan-bulan

Kini, Yogi Iskandar harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya di balik jeruji besi. Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat akan bahaya aksi premanisme yang masih menghantui ketenangan warga, bahkan di tengah momen kebahagiaan keluarga sekalipun.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *