Tragedi di Puncak Dukono: Satu Korban Erupsi Ditemukan Meninggal Dunia di Dekat Bibir Kawah

Rizky Ramadhan | Totonews
10 Mei 2026, 02:43 WIB
Tragedi di Puncak Dukono: Satu Korban Erupsi Ditemukan Meninggal Dunia di Dekat Bibir Kawah

TotoNews — Kabar duka menyelimuti bumi Halmahera Utara setelah upaya pencarian intensif di tengah ancaman abu vulkanik membuahkan hasil yang memilukan. Tim SAR gabungan dilaporkan telah berhasil menemukan satu jasad yang teridentifikasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial E, yang menjadi korban keganasan erupsi Gunung Dukono. Penemuan ini menjadi titik terang sekaligus duka mendalam di tengah aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif di wilayah Maluku Utara tersebut.

Jasad korban ditemukan dalam posisi yang sangat memprihatinkan, hanya berjarak sekitar 50 meter dari bibir kawah yang masih terus mengeluarkan material vulkanik. Lokasi penemuan ini menggambarkan betapa dekatnya korban dengan titik bahaya saat bencana terjadi. Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur keselamatan harus berjibaku dengan panasnya material bumi dan ancaman gas beracun demi mengevakuasi jasad korban pada Sabtu (9/5/2026) sore, sekitar pukul 14.30 WIT.

Baca Juga

Tragedi di Santa Cruz: Hakim Senior Bolivia Victor Hugo Claure Tewas Diberondong Peluru

Tragedi di Santa Cruz: Hakim Senior Bolivia Victor Hugo Claure Tewas Diberondong Peluru

Penemuan Tragis di Tengah Hujan Abu

Laporan yang diterima oleh redaksi menyebutkan bahwa proses pencarian korban di sekitar puncak gunung api aktif ini tidaklah mudah. Abdul Muhari, selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengonfirmasi bahwa penemuan jasad E merupakan hasil kerja keras tim di lapangan yang harus membaca arah angin dan memantau aktivitas kawah setiap detiknya. Tubuh korban ditemukan tertimbun material pasir vulkanik yang sangat tebal, sebuah bukti nyata betapa masifnya muntahan material dari perut bumi Dukono.

Kondisi di lapangan saat penemuan berlangsung sangat mencekam. Hamparan abu kelabu menutupi seluruh vegetasi, menciptakan pemandangan yang sunyi namun mengancam. Ketebalan pasir vulkanik yang menutupi area pencarian bervariasi, membuat pijakan kaki para personel SAR menjadi tidak stabil. Namun, berkat kegigihan dan koordinasi yang apik, titik keberadaan korban akhirnya terdeteksi meskipun sebagian besar tubuhnya masih tersembunyi di balik lapisan material panas.

Baca Juga

Evakuasi Dramatis di Stasiun Bekasi Timur: Lokomotif KA Jarak Jauh Akhirnya Berhasil Dipisahkan

Evakuasi Dramatis di Stasiun Bekasi Timur: Lokomotif KA Jarak Jauh Akhirnya Berhasil Dipisahkan

Tantangan Cuaca dan Ancaman Material Vulkanik

Dalam proses evakuasi yang berlangsung heroik tersebut, alam seolah memberikan ujian tambahan. Bencana alam ini diperumit dengan turunnya hujan deras di area puncak. Bukannya mendinginkan suasana, hujan deras di wilayah vulkanik justru seringkali menciptakan ancaman baru berupa aliran lahar dingin atau pergerakan material pasir yang menjadi lebih berat dan padat.

“Proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung fluktuatif sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran,” ungkap Abdul Muhari dalam keterangan resminya. Hujan yang turun memaksa tim untuk sempat menghentikan operasi sementara waktu demi keselamatan personel. Namun, takdir berkata lain, setelah hujan reda, sapuan air justru membantu menyingkap sebagian jasad korban yang sebelumnya tertutup rapat oleh pasir.

Baca Juga

Momen Akrab di Cilacap: Kelakar Presiden Prabowo Soal ‘Menteri Pingsan’ Hingga Sentilan Jenaka untuk Kapolri

Momen Akrab di Cilacap: Kelakar Presiden Prabowo Soal ‘Menteri Pingsan’ Hingga Sentilan Jenaka untuk Kapolri

Detail Evakuasi: Hanya Bagian Bawah Tubuh yang Terlihat

Saat pertama kali ditemukan oleh tim penyisir, pemandangan memilukan tersaji di hadapan petugas. Hanya bagian kaki hingga pinggang korban yang tampak menyembul dari timbunan pasir vulkanik. Bagian tubuh lainnya masih terbenam jauh di dalam material yang kemungkinan besar memiliki suhu di atas normal. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya proses penimbunan yang terjadi saat erupsi berlangsung, hingga korban tidak sempat menyelamatkan diri ke zona yang lebih aman.

Segera setelah penemuan tersebut, prosedur evakuasi medis darurat diterapkan. Tim menggunakan peralatan khusus untuk menggali dan mengangkat jasad secara hati-hati agar tidak merusak kondisi fisik jenazah. Setelah berhasil diangkat dari “makam” abu tersebut, jenazah korban langsung dibawa menuruni lereng gunung menuju posko utama penanganan erupsi. Dari sana, ambulans telah bersiap untuk merujuk korban ke RSUD Tobelo guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis dan kepolisian.

Baca Juga

Jejak 20 Tahun ‘Ki Bedil’, Maestro Senjata Api Ilegal yang Akhirnya Terjerat Hukum

Jejak 20 Tahun ‘Ki Bedil’, Maestro Senjata Api Ilegal yang Akhirnya Terjerat Hukum

Dua Titik Misterius: Mencari Korban yang Tersisa

Keberhasilan menemukan jasad E ternyata membuka petunjuk baru. Di radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan pertama, tim SAR menemukan dua titik timbunan material yang mencurigakan. Berdasarkan analisis lapangan dan koordinasi dengan data pendaki yang dilaporkan hilang, dua titik tersebut diduga kuat merupakan lokasi di mana dua korban lainnya tertimbun. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa dua orang yang masih dicari tersebut merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang sedang melakukan aktivitas pendakian saat erupsi terjadi.

Meskipun titik-titik tersebut sudah ditandai, tim SAR tidak bisa langsung melakukan penggalian saat itu juga. Faktor keamanan menjadi pertimbangan utama. Langit yang mulai gelap menjelang sore di pegunungan Maluku Utara, ditambah dengan gemuruh internal dari kawah Dukono yang masih tinggi, memaksa komandan operasi untuk menarik mundur pasukan sementara waktu. Keselamatan para penyelamat adalah prioritas yang tidak bisa ditawar dalam operasi evakuasi korban bencana gunung meletus.

Rencana Lanjutan dan Teknologi GPS

Operasi pencarian tidak berhenti sampai di situ. Tim SAR gabungan telah menyusun strategi matang untuk melanjutkan penyisiran pada hari Minggu (10/5). Fokus utama adalah dua titik koordinat yang telah ditandai menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS). Dengan bantuan teknologi ini, tim berharap bisa langsung menuju sasaran tanpa harus membuang waktu menyisir area yang luas, mengingat jendela waktu aman di puncak gunung sangatlah terbatas.

Penyisiran di hari berikutnya akan melibatkan lebih banyak personel dan peralatan yang memadai untuk menggali material pasir yang padat. Maluku Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus berkoordinasi dengan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) untuk mendapatkan data real-time mengenai aktivitas seismik Gunung Dukono. Jangan sampai tim yang sedang bekerja di atas terjebak oleh letusan susulan yang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan dini yang cukup.

Imbauan Keselamatan dan Status Waspada

Tragedi yang menimpa saudara kita, E, dan dua rekan lainnya menjadi pengingat keras bagi para pecinta alam dan wisatawan akan bahaya laten gunung api aktif. Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia yang secara rutin mengeluarkan abu. Vulkanologi mencatat bahwa mendekati bibir kawah dalam radius tertentu sangat dilarang, terutama saat status gunung berada di level waspada atau siaga.

Pemerintah setempat kembali menegaskan larangan bagi siapapun untuk mendekati kawah dalam radius aman yang telah ditentukan. Keindahan alam puncak gunung memang menggoda, namun keselamatan nyawa tetap menjadi yang utama. Tragedi ini diharapkan menjadi pelajaran berharga agar setiap aktivitas pendakian selalu mematuhi rekomendasi dari pihak berwenang dan memantau perkembangan cuaca serta aktivitas geologi secara berkala. Kami di TotoNews akan terus memantau perkembangan pencarian dua korban lainnya dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat luas.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *