Malam Kelabu di Bogor: Rivalitas Tak Sehat Berujung Bentrok Berdarah Dua Kelompok Suporter di Jalan Sholis

Rizky Ramadhan | Totonews
11 Mei 2026, 00:44 WIB
Malam Kelabu di Bogor: Rivalitas Tak Sehat Berujung Bentrok Berdarah Dua Kelompok Suporter di Jalan Sholis

TotoNews — Atmosfer sepak bola yang seharusnya menjadi pesta rakyat seketika berubah menjadi mimpi buruk di sudut Kota Bogor. Jalan Raya Sholeh Iskandar (Sholis), yang biasanya padat dengan aktivitas ekonomi, mendadak menjadi arena pertikaian dua kelompok massa. Rivalitas klasik yang mendarah daging antara pendukung dua klub besar Indonesia kembali memakan korban jiwa dan raga, menyisakan luka yang lebih dalam dari sekadar skor akhir di lapangan hijau.

Kronologi Ketegangan di Underpass Sholis

Insiden bermula pada Minggu (10/5/2026) malam, ketika euforia pasca acara nonton bareng (nobar) masih terasa hangat. Ribuan suporter dari berbagai penjuru mulai memadati jalanan untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun, gesekan yang tak terhindarkan pecah saat rombongan besar bertemu di titik rawan, yakni kolong underpass Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.

Baca Juga

Polda Sumsel Bongkar Sindikat Miras Oplosan Skala Besar, Puluhan Ribu Botol Siap Edar Disita

Polda Sumsel Bongkar Sindikat Miras Oplosan Skala Besar, Puluhan Ribu Botol Siap Edar Disita

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim TotoNews, situasi memanas ketika kelompok pendukung dari satu kubu berpapasan dengan rivalnya di jalanan yang sempit. Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, mengonfirmasi bahwa keributan ini melibatkan oknum pendukung Persija dan pendukung Persib. Pertemuan yang tidak direncanakan ini dengan cepat berubah menjadi aksi saling serang yang anarkis.

“Telah terjadi keributan yang melibatkan dua kelompok massa. Korban diketahui sedang dalam perjalanan pulang dari arah Warung Jambu menuju Parung,” ujar Kompol Doddy saat memberikan keterangan resmi pada Minggu malam. Kehadiran atribut klub yang mencolok di tengah kerumunan lawan diduga menjadi pemicu utama kemarahan massa yang sulit terbendung.

Baca Juga

Krisis Global Menghadang, Ketua MPR Ahmad Muzani Puji Tingkat Kerukunan Indonesia yang Kokoh

Krisis Global Menghadang, Ketua MPR Ahmad Muzani Puji Tingkat Kerukunan Indonesia yang Kokoh

Dua Korban Luka Serius Dilarikan ke Rumah Sakit

Dampak dari bentrok fisik ini tidaklah ringan. Dua orang pemuda terpaksa dilarikan ke fasilitas medis terdekat setelah menjadi sasaran kemarahan massa. Identitas korban telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, yang berasal dari kedua belah pihak yang bertikai, membuktikan bahwa kekerasan ini hanya menghasilkan kerugian bagi semua orang.

Adapun data korban yang diterima TotoNews adalah sebagai berikut:

  • DS: Anggota kelompok Viking (pendukung Persib), yang mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh.
  • LND: Anggota kelompok The Jakmania (pendukung Persija), yang mengalami luka robek di bagian pelipis kanan dan cedera pada tangan kanan.

Keduanya saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Islam Budi Agung. Luka-luka yang diderita disebabkan oleh benda tumpul dan lemparan batu yang terjadi selama kericuhan berlangsung. Pihak keluarga korban dikabarkan telah mendampingi, sementara kepolisian masih mendalami keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.

Baca Juga

Harapan Baru Perdamaian di Timur Tengah: Lebanon dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersejarah

Harapan Baru Perdamaian di Timur Tengah: Lebanon dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersejarah

Video Viral dan Kekacauan Lalu Lintas

Kericuhan ini dengan cepat menjadi konsumsi publik setelah rekaman video amatir beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam cuplikan video yang diterima TotoNews, tampak kerumunan pemotor melakukan konvoi besar-besaran yang menutup sebagian besar badan jalan. Arus lalu lintas dari arah Parung menuju Kota Bogor maupun sebaliknya mengalami lumpuh total selama beberapa saat.

Para peserta konvoi terlihat turun dari kendaraan mereka, berlarian di tengah jalan, dan melakukan aksi lempar batu. Suara teriakan dan klakson kendaraan yang terjebak macet menambah suasana mencekam di kawasan Sholis. Beberapa pengendara umum yang tidak tahu apa-apa terpaksa memutar balik kendaraan mereka demi menghindari kerusakan atau menjadi korban salah sasaran.

Baca Juga

Ahmad Sahroni Desak Hukuman Maksimal bagi Syekh Ahmad Al Misry dalam Kasus Dugaan Pelecehan Santri

Ahmad Sahroni Desak Hukuman Maksimal bagi Syekh Ahmad Al Misry dalam Kasus Dugaan Pelecehan Santri

KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, menjelaskan bahwa kemacetan parah tersebut murni disebabkan oleh massa yang tumpah ke jalan usai kegiatan nobar. “Tadi pasca nobar Persib vs Persija, massa Viking dan Bobotoh melintas menuju arah Cilebut. Anggota kami segera diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan bersama tim patroli gabungan QR Polresta dan Polsek,” jelasnya.

Respons Cepat Pihak Kepolisian dalam Mengendalikan Situasi

Menyadari potensi kerusuhan yang lebih meluas, jajaran Polresta Bogor Kota langsung bergerak cepat. Personel gabungan dikerahkan untuk menyisir sepanjang Jalan Sholeh Iskandar hingga batas kota. Kehadiran aparat bersenjata lengkap berhasil membubarkan kerumunan massa yang masih berkumpul di beberapa titik strategis.

Pihak kepolisian juga melakukan pengawalan terhadap sisa rombongan suporter sepak bola yang masih melintas agar tidak terjadi gesekan susulan. Kompol Doddy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi tindakan anarkisme yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan nyawa orang lain. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengidentifikasi provokator di balik aksi pelemparan tersebut.

“Keamanan warga adalah prioritas utama kami. Kami sangat menyayangkan kejadian ini terulang kembali, terutama saat masyarakat sedang membutuhkan ketenangan di malam hari,” tambah Doddy. Polisi juga mengimbau koordinator lapangan dari masing-masing kelompok untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga anggotanya saat melakukan mobilisasi di jalan raya.

Pelajaran Berharga bagi Dunia Suporter Indonesia

Insiden di Bogor ini kembali mencoreng citra sepak bola Indonesia yang sedang berupaya bangkit dan bertransformasi. Fanatisme yang berlebihan tanpa disertai kedewasaan berpikir hanya akan bermuara pada tragedi. Rivalitas seharusnya hanya terjadi selama 90 menit di dalam stadion, bukan di jalanan yang merugikan publik dan mengancam nyawa.

Penting bagi setiap individu pendukung untuk memahami bahwa satu nyawa tidak sebanding dengan skor pertandingan apa pun. Langkah preventif seperti sosialisasi perdamaian antar kelompok pendukung perlu terus digalakkan, bukan hanya di level pimpinan, tetapi hingga ke akar rumput atau pendukung di tingkat wilayah terkecil.

Masyarakat Bogor berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Jalan Sholis harus tetap menjadi urat nadi transportasi yang aman bagi semua orang, tanpa ada rasa takut akan terjebak di tengah bentrokan antar kelompok. Kini, tugas besar menanti pihak terkait untuk memastikan bahwa sepak bola tetap menjadi hiburan yang mempersatukan, bukan senjata yang memecah belah bangsa.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *