Sentilan Keras Prabowo Subianto: Absensi Pejabat di Peresmian Kopdes dan Larangan Keluar Negeri Tanpa Izin

Rizky Ramadhan | Totonews
16 Mei 2026, 12:42 WIB
Sentilan Keras Prabowo Subianto: Absensi Pejabat di Peresmian Kopdes dan Larangan Keluar Negeri Tanpa Izin

TotoNews — Suasana khidmat namun penuh ketegasan menyelimuti Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, saat Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pada Sabtu (16/5/2026). Namun, di balik seremonial penguatan ekonomi kerakyatan tersebut, ada pesan tajam yang ditujukan sang Presiden kepada jajaran pejabat daerah dan menteri kabinetnya. Prabowo tak segan melakukan ‘absen’ langsung dan meminta evaluasi mendalam terhadap mereka yang mangkir dalam acara krusial tersebut.

Momen Tak Biasa: Presiden Absen Pejabat Satu Per Satu

Dalam pidatonya yang bergaya naratif dan komunikatif, Presiden Prabowo mengawali sambutannya dengan menyapa satu per satu tamu undangan. Bukan sekadar basa-basi protokoler, langkah ini nampaknya menjadi instrumen evaluasi kehadiran bagi para pembantunya di pemerintahan. Nama-nama besar seperti Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Nazamudin, hingga Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi menjadi daftar awal yang disebut oleh Presiden.

Baca Juga

Aksi Nyata Andre Rosiade: Melepas Kloter Terakhir Haji Sumbar dengan Bekal Tambahan 100 Riyal

Aksi Nyata Andre Rosiade: Melepas Kloter Terakhir Haji Sumbar dengan Bekal Tambahan 100 Riyal

Sorotan kamera kemudian tertuju pada jajaran menteri yang hadir. Prabowo menyapa Menko Pangan Zulkifli Hasan beserta timnya yang dianggap menjadi motor penggerak inisiatif Koperasi Desa ini. Namun, suasana mendadak sedikit tegang ketika Presiden mulai menyinggung daftar hadir yang ia pegang. Ia mencatat secara detail siapa saja yang duduk di kursi undangan dan siapa yang memilih untuk berhalangan hadir.

“Hampir semua menteri hadir hari ini, terkecuali mereka yang mendapatkan izin khusus karena adanya agenda mendesak lainnya yang tidak bisa ditinggalkan,” ujar Prabowo dengan nada yang terukur. Ia kemudian melanjutkan dengan menyebutkan nama-nama Menteri Koordinator, mulai dari Menkopolkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago hingga Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, memastikan bahwa pilar-pilar utama Kabinet Merah Putih tetap solid mendukung program desa.

Baca Juga

Peringatan May Day 2026: 200 Ribu Massa Buruh Siap Padati Monas Bersama Presiden Prabowo

Peringatan May Day 2026: 200 Ribu Massa Buruh Siap Padati Monas Bersama Presiden Prabowo

Sentilan untuk Mendagri: Cek Pejabat yang ‘Pelesiran’ ke Luar Negeri

Salah satu poin paling krusial dalam kunjungan kerja ini adalah instruksi langsung Presiden kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Prabowo meminta agar daftar pejabat daerah, baik Bupati maupun Wali Kota yang tidak hadir, diperiksa secara saksama, terutama terkait keberadaan mereka yang mungkin sedang berada di luar negeri.

Prabowo menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan fokus kerja pada pembangunan dalam negeri. Ia mempertanyakan urgensi kunjungan luar negeri jika tidak membawa dampak langsung bagi rakyat. “Dicatat tadi siapa yang tidak hadir. Kita berpikir positif saja, mungkin ada agenda yang lebih penting. Namun, kalau posisinya ada di luar negeri, tolong dicek itu biayanya dari mana?” tegas Presiden yang disambut tawa namun penuh makna dari para hadirin.

Baca Juga

Visi Strategis Wamendagri: Menjadikan Lampung Sebagai Poros Utama Penggerak Ekonomi Nasional

Visi Strategis Wamendagri: Menjadikan Lampung Sebagai Poros Utama Penggerak Ekonomi Nasional

Instruksi ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, pengawasan terhadap birokrasi daerah akan semakin diperketat. Ia mengingatkan bahwa setiap perjalanan dinas pejabat daerah kini harus melalui mekanisme perizinan yang ketat. “Sekarang kalau pejabat ke luar negeri harus izin Presiden juga, kan? Izin Mendagri? Coba nanti Pak Tito tolong dicek betul izin-izin tersebut,” tambahnya.

Interaksi Hangat dan Humor di Tengah Ketegasan

Meski membawa aura disiplin yang kuat, Prabowo tetap menunjukkan sisi humanisnya. Di sela-sela membacakan daftar anggota DPR RI yang hadir, ia sempat melempar seloroh kepada Anggota Komisi X, Verrel Bramastya. Sosok aktor muda yang kini merambah dunia politik tersebut tak luput dari perhatian sang Presiden.

Baca Juga

Sakit Hati Berujung Tragedi: Menantu di Pekanbaru Habisi Nyawa Mertua, Gasak Perhiasan dan Dolar Singapura

Sakit Hati Berujung Tragedi: Menantu di Pekanbaru Habisi Nyawa Mertua, Gasak Perhiasan dan Dolar Singapura

“Kamu warga negara Indonesia? Keturunan mana? Bali? Ada orang Bali yang penampilannya kayak kau,” canda Prabowo yang langsung memecah suasana kaku di lokasi acara. Momen ini menunjukkan bagaimana Presiden berusaha merangkul generasi muda dalam kancah politik nasional, sembari tetap menjaga wibawa kepemimpinannya.

Kehadiran tokoh-tokoh kunci di Jawa Timur juga mendapat apresiasi khusus. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta jajaran Forkopimda seperti Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, dipuji atas koordinasi yang baik dalam mendukung operasionalisasi koperasi desa di wilayah tersebut.

Koperasi Desa: Jantung Ekonomi Rakyat Menuju Swasembada

Peluncuran 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk ini bukan sekadar agenda seremoni. Bagi pemerintahan Prabowo, koperasi adalah soko guru ekonomi yang harus dihidupkan kembali untuk mencapai kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di level akar rumput. Dengan adanya koperasi yang kuat, desa diharapkan tidak lagi menjadi objek pasar, melainkan subjek yang mandiri secara finansial.

Zulkifli Hasan selaku Menko Pangan sebelumnya sempat menyebutkan bahwa target besar pemerintah adalah merampungkan hingga 30.000 Kopdes Merah Putih pada pertengahan Agustus mendatang. Hal ini merupakan bagian dari akselerasi transformasi ekonomi desa yang menjadi janji politik dalam Visi Misi Prabowo-Gibran.

Program ini mengintegrasikan distribusi pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), hingga akses permodalan melalui satu pintu koperasi desa. Dengan sistem ini, kebocoran distribusi yang selama ini menjadi keluhan para petani diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. Prabowo percaya bahwa jika desa kuat, maka negara akan secara otomatis menjadi kuat.

Daftar Pejabat yang Hadir: Sebuah Manifestasi Dukungan

Dalam daftar yang disebut sangat panjang oleh Presiden, tercatat sekitar 67 nama pejabat penting yang hadir memenuhi undangan di Nganjuk. Mulai dari pimpinan perusahaan BUMN, Ketua Umum Kadin, hingga para kepala desa dan lurah dari berbagai penjuru Jawa Timur. Prabowo membacakan satu per satu Bupati dan Wali Kota yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka hadir di tengah rakyat.

Beberapa daerah yang disebut antara lain Bupati Pamekasan, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, hingga Wali Kota Surabaya dan Malang. Kehadiran mereka dianggap sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan program nasional. Namun bagi mereka yang namanya tidak terpanggil, nampaknya akan ada catatan khusus dari Kementerian Dalam Negeri sesuai dengan instruksi Presiden.

Kesimpulan: Era Baru Kedisiplinan Birokrasi

Langkah Prabowo melakukan ‘absen’ di depan publik ini menandai era baru kepemimpinan yang lebih mementingkan kehadiran fisik dan keterlibatan langsung pejabat dalam program-program strategis. Pesan yang disampaikan sangat jelas: pengabdian kepada rakyat melalui penguatan ekonomi desa jauh lebih mulia daripada perjalanan luar negeri yang tidak jelas manfaatnya.

Kini, publik menunggu tindak lanjut dari Mendagri Tito Karnavian dalam melakukan audit terhadap izin-izin perjalanan luar negeri pejabat daerah. Transformasi melalui Koperasi Desa Merah Putih ini diharapkan tidak hanya sukses secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jutaan warga desa di seluruh Indonesia.

Penulis: Tim Redaksi TotoNews

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *