Peringatan May Day 2026: 200 Ribu Massa Buruh Siap Padati Monas Bersama Presiden Prabowo

Rizky Ramadhan | Totonews
01 Mei 2026, 06:42 WIB
Peringatan May Day 2026: 200 Ribu Massa Buruh Siap Padati Monas Bersama Presiden Prabowo

TotoNews — Atmosfer perjuangan kelas pekerja kembali membara di jantung ibu kota. Hari ini, Jumat (1/5/2026), kawasan Monumen Nasional (Monas) dipastikan akan dipadati oleh sekitar 200 ribu massa dalam rangka merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day. Aksi besar-besaran ini tidak hanya menjadi panggung orasi, tetapi juga momentum dialog langsung antara kaum buruh dengan pucuk pimpinan negara.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa dari total estimasi massa tersebut, sekitar 50 ribu orang berasal dari internal KSPI. Keputusan untuk memusatkan perayaan di Monas diambil setelah adanya komunikasi strategis yang intensif dengan pihak istana demi menyuarakan aspirasi yang lebih efektif.

Baca Juga

Tragedi Kereta Bekasi: Kisah Pilu Sausan yang Terlempar hingga ke Rak Bagasi

Tragedi Kereta Bekasi: Kisah Pilu Sausan yang Terlempar hingga ke Rak Bagasi

Dialog Strategis di Istana: Buruh dan Presiden Satu Meja

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, May Day 2026 kali ini memiliki catatan sejarah tersendiri. Said Iqbal membeberkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan tertutup selama kurang lebih 1,5 jam bersama Presiden Prabowo Subianto pada 28 April lalu. Dalam pertemuan tersebut, 11 isu krusial buruh tidak hanya didengar, tetapi juga mendapatkan respons langsung dari Presiden.

“Setelah berdiskusi langsung dengan Presiden mengenai masa depan Indonesia dan nasib para pekerja, kami sepakat untuk merayakan May Day di Monas bersama elemen serikat pekerja lainnya,” ujar Said. Menurutnya, perayaan tahun ini tidak boleh sekadar menjadi seremoni rutin, melainkan harus menjadi wadah penyampaian tuntutan secara lugas kepada pemangku kebijakan.

Baca Juga

Langkah Strategis BPJPH: Gandeng BPOM Guna Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional

Langkah Strategis BPJPH: Gandeng BPOM Guna Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional

Gema Perjuangan di 38 Provinsi

Meski Jakarta menjadi titik pusat, geliat perlawanan terhadap upah murah dan ketidakadilan juga bergaung di seluruh penjuru negeri. KSPI dan Partai Buruh mengoordinasikan aksi serentak di lebih dari 350 kota yang tersebar di 38 provinsi. Wilayah-wilayah industri utama seperti Batam, Morowali, Bekasi, hingga Surabaya dipastikan ikut bergejolak dalam semangat yang sama.

Kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Semarang, Banda Aceh, Palembang, hingga Makassar juga menjadi titik konsentrasi massa. Hal ini menunjukkan bahwa isu kesejahteraan buruh tetap menjadi agenda nasional yang mendesak untuk diselesaikan demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

11 Tuntutan Utama demi Kesejahteraan Buruh

Dalam aksi May Day kali ini, para buruh membawa 11 poin tuntutan yang dianggap sebagai kunci kesejahteraan buruh di masa depan. Berikut adalah daftar poin krusial yang dibawa ke meja perundingan:

Baca Juga

Tragedi di Kedung Jaya: Ketika Hujan Deras dan Drainase Buruk Meruntuhkan Dinding Rumah Warga Bogor

Tragedi di Kedung Jaya: Ketika Hujan Deras dan Drainase Buruk Meruntuhkan Dinding Rumah Warga Bogor
  • Pengesahan segera RUU Ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada pekerja.
  • Implementasi HOSTUM: Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah secara tegas.
  • Perlindungan nyata terhadap ancaman PHK massal akibat dampak ketidakpastian global.
  • Reformasi pajak, termasuk kenaikan PTKP serta penghapusan pajak atas THR, JHT, dan dana pensiun.
  • Pengesahan RUU Perampasan Aset untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.
  • Langkah konkret penyelamatan industri tekstil (TPT) dan optimalisasi industri nikel.
  • Moratorium industri semen guna mengatasi kondisi over supply yang mengancam stabilitas pasar.
  • Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 90.
  • Perjuangan penetapan tarif potong ojek online maksimal 10 persen.
  • Revisi UU Nomor 2 Tahun 2024.
  • Pengangkatan tenaga honorer dan guru PPPK paruh waktu menjadi status penuh waktu secara bertahap.

Visi Hilirisasi dan Harapan untuk Pekerja Digital

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan visinya bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dirasakan oleh seluruh rakyat melalui hilirisasi. Beliau menginginkan kaum buruh hidup layak dengan upah yang mencukupi. Said Iqbal mencatat bahwa Presiden meminta dukungan dari elemen buruh untuk mewujudkan Indonesia sebagai milik bersama yang adil dan makmur.

Baca Juga

BPA Fair 2026: Intip Koleksi Tas Hermes Sandra Dewi dan Mobil Mewah Koruptor yang Siap Dilelang

BPA Fair 2026: Intip Koleksi Tas Hermes Sandra Dewi dan Mobil Mewah Koruptor yang Siap Dilelang

Terkait isu pekerja ojek online, muncul dorongan agar pemerintah melalui Danantara ikut terlibat dalam kepemilikan platform aplikasi. Langkah ini dinilai strategis agar negara memiliki kendali untuk menekan potongan tarif menjadi 10 persen. “Negara harus hadir dalam ekonomi digital. Kami mendorong pemerintah masuk dalam kepemilikan aplikasi agar kesejahteraan driver ojol bisa terjamin,” pungkas Said.

Pihak KSPI pun menghimbau agar seluruh massa aksi tetap menjaga ketertiban umum. Semangat perjuangan di Monas hari ini diharapkan berlangsung damai, anti-kekerasan, dan tetap menghormati hak-hak warga Jakarta lainnya yang beraktivitas.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *