Tragedi Kereta Bekasi: Kisah Pilu Sausan yang Terlempar hingga ke Rak Bagasi
TotoNews — Bayang-bayang trauma mendalam kini menghantui Sausan, salah satu penumpang yang menjadi korban dalam insiden memilukan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di lintasan Stasiun Bekasi Timur. Perjalanan pulang yang seharusnya menjadi momen istirahat justru berubah menjadi mimpi buruk saat benturan hebat melemparkan tubuhnya hingga ke rak bagasi gerbong.
Yuli, kerabat dekat Sausan, menceritakan detik-detik mencekam yang dialami saudaranya tersebut. Sebelum kejadian, Sausan baru saja menyelesaikan pekerjaannya di kawasan Mega Kuningan dan sedang dalam perjalanan menuju rumahnya di Tambun. Saat itu, ia tengah duduk sembari memainkan ponsel, tanpa menyadari maut mengintai di depan mata.
“Posisi duduknya di sebelah kiri. Dia sedang fokus ke HP, tiba-tiba terdengar bunyi ‘brak’ yang sangat keras. Dia tidak sadar bagaimana prosesnya, tahu-tahu posisinya sudah berada di atas, di rak tempat biasa kita menaruh barang,” ungkap Yuli saat ditemui TotoNews di RSUD Bekasi.
Krisis Global Menghadang, Ketua MPR Ahmad Muzani Puji Tingkat Kerukunan Indonesia yang Kokoh
Terhimpit di Antara Penumpang Lain
Dahsyatnya energi tabrakan dalam kecelakaan kereta api tersebut tidak hanya melontarkan Sausan seorang diri. Yuli membeberkan bahwa di atas rak sempit itu, Sausan harus merasakan sesaknya tertindih oleh penumpang lain yang juga terlempar akibat guncangan masif. Situasi di dalam gerbong seketika berubah menjadi hiruk-pikuk kepanikan dan rintihan kesakitan.
Cedera fisik yang dialami Sausan tergolong cukup parah. Akibat benturan dan posisi jatuh yang ekstrem, ia menderita patah tulang pada salah satu lengannya. Bahkan, Sausan sempat bercerita bahwa ia kehilangan sensasi rasa pada bagian tubuhnya tersebut sesaat setelah kejadian.
“Dia hanya ingat satu tangannya masih berasa, tapi yang satunya lagi sudah mati rasa karena patah. Belum lagi luka sobek di tubuh dan pakaiannya yang sudah tidak karuan,” tambah Yuli dengan nada getir.
Tragedi Berdarah di Pool Bus MGI Sukabumi: RZ Tewas Dikeroyok Secara Brutal, Polisi Buru Pelaku
Perjuangan di Meja Operasi
Guna menangani luka-luka serius tersebut, Sausan harus segera menjalani tindakan medis intensif di RSUD Bekasi. Pada Selasa (28/4/2026), tim dokter melakukan operasi besar yang berlangsung selama berjam-jam untuk memperbaiki struktur tulang dan menjahit luka robek yang dideritanya.
“Alhamdulillah, operasi yang dimulai dari jam 2 siang tadi baru selesai menjelang Maghrib. Sekarang tinggal menunggu masa pemulihan pascaoperasi,” jelas Yuli mengonfirmasi kondisi terkini korban Stasiun Bekasi Timur tersebut.
Keluarga Sempat Mengira Berita Hoaks
Di balik tragedi ini, terselip cerita ironis mengenai bagaimana pihak keluarga pertama kali mendengar kabar buruk tersebut. Ibunda Sausan awalnya sempat mengabaikan panggilan telepon dan pesan singkat yang masuk karena khawatir akan modus penipuan atau hoaks yang kerap mencatut nama anggota keluarga.
Operasi Senyap di Kebon Jeruk: Polda Metro Jaya Ringkus Pengedar dan Sita Ratusan Gram Sabu
Ketakutan sang ibu baru berubah menjadi duka saat sebuah foto dikirimkan, memperlihatkan kondisi Sausan yang tergeletak lemas di peron stasiun. “Awalnya dikira mau menipu minta uang, tapi setelah melihat fotonya langsung, ibu langsung syok. Bahkan sempat mengira putrinya sudah meninggal dunia karena posisinya sudah tergeletak di peron,” kenang Yuli.
Kini, sembari menunggu proses pemulihan fisik dan psikis Sausan, pihak keluarga berharap adanya evaluasi menyeluruh terkait keselamatan transportasi publik agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Investigasi mengenai penyebab pasti tabrakan yang melibatkan armada kebanggaan warga Jabodetabek ini pun terus dikawal oleh berbagai pihak terkait.