Visi Besar ST Burhanuddin: Universitas Adhyaksa Segera Hadirkan Fakultas Kedokteran demi Pelayanan Publik

Rizky Ramadhan | Totonews
15 Apr 2026, 14:12 WIB
Visi Besar ST Burhanuddin: Universitas Adhyaksa Segera Hadirkan Fakultas Kedokteran demi Pelayanan Publik

TotoNews — Ambisi besar tengah dirajut oleh Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Sanitiar Burhanuddin untuk membawa institusi pendidikan mereka ke level yang lebih tinggi. Dalam sebuah langkah transformatif, Jaksa Agung mengungkapkan rencana strategis untuk mendirikan Fakultas Kedokteran di Universitas Adhyaksa. Hal ini menandakan bahwa lembaga pendidikan di bawah naungan Korps Adhyaksa tersebut tidak lagi hanya berfokus pada pengembangan ilmu hukum, tetapi juga mulai merambah ke dunia medis profesional.

Gagasan visioner ini disampaikan langsung oleh Burhanuddin saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) di Jakarta Selatan. Beliau menegaskan bahwa perubahan status dari sekolah tinggi hukum menjadi universitas merupakan momentum tepat untuk melakukan diversifikasi program studi. “Cita-cita saya adalah ingin ada fakultas kedokteran di sana. Kami ingin membuktikan bahwa kontribusi kami untuk bangsa ini bisa melampaui bidang penegakan hukum,” ujar Burhanuddin dengan penuh optimisme.

Baca Juga

Skandal ‘Surat Sakti’ Tulungagung: KPK Maraton Geledah Sejumlah Lokasi Demi Lengkapi Bukti

Skandal ‘Surat Sakti’ Tulungagung: KPK Maraton Geledah Sejumlah Lokasi Demi Lengkapi Bukti

Landasan Kuat dan Dukungan Infrastruktur Medis

Saat ini, Universitas Adhyaksa sendiri sejatinya telah memiliki dasar di bidang medis melalui Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Namun, untuk mewujudkan fakultas kedokteran yang mumpuni, pihak Kejaksaan Agung berencana menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) guna membahas standar dan kurikulum yang dibutuhkan. Keberadaan fasilitas penunjang juga bukan menjadi kendala, sebab Kejagung saat ini telah mengelola jaringan rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah strategis seperti Jakarta, Banten, Jawa Timur, Jambi, hingga Bali.

“Syarat utama universitas untuk memiliki fakultas kedokteran adalah ketersediaan rumah sakit, dan kami sudah memilikinya. Bahkan, saat ini sudah ada sekitar 200 dokter yang mendedikasikan diri bekerja di rumah sakit milik Kejaksaan,” imbuhnya. Dukungan dari para profesional medis ini menjadi modal utama dalam mencetak generasi dokter baru yang berkualitas di bawah bendera Universitas Adhyaksa.

Baca Juga

Teror di Samudra Hindia: Kisah Dramatis Kapal Fahad-4 yang Menjadi ‘Kapal Induk’ Bajak Laut Somalia

Teror di Samudra Hindia: Kisah Dramatis Kapal Fahad-4 yang Menjadi ‘Kapal Induk’ Bajak Laut Somalia

Pelayanan untuk Masyarakat Luas

Meskipun berada di bawah payung institusi hukum, Burhanuddin memberikan klarifikasi penting mengenai fungsi fasilitas kesehatan yang mereka kelola. Ia menekankan bahwa rumah sakit tersebut bukanlah tempat eksklusif bagi penanganan medis para tersangka. Justru, fungsi operasional untuk kepentingan penegakan hukum tersebut hanya memakan porsi sekitar 2 hingga 5 persen dari total kapasitas yang ada.

“Kegiatan utama rumah sakit kami adalah melayani masyarakat umum. Kami tetap beroperasi sebagai rumah sakit umum yang menerima pasien BPJS. Jadi, meskipun terkadang ada pasien dengan kamar berteralis besi untuk kepentingan hukum, jumlahnya sangat kecil sekali dibandingkan manfaat yang dirasakan masyarakat luas,” jelas Jaksa Agung.

Baca Juga

Skandal Penyekapan Surabaya: Alibi ‘Wisata Lansia’ Lisa Andriana Demi Kuras Harta Miliaran Rupiah

Skandal Penyekapan Surabaya: Alibi ‘Wisata Lansia’ Lisa Andriana Demi Kuras Harta Miliaran Rupiah

Melalui perluasan ke bidang kesehatan ini, Universitas Adhyaksa diharapkan mampu menjadi institusi pendidikan yang inklusif dan memberikan dampak sosial yang lebih luas. Transformasi ini juga menjadi bukti nyata bahwa Korps Adhyaksa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan pengabdian terbaik bagi negara, baik melalui jalur hukum maupun pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *