NasDem Desak KPK Seret Selingkuhan Penikmat Dana Korupsi: Putus Rantai Pencucian Uang!

Rizky Ramadhan | Totonews
21 Apr 2026, 08:42 WIB
NasDem Desak KPK Seret Selingkuhan Penikmat Dana Korupsi: Putus Rantai Pencucian Uang!

TotoNews — Praktik lancung korupsi di Indonesia kini semakin berani dalam menyamarkan jejaknya. Menanggapi temuan terbaru dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Bendahara Umum Partai NasDem, Lola Nelria, memberikan pernyataan tegas. Ia mendorong lembaga antirasuah tersebut untuk tidak hanya menyasar pelaku utama, tetapi juga menjerat pihak ketiga, termasuk selingkuhan yang ikut menikmati aliran dana haram hasil jarahan uang rakyat.

Lola menilai fenomena pengalihan dana ke pihak ketiga merupakan alarm merah bagi sistem pemberantasan korupsi di tanah air. Menurutnya, korupsi saat ini tidak lagi sekadar mengambil uang negara secara konvensional, melainkan sudah berevolusi menjadi upaya sistematis untuk menyembunyikan hasil kejahatan melalui berbagai modus canggih, termasuk pencucian uang yang melibatkan hubungan personal.

Baca Juga

Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara: Kejatuhan Sang Aktor dalam Pusaran Bisnis Narkoba di Rutan

Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara: Kejatuhan Sang Aktor dalam Pusaran Bisnis Narkoba di Rutan

Korupsi dan Benang Merah Pencucian Uang

Dalam pandangan NasDem, setiap kasus korupsi hampir dipastikan berkelindan erat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Lola menekankan bahwa penanganan perkara tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah atau parsial jika ingin memberikan dampak yang signifikan terhadap pemulihan kerugian negara.

“Kami mendorong KPK agar tidak hanya berhenti pada pengungkapan data, tetapi memperkuat implementasi penegakan hukum berbasis TPPU secara maksimal. Ini sangat penting untuk memutus rantai kejahatan dan menjerat siapa pun yang terbukti menerima atau patut menduga bahwa dana tersebut berasal dari tindak pidana,” ujar Lola dalam keterangannya baru-baru ini.

Fakta Mengejutkan: 81 Persen Koruptor Pria Sasar ‘Pihak Ketiga’

Pernyataan Lola ini sejalan dengan data mencengangkan yang sebelumnya diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo. Dalam sebuah agenda sosialisasi di Purwokerto, Ibnu memaparkan temuan bahwa mayoritas koruptor pria—sekitar 81 persen—cenderung mengalirkan uang hasil korupsinya kepada sosok “bening” atau pihak ketiga di luar keluarga inti.

Baca Juga

Update Kasus Pembunuhan Nus Kei: Penyidikan Dimulai, Dua Tersangka Hadapi Ancaman Hukuman Mati

Update Kasus Pembunuhan Nus Kei: Penyidikan Dimulai, Dua Tersangka Hadapi Ancaman Hukuman Mati

Modus operandi yang dilakukan biasanya diawali dengan pendekatan personal, di mana pelaku memberikan fasilitas mewah, membiayai kuliah, hingga memberikan uang tunai dalam jumlah fantastis untuk memikat hati pihak ketiga tersebut. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan bangsa justru menguap demi pemuasan gaya hidup hedonis dan asmara terlarang.

Mendorong Efek Jera Lewat Pemiskinan Koruptor

Guna mengatasi kompleksitas aliran dana yang kian hari kian sulit dilacak, Lola Nelria mendorong penguatan sinergi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pelacakan aset (asset recovery) menjadi instrumen kunci agar harta yang dicuri bisa ditarik kembali ke kas negara.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menciptakan efek jera yang lebih nyata melalui sanksi sosial dan ekonomi. “Pemberantasan korupsi tidak boleh hanya bersifat represif di permukaan. Harus ada langkah nyata melalui optimalisasi pemiskinan koruptor dan penindakan tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat sebagai penerima manfaat. Dengan begitu, kita bisa memberikan dampak pencegahan yang nyata bagi siapa pun yang berniat mengkhianati kepercayaan rakyat,” pungkasnya.

Baca Juga

Jejak Kelam Oknum Satpol PP Cilegon: Dari Pecandu Sejak 2004 Hingga Jadi Pengedar Sabu

Jejak Kelam Oknum Satpol PP Cilegon: Dari Pecandu Sejak 2004 Hingga Jadi Pengedar Sabu
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *